HUMAS UNEJ – Universitas Jember https://unej.ac.id Working in Harmony, Nurturing the Future Tue, 17 Mar 2026 04:52:20 +0000 en-US hourly 1 https://unej.ac.id/wp-content/uploads/2023/09/cropped-maskable-unej-icon-1-32x32.png HUMAS UNEJ – Universitas Jember https://unej.ac.id 32 32 Konsistensi Berbuah Prestasi: Mahasiswi PBSI UNEJ Raih Medali Perak di Olimpiade Sains Seluruh Indonesia (OSSI) 2026 https://unej.ac.id/blog/2026/03/17/konsistensi-berbuah-prestasi-mahasiswi-pbsi-unej-raih-medali-perak-di-olimpiade-sains-seluruh-indonesia-ossi-2026/ Tue, 17 Mar 2026 04:52:20 +0000 https://unej.ac.id/?p=178481 Jember, 17 Maret 2026

Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan Rifda Indah Safitri, mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) dalam ajang Olimpiade Sains Seluruh Indonesia (OSSI) 2026. Pada kompetisi tingkat nasional tersebut, ia berhasil meraih Medali Perak cabang Bahasa Indonesia tingkat Perguruan Tinggi.

Ia mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas capaian tersebut. “Tentu saya sangat senang, bersyukur, dan bangga pada diri saya sendiri. Namun bagi saya, memenangkan perlombaan bukan semata tentang menjadi juara dan menerima medali, melainkan sebagai motivasi untuk terus mengasah dan mengembangkan kemampuan,” ujarnya.

Perjalanan tersebut tidaklah instan. Ia mengaku pernah mengikuti olimpiade serupa yang diselenggarakan oleh Pusat Kejuaraan Sains Nasional (Puskanas) pada tahun 2022. Berbekal pengalaman tersebut, ia kembali mengikuti berbagai kompetisi di bidang Bahasa Indonesia yang informasinya diperoleh melalui media sosial Puskanas, termasuk OSSI 2026.

Kompetisi tingkat perguruan tinggi yang dilaksanakan pada 22 Februari 2026 itu diikuti oleh peserta dari berbagai kampus di Indonesia, termasuk sejumlah perguruan tinggi ternama seperti STAN, Unnes, UM, dan perguruan tinggi lainnya. Dengan total 50 soal dan durasi pengerjaan hanya satu jam, peserta dituntut mampu berpikir cepat sekaligus cermat.

Rifda Indah Safitri, mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Universitas Jember, periah Medali Perak cabang Bahasa Indonesia tingkat Perguruan Tinggi Olimpiade Sains Seluruh Indonesia (OSSI) 2026

 

“Tantangan terbesar saya adalah memaksimalkan waktu pengerjaan. Waktu yang terbatas membuat saya harus benar-benar menyeimbangkan antara kecepatan dan ketelitian dalam menjawab soal,” jelasnya.

Salah satu materi yang cukup menguji kemampuannya adalah cabang linguistik yakni fonologi, khususnya fonem yang membahas tentang bunyi bahasa. Ia mengakui sempat merasa kebingungan dalam menentukan jawaban yang menurutnya hampir serupa, terlebih dengan tekanan waktu yang ada.

Dalam mempersiapkan diri, ia menerapkan strategi belajar intensif satu minggu sebelum lomba. Setiap hari ia mengulang materi yang telah dipelajari sekaligus menambah pemahaman terhadap materi baru yang belum dikuasai. “Saya harus mengorbankan cukup banyak waktu untuk belajar. Tapi saya yakin, setiap proses dan pengorbanan adalah bagian dari perjalanan menjadi versi terbaik dari diri kita,” tuturnya.

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya yang senantiasa memberikan semangat dan nasihat, serta kepada sahabat dan teman-teman yang selalu mendukung proses belajarnya.

Menurutnya, kunci utama untuk berprestasi di cabang Bahasa Indonesia tingkat nasional adalah konsistensi. “Posisi saya sekarang ini adalah mimpi saya belasan tahun yang lalu, tapi karena tekad dan mimpi inilah saya merasa harus konsisten untuk terus belajar dan terus mengasah pengetahuan saya tanpa henti,” ungkapnya.

Setelah meraih penghargaan ini, ia tidak ingin berhenti sampai di sini. Ia bertekad menjadikan pencapaian ini sebagai batu loncatan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi melalui berbagai kompetisi selanjutnya.

Sebagai penutup, ia menyampaikan pesan kepada mahasiswa lain agar terus mengasah kemampuan dan tidak takut mencoba. Ia mengutip pernyataan Sergey Brin, Co-Founder Google, bahwa fokus dan intensitas dapat mengalahkan kecerdasan. Kebanyakan orang melebihkan apa yang dapat dicapai dalam satu tahun dan meremehkan apa yang dapat dicapai dalam sepuluh tahun. Ia menilai kutipan tersebut relevan dengan proses yang ia jalani selama ini.

“Jangan berhenti mencoba meskipun hasilnya belum sesuai harapan. Kemampuan yang tidak diasah akan semakin tumpul dan perlahan menghilang. Jadi, mari berani mencoba hal baru untuk mendapatkan pengalaman dan pencapaian yang lebih besar,” pungkasnya. (dil/ajf)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Prestasi

]]>
Berawal dari Juara Nasional 2025, Inovasi TERAS-MINE Mahasiswa UNEJ Kini Raih Prestasi di Kompetisi Pertambangan Internasional https://unej.ac.id/blog/2026/03/16/berawal-dari-juara-nasional-2025-inovasi-teras-mine-mahasiswa-unej-kini-raih-prestasi-di-kompetisi-pertambangan-internasional/ Mon, 16 Mar 2026 09:41:24 +0000 https://unej.ac.id/?p=178474 Jember, 16 Maret 2026

Inovasi berkelanjutan mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Jember (UNEJ) terus menunjukkan tajinya di panggung kompetisi. Setelah sebelumnya sukses menyabet gelar juara di tingkat nasional pada tahun 2025, riset bertajuk TERAS-MINE ini kini melompat lebih jauh dengan meraih gelar International 1st Runner-Up dalam ajang Indonesian Students Mining Competition (ISMC) XV yang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sektor pertambangan masa depan dihadapkan pada tantangan besar: rendahnya efisiensi energi terbarukan dan beban lingkungan akibat limbah. Di tengah urgensi global untuk mencari solusi Thermal Energy Storage (TES) yang efektif, tiga mahasiswa UNEJ—Ostwald Padang, Mario Zaky Ramadhan, dan Gaizka Rabbani Riady—berhasil menciptakan terobosan yang mengintegrasikan prinsip good mining practice dan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).

Lahirnya riset ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap efisiensi panel surya yang saat ini masih tergolong rendah, yakni hanya berkisar antara 18 hingga 25 persen. “Kami mengikuti lomba ISMC XV di ITB yang diselenggarakan dua tahun sekali. Cabang yang kami ikuti adalah paper contest, di mana tema utamanya terkait lingkungan dan K3 pertambangan,” ungkap Ostwald.

(dari kiri) Mario Zaky Ramadhan, Ostwald Padang dan Gaizka Rabbani Riyady, mahasiswa FT UNEJ, International 1st Runner-Up, Indonesian Students Mining Competition (ISMC) XV

Melalui riset mendalam, mereka menyusun sebuah paper mengenai media penyimpanan panas yang memanfaatkan Air Asam Tambang (AAT). Fokus utamanya adalah mengatasi kelemahan energi surya melalui sistem penyimpanan panas yang stabil. Inovasi yang diberi nama TERAS-MINE ini bekerja dengan mengintegrasikan konsep water energy nexus melalui pendekatan circular economy. Sistem ini mengubah Air Asam Tambang yang semula dianggap sebagai liabilitas lingkungan menjadi sumber daya bernilai tinggi.

Proses dimulai dengan metode pre-treatment menggunakan MgO-CaO untuk mendapatkan sedimen yang murni dan kaya akan silika, besi, serta alumina. Sedimen ini terbukti memiliki konduktivitas termal yang tinggi dan stabilitas ekstrem pada suhu tinggi, menjadikannya material TES yang unggul. Secara operasional, sedimen tersebut menyimpan energi panas matahari yang kemudian memanaskan air hingga menghasilkan uap untuk menggerakkan turbin. Hasilnya adalah dua output sekaligus: air bersih dan energi bersih (double energy).

Keunggulan sistem ini tidak hanya terletak pada kemampuannya menghasilkan suhu hingga 358,74°C dan meningkatkan efisiensi daya listrik, tetapi juga pada performa remediasinya. TERAS-MINE menunjukkan hasil yang luar biasa dalam memperbaiki kualitas lingkungan dengan meningkatkan pH air dari kondisi sangat asam menjadi netral, serta menurunkan kandungan Fe, Al, dan sulfat secara signifikan. Inovasi ini merevolusi paradigma pengelolaan limbah menjadi solusi energi berkelanjutan yang aplikatif dan adaptif terhadap perubahan iklim.

Inovasi TERAS-MINE mengubah Air Asam Tambang yang semula dianggap sebagai liabilitas lingkungan menjadi sumber daya bernilai tinggi, riset karya mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Jember

Prestasi yang diraih pada 15 Februari 2026 sebagai 1st Runner-Up ini diraih setelah melalui persaingan sengit dengan mahasiswa teknik pertambangan dari berbagai perguruan tinggi ternama, baik dari Indonesia maupun Australia. Menghadapi kompetitor dari universitas kelas dunia sempat memicu rasa rendah diri bagi tim.

“Sebelumnya terbesit rasa nervous dengan team lawan yang berasal dari ITB, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) dan kampus internasional (Australia). Namun, dengan persiapan yang cukup matang, ketiganya mampu menguasai topik dan tampil dengan baik,” jelas perwakilan tim.

Tantangan terbesar yang mereka hadapi justru datang dari faktor internal, yakni perjuangan menjaga konsistensi, ketelitian, dan penguatan literasi riset. Namun, kerja keras tersebut terbayar dengan pengakuan internasional atas inovasi mereka yang berkontribusi nyata pada pencapaian SDGs dan masa depan industri pertambangan rendah karbon.

Sebagai pesan motivasi bagi mahasiswa lain, Ostwald menekankan pentingnya daya tahan dalam berproses, “Jangan pernah ragu dan menyerah. Tetap melangkah dan nikmati segala proses yang dilewati,” pungkasnya. (dil/rb)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Prestasi

]]>
Gus Firjaun : Ibarat Masuk PTN Tanpa Tes, Puasa Sarana Dapat Ampunan dan Masuk Surga https://unej.ac.id/blog/2026/03/13/gus-firjaun-ibarat-masuk-ptn-tanpa-tes-puasa-sarana-dapat-ampunan-dan-masuk-surga/ Fri, 13 Mar 2026 14:56:39 +0000 https://unej.ac.id/?p=178455 Jember, 13 Maret 2026
Ada yang menarik saat KH. M. Balya Firjaun Barlaman memberikan tausiyah dalam rangka kegiatan siraman rohani Ramadan di Masjid Al Hikmah kampus Universitas Jember atau UNEJ (13/3/2026). Kyai yang akrab disapa Gus Firjaun ini menyandingkan puasa dengan dunia pendidikan tinggi. Dirinya menyebut puasa seperti jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri tanpas tes, bedanya yang menjalani puasa akan dapat ampunan dan masuk surga.

Menurut Gus Firjaun, ada tiga hal yang dapat memuluskan seseorang masuk mendapatkan ampunan sekaligus masuk surga. Pertama bakti kepada orang tua, kedua orang yang suka bersholawat kepada Rasulullah SAW, dan ketiga adalah mereka yang menjalankan puasa beserta ibadah Ramadan dengan baik. Oleh karena itu puasa adalah salah satu wujud kasih sayang Allah SWT kepada hambanya.

“Mereka yang berpuasa dan beribadah di bulan Ramadan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, bahkan disediakan malam lailatul qadar yang setara dengan pahala seribu bulan. Maka rugi bagi ummat muslim yang tidak menjalankan puasa,” jelas Gus Firjaun.

Gus Firjaun menyampaikan ceramah bertema Ramadan Wujud Kasih Sayang Allah Pada Hambanya

Mantan Wakil Bupati Jember periode 2021-2025 ini kemudian menegaskan jaminan ampunan dari Allah SWT bagi mereka yang berpuasa. Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW bahwa sepuluh hari pertama bulan Ramadan Allah mencurahkan rahmat-Nya. Dilanjutkan dengan ampunan di sepuluh hari kedua, sementara sepuluh hari terakhir adalah pembebasan dari api neraka.

“Mari kita tingkatkan ibadah di sepuluh hari terakhir Ramadan, mumpung kita masih diberi waktu, sembari berdoa dipertemukan lagi dengan Ramadan tahun depan,” imbuh Gus Firjaun yang juga pengasuh pondok pesantren Asshidiqi Putra Jember.

Rektor UNEJ membuka Siraman Rohani Ramadan 1447 H minggu keempat

Ajakan senada juga disampaikan oleh Rektor UNEJ saat memberikan sambutan pembukaan acara. Menurut Iwan Taruna Ramadan menjadi madrasah kehidupan tempat menata hati sambil berusaha memperbaiki diri. Oleh karena itu dirinya mengajak keluarga besar UNEJ yang hadir untuk memanfaatkan sisa Ramadan dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah.

Hasil madrasah Ramadan diharapkan akan menjadi semangat dan modal untuk mewujudkan tujuan perguruan tinggi mencetak lulusan yang memiliki kemampuan akademik yang baik, berintegritas, memiliki kepekaan sosial dan berintegritas.

“Semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadan tahun depan, termasuk tradisi menggelar siraman rohani setiap hari Jumat sebagai sarana bersilaturahmi sambil menambah ilmu ,” tutur Iwan Taruna. (iim)

]]>
UNEJ dan BPOM Siapkan Mahasiswa Jadi Fasilitator Pendamping UMK Pangan melalui Sapa Kampus Berdampak Batch 8 https://unej.ac.id/blog/2026/03/12/unej-dan-bpom-siapkan-mahasiswa-jadi-fasilitator-pendamping-umk-pangan-melalui-sapa-kampus-berdampak-batch-8/ Thu, 12 Mar 2026 09:51:38 +0000 https://unej.ac.id/?p=178448 Jember, 12 Maret 2026

Universitas Jember (UNEJ) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar kegiatan Sapa Kampus Berdampak (SKB) Batch 8 sebagai upaya menyiapkan mahasiswa menjadi fasilitator pendamping Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di bidang keamanan pangan. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (12/3) ini menjadi bagian dari implementasi program Merdeka Belajar Kampus Berdampak bagi mahasiswa peserta magang Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.

Program Sapa Kampus Berdampak Batch 8 ditujukan bagi mahasiswa yang mengikuti program magang pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa sebelum terjun langsung mendampingi UMK dalam pengawasan standar obat dan makanan.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Jember Prof. Drs. Slamin, M.Comp.Sc., Ph.D., bersama Direktur PMPUPO Badan Pengawas Obat dan Makanan Agus Yudi Prayudana, S.Farm., Apt., M.M., Kepala LPMPP UNEJ Prof. Dr. Ermanto Fahamsyah, S.H., M.H., serta tim BPOM, dosen pembimbing lapangan, dan mahasiswa mengikuti kegiatan Sapa Kampus Berdampak (SKB) Batch 8 yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (12/3).

Hadir secara daring untuk membuka acara sekaligus memberikan arahan, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Jember, Prof. Drs. Slamin, M.Comp.Sc., Ph.D. Ia memberikan apresiasi atas langkah proaktif BPOM yang terus memfasilitasi mahasiswa UNEJ.

“Kampus sejatinya adalah pusat inovasi, namun inovasi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa adanya dukungan dan kolaborasi dari pihak eksternal seperti BPOM. Bagi para mahasiswa terpilih, manfaatkanlah kesempatan magang ini sebaik-baiknya. Ingat, sukses di dunia kerja sangat ditentukan oleh attitude. Kecerdasan akademik harus selalu diimbangi dengan etika yang baik, serta kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan bangsa,” pesan Prof. Slamin sekaligus membuka acara secara resmi.

Baca juga : UNEJ Bersama BPOM Siapkan Mahasiswa Jadi Pendamping UMK di Bidang Keamanan Pangan

Agenda inti kemudian dilanjutkan dengan pemaparan Program Sapa Kampus Berdampak yang disampaikan oleh Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan (PMPUPO) BPOM RI, Agus Yudi Prayudana, S.Farm., Apt., M.M.

pemaparan Program Sapa Kampus Berdampak yang disampaikan oleh Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan (PMPUPO) BPOM RI, Agus Yudi Prayudana, S.Farm., Apt., M.M.

Agus menjelaskan bahwa program ini merupakan evolusi dari program Pangan Aman Goes to Campus (PAGC) yang bertujuan menggerakkan lima pilar keamanan pangan, di mana akademisi menjadi salah satu pilar utamanya.

“Melalui program ini, kami menekankan peran universitas untuk terjun bersama mencetak tenaga fasilitator yang mengawal keamanan pangan bagi pelaku usaha pangan olahan. Mahasiswa akan dibekali kompetensi pendampingan UMK dalam menyusun CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik), sehingga UMK dapat naik kelas menuju Izin Edar dari Badan POM, bukan sekadar P-IRT,” papar Agus.

Ia menambahkan, mahasiswa peserta program tidak hanya mendapatkan rekognisi 20 SKS, tetapi juga peluang memperoleh kompetensi pada level 4 atau 5 yang diakui oleh Kementerian Tenaga Kerja.

“Kompetensi ini nantinya dapat disertifikasi sesuai standar SKKNI melalui Tempat Uji Kompetensi (TUK) di UPT kami. Berdasarkan data sejak 2021, 80 persen lulusan fasilitator kami menyatakan sertifikat ini sangat membantu mereka memasuki dunia kerja,” tegasnya.

Selain kemampuan teknis di bidang pangan, mahasiswa juga dibekali keterampilan digital marketing, pembuatan konten promosi, hingga penyusunan infografis guna membantu pemasaran produk UMK.

Anita Nur Aini, S.Si., Apt., M.Si., saat memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dalam program Sapa Kampus Berdampak.

Pemaparan kemudian dilanjutkan oleh tim BPOM RI, Anita Nur Aini, S.Si., Apt., M.Si., yang menjelaskan lebih lanjut mengenai Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dalam program Sapa Kampus Berdampak.

Ia menjelaskan bahwa program ini memiliki dua skema, yakni magang reguler dan KKN Tematik Keamanan Pangan, dengan skema reguler memberikan pembelajaran setara 20 SKS untuk membekali mahasiswa mendampingi UMK di bidang keamanan pangan.

Selain itu, mahasiswa juga mempelajari praktik pemilihan kemasan yang tepat, penetapan mutu produk, penerapan good practice, serta pelaksanaan audit internal untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian standar pada usaha pangan olahan.

“Mahasiswa nantinya dilatih merancang, melaksanakan, hingga mengevaluasi penyuluhan keamanan pangan. Mereka juga dibekali kemampuan menyusun dokumen seperti SOP dan formulir yang dibutuhkan UMK dalam proses pemenuhan persyaratan izin edar,” jelas Anita.

Metode pembelajaran dalam program ini menggunakan pendekatan studi kasus, Problem Based Learning (PBL), simulasi, serta praktik audit internal untuk melatih mahasiswa membantu UMK memenuhi standar keamanan pangan.

Dalam kesempatan tersebut, Agus Yudi juga menawarkan perluasan kerja sama melalui inisiasi program baru pada tahun 2026, yakni Sapa Kampus KKN Tematik Keamanan Pangan.

“Bedanya dengan magang reguler, KKN Tematik ini berdurasi lebih singkat sehingga mencetak fasilitator di level kompetensi 3, sekaligus kader penyuluh atau edukator bagi masyarakat di desa lokasi KKN. Untuk mendukung program ini, kami di pusat juga tengah mengupayakan bantuan pendanaan CSR dari industri atau BUMN,” tambahnya.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Balai POM Jember ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif. Program ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam meningkatkan literasi serta penerapan standar keamanan pangan di masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa Universitas Jember diharapkan mampu berperan aktif mendampingi pelaku UMK agar semakin siap memenuhi standar keamanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing produk olahan di masyarakat. (qf)

]]>
Jember Miliki Hutan Terlengkap, UNEJ dan Perhutani Bangun Kolaborasi Riset dan Ketahanan Pangan https://unej.ac.id/blog/2026/03/12/jember-miliki-hutan-terlengkap-unej-dan-perhutani-bangun-kolaborasi-riset-dan-ketahanan-pangan/ Thu, 12 Mar 2026 07:40:39 +0000 https://unej.ac.id/?p=178442 Jember, 12 Maret 2026

Universitas Jember (UNEJ) dan Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perum Perhutani) resmi menyepakati kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Rektorat UNEJ, Kamis (12/03/2026). Kolaborasi ini didasari atas fakta unik bahwa Jember merupakan wilayah dengan profil hutan paling lengkap di Jawa Timur, yang membentang dari ekosistem dataran tinggi hingga wilayah pesisir pantai.

Kepala Divisi Regional Jawa Timur Perum Perhutani, Ir. Wawan Triwibowo, S.Hut., M.P., menegaskan bahwa kelengkapan vegetasi ini menjadikan Jember sebagai laboratorium kehutanan yang sangat ideal bagi dunia pendidikan di Jawa Timur. “Hutan di Jember itu lengkap, mulai dari dataran tinggi sampai pinggir pantai semua ada di sini. Ini bisa jadi laboratorium kehutanan bagi dunia pendidikan,” ungkapnya di hadapan jajaran pimpinan UNEJ.

Kepala Divisi Regional Jawa Timur Perum Perhutani, Wawan Triwibowo bersama Rektor UNEJ, Iwan Taruna usai menandatangani nota kesepahaman Kamis (12/03/2026)

Rektor Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., menyambut baik fakta tersebut dan menyatakan bahwa UNEJ memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk berkontribusi terhadap pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa pengelolaan hutan saat ini harus bergeser dari sekadar fokus produksi menuju pelestarian pembangunan yang berdampak nyata.

“UNEJ ingin memastikan kami bisa memfasilitasi masyarakat melalui kolaborasi yang berdampak langsung. Melalui kerja sama yang terbuka bagi seluruh fakultas ini, kita ingin mengoptimalkan hutan sebagai sumber kehidupan, terutama di saat negara tengah fokus pada ketahanan pangan,” ujar Rektor.

Dalam pemaparannya, Wawan Triwibowo juga membagikan perjalanan 65 tahun Perhutani dalam mengelola hutan di salah satu negara dengan kawasan hutan terbesar di dunia. Saat ini, Perhutani tengah melakukan transformasi besar dengan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kayu jati.

Suasana diskusi usai penandatanganan nota kesepahaman antara Universitas Jember dengan Perum Perhutani, Kamis (12/03/2026)

“Pada tahun 2025, pendapatan dari getah pinus dan pariwisata telah melampaui kayu jati. Kami berupaya menyeimbangkan aspek planet, people, dan profit. Hutan memiliki manfaat luas, mulai dari bahan baku obat untuk farmasi hingga penyokong pangan melalui swasembada gula dengan integrasi tanaman tebu di lahan hutan,” jelas Wawan.

Namun, ia juga menyoroti tantangan nyata seperti perubahan iklim dan kondisi hutan yang kurang sehat di area sungai. “Perhutani saat ini mencatat hanya sekitar 680 hektar kawasan yang benar-benar masih berfungsi sebagai hutan murni dan sehat dari total jutaan hektar yang ada. Sisanya telah mengalami degradasi dan beralih fungsi menjadi lahan jagung oleh masyarakat,” tambahnya.

Sebagai bentuk langkah konkrit, acara ini dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jember dengan Perum Perhutani KPH Jember.

Jajaran pimpinan UNEJ bersama Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur dan KPH Jember berkomitmen untuk terus melestarikan hutan

Momentum penting ini turut disaksikan oleh Dekan Fakultas Pertanian (FAPERTA), Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), serta Wakil Dekan FMIPA, yang menandakan kesiapan UNEJ untuk berkolaborasi secara multidisiplin dalam menjaga kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat. (dil)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Kerjasama

]]>
Cegah Kepunahan Serangga, Mahasiswa UNEJ Ciptakan Konsep Laboratorium Pintar Berbasis AI https://unej.ac.id/blog/2026/03/11/cegah-kepunahan-serangga-mahasiswa-unej-ciptakan-konsep-laboratorium-pintar-berbasis-ai/ Wed, 11 Mar 2026 03:44:58 +0000 https://unej.ac.id/?p=178420 Jember, 11 Maret 2026

Tiga mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) menawarkan cara baru yang canggih untuk menjaga kelestarian alam. Nadzar Thariqy Achsan, Melsanda Aprilina, dan Fahilah Ayu Safitri dari Pendidikan Biologi FKIP, merancang sebuah konsep inovasi bernama “EntoSphere”, yaitu laboratorium serangga pintar berbasis digital untuk menyelamatkan serangga langka di Indonesia.

Ide ini lahir sebagai solusi edukatif atas kekhawatiran mereka terhadap populasi serangga yang terus menurun. Nadzar Thariqy Achsan mengungkapkan bahwa melalui esai ilmiah mereka, tim ingin menghadirkan pembelajaran biologi yang tidak hanya sekadar teori, tetapi juga aplikatif dalam menjaga ekosistem.

“Kepedulian kami terhadap kelestarian serangga ini datang dari rendahnya kesadaran masyarakat terhadap peran penting serangga dalam menjaga keseimbangan ekosistem,” ucap Nadzar.

Melsanda Aprilina, Nadzar Thariqy Achsan, dan Fadhilah Ayu Safitri, mahasiswa FKIP UNEJ dengan Essay Konsep Inovasi EntoSphere

Dalam rancangannya, EntoSphere bukan sekadar kandang biasa, melainkan laboratorium interaktif yang mengintegrasikan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dan sensor otomatis (Internet of Things). Konsep ini memanfaatkan sensor suhu dan kamera khusus untuk memantau serangga tanpa mengganggu aktivitas alaminya.

Teknologi AI yang diusulkan mampu mengenali jenis spesies dan menganalisis pola aktivitas serangga secara otomatis. Nadzar menjelaskan bahwa integrasi teknologi tersebut memungkinkan pengumpulan data alam secara sistematis dan real-time, sehingga pemantauan populasi serangga menjadi lebih akurat dan terstandar.

Jika diimplementasikan di sekolah, konsep EntoSphere ini akan mengajak siswa belajar dengan cara yang menyenangkan lewat program Insecta Cops. Di sini, siswa diajak menganalisis hubungan antara lingkungan dan perilaku serangga berdasarkan data lapangan yang nyata.

“Pendekatan ini memperkuat literasi sains, kemampuan analitis, dan integrasi multidisipliner antara biologi, teknologi, serta analisis data, sehingga proses belajar tidak berhenti pada tataran konseptual, melainkan berbasis bukti dan pengalaman langsung,” ujar Nadzar.

Rancangan EntoSphere, milik mahasiswa FKIP UNEJ, laboratorium serangga pintar yang mengintegrasikan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dan sensor otomatis (Internet of Things)

Meski baru berupa ide dan gagasan kreatif dalam bentuk esai, inovasi yang menitikberatkan pada teknologi dan isu lingkungan ini berhasil menyabet Juara 5 dalam ajang Nasional Essay Competition REAGENTS Generasi Peneliti pada Desember 2025 lalu. Tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah meyakinkan dewan juri melalui presentasi yang kuat dan kritis secara daring.

Nadzar berharap gagasan ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi. Ia juga mengapresiasi dukungan kampus yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide-ide kreatif.

“Saya berharap universitas terus mendukung ruang-ruang confirming ide dan pengembangan potensi mahasiswa, karena lingkungan yang suportif sangat berpengaruh terhadap keberanian untuk mencoba dan berkompetisi. Untuk mahasiswa lain, jangan ragu memulai dan jangan takut gagal, karena proses mencoba, belajar, dan konsisten itulah yang akhirnya membawa kita pada prestasi,” pungkasnya. (dil/rb)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Prestasi

]]>
Kepala Sekretariat BNSP Isi Kuliah Tamu di FT UNEJ: Bekali Mahasiswa Pentingnya Sertifikasi Kompetensi Dunia Kerja https://unej.ac.id/blog/2026/03/09/kepala-sekretariat-bnsp-isi-kuliah-tamu-di-ft-unej-bekali-mahasiswa-pentingnya-sertifikasi-kompetensi-dunia-kerja/ Mon, 09 Mar 2026 12:35:46 +0000 https://unej.ac.id/?p=178406 Jember, 9 Maret 2026

Demi siapkan mahasiswa hadapi sertifikasi di dunia kerja, Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik (FT) Universitas Jember (UNEJ) menggelar kegiatan kuliah tamu yang dihadiri langsung oleh Kepala Sekretariat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Moh. Amir Syarifuddin, S.T., M.M. di Auditorium FT UNEJ, Jumat (06/03/2025).

Kuliah tamu dengan tema “Pentingnya Kompetensi yang Terukur dalam Menghadapi Persaingan Dunia Kerja melalui Sertifikasi yang Diakui Secara Nasional bagi Dosen dan Mahasiswa” bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya sertifikasi kompetensi sebagai bekal menghadapi dunia kerja yang semakin ketat.

Dalam sambutannya Dekan FT UNEJ, Dr. Ir. Triwahju Hardianto, S.T., M.T. mengatakan bahwa Universitas Jember telah meresmikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), dimana LSP di Universitas Jember sendiri ialah LSP-P1 dan telah terlisensi, dimana melalui lisensi tersebut diharapkan dapat membekali mahasiswa ketika menghadapi dunia kerja.

Kepala Sekretariat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Moh. Amir Syarifuddin, S.T., M.M. dalam Kuliah Tamu di Auditorium FT UNEJ

“Universitas Jember memasuki golongan LSP-P1 dan juga sudah terlisensi. Terdapat enam lisensi, namun yang mendekati dengan bidang kita ialah lisensi otomasi industri, ini kita persiapkan untuk nantinya bekal tambahan untuk adik-adik setelah lulus dari prodi Teknik Elektro,” ungkap Dekan.

Dengan adanya LSP di Universitas Jember, dapat memudahkan BNSP dalam melakukan sertifikasi kepada mahasiswa. Melalui keberadaan LSP tersebut, proses uji kompetensi dapat dilaksanakan secara lebih mudah dan terstruktur sesuai dengan skema sertifikasi yang telah ditetapkan.

“Alhamdulillah Universitas Jember sudah memiliki LSP, yang dapat membantu tugas dari BNSP untuk melakukan sertifikasi. Hal ini juga menguntungkan bagi kampus karena sebelumnya untuk melakukan sertifikasi harus datang ke LSP terdekat yaitu Surabaya, dengan adanya LSP sendiri di kampus dapat memudahkan mahasiswa dan mempercepat sertifikasi kompetensi,” ujar Amir Syarifuddin di sela penyampaian materinya dalam kuliah tamu.

Kepala Sekretariat BNSP, Moh. Amir Syarifuddin bersama Dekan dan dosen FT UNEJ

Ia juga menjelaskan beberapa jenis kompetensi kerja, “BNSP tidak bisa jalan jika tidak ada standar kompetensi kerja, harus ada target dalam mengukur kompetensi setiap orang. Dalam mengukur kompetensi ini harus ada yang disandingkan dengan standar kompetensi kerja di mana di Indonesia sendiri terdapat tiga jenis yaitu Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Standar Kompetensi Kerja Khusus (SKKK), dan Standar Kompetensi Kerja Internasional (SKKI),” jelasnya.

Menutup materi yang telah disampaikan, Kepala Sekretariat BNSP ini memberikan beberapa contoh profesi yang telah terverifikasi oleh BNSP dari berbagai bidang, dari profesi di dunia industri hingga sertifikasi di lingkungan kepolisian Indonesia. Melalui contoh tersebut, menunjukkan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi salah satu hal yang penting dalam menjamin kualitas sumber daya manusia di berbagai sektor pekerjaan. (dil/adi)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #PraktisiMengajar

]]>
Jaga Identitas Lokal, UNEJ Konsisten Lestarikan Musik Patrol Jember Selama 26 Tahun https://unej.ac.id/blog/2026/03/09/jaga-identitas-lokal-unej-konsisten-lestarikan-musik-patrol-jember-selama-26-tahun/ Mon, 09 Mar 2026 07:00:10 +0000 https://unej.ac.id/?p=178400 Jember, 9 Maret 2026

Universitas Jember (UNEJ) melalui Unit Kegiatan Mahasiswa Kesenian (UKMK) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga warisan budaya lokal. Pada Sabtu malam (07/03/2026), dentuman irama khas Jember menggema dalam gelaran Festival Musik Patrol yang telah konsisten dilaksanakan selama 26 tahun terakhir.

Sejak tahun 2001, UNEJ terus mempertahankan tradisi ini sebagai wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada poin pengabdian kepada masyarakat. Festival tahun ini diikuti oleh 8 tim perwakilan masyarakat dan 1 tim mahasiswa Universitas Jember yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dengan rute meriah mulai dari Double Way UNEJ hingga Jl. RA Kartini (Dinas Ketenagakerjaan).

Dukungan hangat pun datang dari Pemerintah Kabupaten Jember. Wakil Bupati Jember, Dr. H. Djoko Susanto, S.H., M.H., hadir memberikan apresiasi tinggi serta bantuan subsidi sebesar Rp25 juta untuk mendukung keberlangsungan kreativitas para seniman muda ini.

Wakil Bupati Jember, Dr. H. Djoko Susanto, S.H., M.H., didampingi Gus Ning Jember dalam Karnaval Musik Patrol UKM Kesenian Universitas Jember

Ketua UKMK Universitas Jember, Dio Andana, menyampaikan bahwa sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah adalah kunci agar musik patrol tetap eksis. Ia berharap ke depannya kolaborasi dengan Pemkab Jember bisa semakin diperkuat, terutama dalam hal publikasi dan pembinaan berkelanjutan.

Baca juga : 26 Tahun Konsisten, Festival Musik Patrol UNEJ Jadi Wadah Pelestarian Budaya Jember

Pemkab Jember dapat mengambil peran strategis dengan memberikan dukungan fasilitas, promosi, serta pembinaan berkelanjutan. Langkah ini akan memperluas jangkauan informasi dan meningkatkan partisipasi publik melalui media resmi maupun ruang publik seperti videotron dan baliho di titik strategis kota,” jelas Dio.

Bagi Dio, musik patrol bukan sekadar hiburan, melainkan identitas asli Jember yang harus terus hidup. Di sinilah mahasiswa berperan sebagai jembatan antara tradisi dan modernitas. Dengan akses pendidikan dan teknologi, mahasiswa diharapkan mampu membawa inovasi baru pada musik patrol tanpa meninggalkan nilai tradisionalnya.

Penyerahan secara simbolik subsidi oleh Wakil Bupati Jember, Dr. H. Djoko Susanto, S.H., M.H., kepada Dio Andana, Ketua UKMK Universitas Jember

“Mahasiswa memiliki posisi strategis karena memiliki akses pada pendidikan dan jaringan sosial yang luas. Melalui kolaborasi dengan seniman lokal, mahasiswa bisa belajar langsung dari pemain patrol di kampung-kampung serta menciptakan inovasi tanpa menghilangkan nilai tradisionalnya,” tambahnya.

Festival yang digelar Sabtu dan Minggu malam (7-8 Maret 2026) ini diadakan dengan motivasi kuat agar kesenian patrol tidak tergerus zaman dan tetap dikenal oleh generasi muda. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antara kampus UNEJ dengan warga Jember melalui cara yang positif dan rekreatif.

“Harapan saya, musik patrol bisa terus berkembang dan program unggulan UKMK ini terus menjadi wadah pelestarian yang didukung berbagai pihak, mulai dari kampus, Dinas Pariwisata, hingga Pemkab Jember. Seni budaya harus terus berinovasi mengikuti zaman, namun tetap menjaga nilai khas yang diciptakan oleh para pendahulu musik patrol ini,” pungkasnya.

Tampilan musik patrol oleh mahasiswa Universitas Jember yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)

Puncak kemeriahan Festival Musik Patrol tahun ini ditutup dengan pengumuman pemenang yang sangat dinantikan. Grup Patrol Idola tampil sebagai bintang utama dengan berhasil memboyong Piala Rektor Universitas Jember dengan 4 nominasi yaitu Vocal Terbaik, Aransemen Musik Terbaik, Best Performance, dan Suling Terbaik. Selain kompetisi musik, ajang ini juga memberikan ruang bagi para pecinta fotografi melalui Photo Contest. Berdasarkan penilaian dewan juri, terpilihlah tiga karya terbaik yang berhasil menangkap momen-momen estetik selama festival berlangsung, yaitu Azka Qolbi, Theleventy, dan Rafael Krisna. (dil/rb)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Kerjasama

]]>
Puasa, Bengkel Batin Untuk Revolusi Mental https://unej.ac.id/blog/2026/03/08/puasa-bengkel-batin-untuk-revolusi-mental/ Sun, 08 Mar 2026 00:17:12 +0000 https://unej.ac.id/?p=178388 Jember, 6 Maret 2026

Puasa adalah bengkel batin untuk mewujudkan revolusi mental. Pesan ini disampaikan oleh Prof. Hepni Zein kala memberikan ceramah dalam rangka kegiatan rutin pengajian setiap hari Jumat selama Ramadan di kampus Tegalboto (6/3/2026). Menurut dai yang juga Rektor Universitas Islam Negeri KH. Achmad Siddiq (UINKHAS) ini, puasa menjadi bengkel batin karena tidak hanya mengajarkan menahan diri secara tuntutan biologis, namun juga melatih manajemen qolbu atau manajemen hati.

Prof. Hepni Zein lantas melanjutkan paparannya terkait inti puasa, yakni imsak atau menahan diri. Puasa mengajarkan kita untuk menahan diri dari sesuatu yang seharusnya boleh dilakukan, semisal makan dan minum. Puasa juga melatih manusia menahan hawa nafsu yang menjadi musuh terbesar sehingga manusia akhirnya bisa menerima kehendak Allah SWT.

“Oleh karena itu puasa juga menjadi benteng bagi oang beriman, sekaligus melatih kesabaran,” ungkap Rektor UINKHAS Jember.

Rektor Universitas Islam Negeri KH. Achmad Siddiq (UINKHAS), Prof. Hepni Zein memberikan ceramah

Prof. Hepni Zein lantas mengutip pendapat ulama besar Al Ghazali yang membagi orang yang berpuasa dalam tiga tingkatan. Yakni puasanya orang awam yang masih sebatas menahan lapar dan haus, puasa khusus bagi mereka yang selain menahan lapar dan haus juga mampu menahan godaan hawa nafsu. Serta tingkatan tertinggi puasa khususil khusus, yaitu puasa dari keinginan duniawi.

“Mereka yang berhasil menjalani puasa maka akan ditandai dengan hati yang lembut, lisan yang baik dan tangan yang suka memberi,” pungkas Prof. Hepni Zein di hadapan hadirin yang memenuhi Masjid Al Hikmah.

Sebelumnya dalam sambutannya, rektor kembali mengingatkan keluarga besar UNEJ agar memanfaatkan bulan Ramadan sebaik-baiknya. Diantaranya dengan meluruskan niat dan menata ibadah, agar bulan puasa sebagai bulan madrasah hati berlanjut di bulan-bulan selanjutnya. Apalagi perguruan tinggi

Menurutnya, universitas tidak hanya menjadi tempat menumbuhkan kecerdasan intelektual, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, integritas, dan keteladanan moral. Setiap tugas dan tanggung jawab yang dijalankan oleh sivitas akademika sejatinya dapat bernilai ibadah.

Rektor UNEJ menyampaikan sambutan

Rektor juga mengutip pemikiran Imam Al-Ghazali yang menyatakan bahwa ilmu tanpa amal adalah kegilaan, dan amal tanpa ilmu adalah kesia-siaan. Oleh karena itu, ilmu yang dikembangkan di perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada pengetahuan semata, tetapi harus disertai kejujuran, tanggung jawab, serta integritas moral.

“Pada bulan suci ini, ada kesempatan untuk menyucikan niat dan memperbaiki kualitas pengabdian kita. Ramadan mengingatkan kita untuk mengejar satu hal yang jauh lebih penting, yaitu keberkahan dari setiap amal yang kita lakukan,” pungkas Iwan Taruna. (iim/mbkr)

]]>
Seorang Rektor yang Mempercayai Masa Depan In Memoriam Dr. Ir. T. Sutikto, M.Sc. https://unej.ac.id/blog/2026/03/06/seorang-rektor-yang-mempercayai-masa-depan-in-memoriam-dr-ir-t-sutikto-m-sc/ Fri, 06 Mar 2026 10:29:55 +0000 https://unej.ac.id/?p=178379 Jember, 6 Maret 2026

Universitas Jember kehilangan salah satu putra terbaiknya, hari Kamis 5 Maret 2026, mantan rektor sekaligus purna tugas dosen Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Dr. Ir. T. Sutikto, MSc., meninggal dunia. Selama mengemban amanah sebagai Rektor Universitas Jember (UNEJ) periode 2003 hingga 2012 banyak prestasi dan legasi yang sudah dicetak.

Oleh karena itu, untuk mengenang jasa-jasanya dan memberikan penghormatan terakhir, segenap pimpinan dan keluarga besar UNEJ menggelar pelepasan jenazah di gedung rektorat yang dilaksanakan pada hari Jumat (6/3/2026). Jenazah selanjutnya akan dibawa ke Lumajang untuk dimakamkan.

Sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan, Prof. Agus Trihartono dari FISIP menuliskan obituari yang berisi kenangan atas Dr. Ir. T. Sutikto, MSc.

Rektor UNEJ beserta para Wakil Rektor UNEJ memberikan penghormatan terakhir untuk alm Dr. Ir. T. Sutikto, MSc

Dalam hidup kita sering bertemu banyak orang. Sebagian lewat begitu saja, meninggalkan sedikit ingatan. Tetapi ada juga pertemuan-pertemuan tertentu yang diam-diam memberi arah baru pada perjalanan hidup kita. Bagi saya, dengan Pak Tikto, ada dua pertemuan yang sampai hari ini terasa sangat membekas. Dua pertemuan yang sederhana, tetapi mewarnai perjalanan akademik saya dengan cara yang tidak pernah saya rencanakan sebelumnya.

Ada orang-orang yang hadir dalam perjalanan hidup kita bukan dengan suara yang lantang, bukan pula dengan pidato yang panjang. Mereka hadir lewat keputusan-keputusan kecil, sering kali sederhana, tetapi diam-diam mengubah arah masa depan seseorang. Dr. Ir. T. Sutikto adalah salah satu dari orang itu.

Saya pertama kali mengenal beliau ketika beliau menjabat sebagai Ketua Lembaga Penelitian Universitas Jember. Saat itu beliau memberi pelatihan penelitian bagi para dosen muda, dan salah satu materi yang beliau sampaikan adalah tentang etika akademik dan academic writing. Bagi sebagian orang, mungkin itu hanya satu sesi pelatihan biasa, satu bagian kecil dari rangkaian kegiatan akademik.

Namun bagi saya, sesi itu meninggalkan sesuatu yang lebih dalam.

Beliau tidak sekadar berbicara tentang teknik menulis atau bagaimana menyusun kalimat yang baik. Beliau berbicara tentang integritas seorang ilmuwan, tentang kejujuran dalam berpikir, tanggung jawab dalam mengutip gagasan orang lain, dan keberanian untuk berdiri di atas argumen yang kita yakini benar.

Ada beberapa kalimat dari sesi itu yang sampai hari ini masih terngiang di ingatan saya. Mungkin karena beliau menyampaikannya bukan sebagai teori yang dingin, tetapi sebagai sesuatu yang dijalani sendiri sebagai seorang akademisi. Kata-katanya terasa hidup, seolah lahir dari pengalaman panjang bersama dunia ilmu.

Dekan FIB UNEJ Prof. Nawiyanto, menyampaikan sambutan mewakili keluarga alm Dr. ir. T. Sutikto, MSc

Tahun-tahun berlalu. Pelatihan itu menjadi kenangan yang tampaknya sederhana. Tetapi tanpa saya sadari, pelajaran itu menemukan jalannya kembali dalam hidup saya. Bertahun-tahun kemudian saya justru menjadi pengampu academic writing di fakultas. Kadang saya merasa seperti sedang melanjutkan sesuatu yang dulu pernah beliau mulai. Seakan-akan benih yang pernah beliau tanam dalam sebuah ruang pelatihan kecil itu tumbuh pelan, diam-diam, tetapi konsisten.

Pertemuan kedua saya dengan beliau terjadi dalam bab yang berbeda. Saat itu beliau telah menjadi Rektor Universitas Jember.

Saya hidup di era dimana dunia birokrasi kampus di masa itu tidak selalu ramah terhadap mimpi. Ada prosedur yang panjang, ada pertimbangan administratif, ada pula keraguan yang sering kali membuat langkah seseorang tertahan. Bagi dosen muda yang ingin melanjutkan studi, jalan itu kadang terasa lebih berliku dari yang dibayangkan.

Pada masa itulah saya memiliki keinginan untuk melanjutkan studi S2 ke Jepang.

Saya masih ingat sebuah pertemuan sederhana di sebuah gang kecil di sekitar rektorat. Pertemuan yang sebenarnya sangat biasa, bahkan hampir kebetulan. Saya bertemu beliau di sana, dan dengan keberanian yang mungkin lahir dari kegelisahan, saya menyampaikan niat saya, bahwa saya ingin melanjutkan studi ke Jepang.

Sejujurnya, saya tidak tahu apa yang saya harapkan saat itu. Mungkin hanya sekedar ingin didengar.

Namun yang terjadi justru jauh lebih dari itu.

Beliau tidak menunda, tidak meragukan, dan tidak mempersulit. Sebaliknya, beliau langsung menunjukkan dukungan. Beliau mengajak saya masuk ke ruangannya di rektorat, mendengarkan rencana saya dengan serius, lalu menuliskan surat rekomendasi. Sebagai alumni universitas di Jepang, beliau memahami arti sebuah kesempatan belajar di negeri itu. Beliau tahu bahwa perjalanan akademik kadang dimulai dari satu pintu kecil yang terbuka pada waktu yang tepat.

Tetapi kebaikan beliau tidak berhenti di sana.

Beliau tahu bahwa saya adalah dosen muda yang bahkan tidak memiliki cukup biaya untuk sekadar mencoba mendaftar. Untuk pergi ke Jakarta saja, ke kantor JICA untuk melamar seleksi Japan Development Scholarship (JDS), saya harus berpikir berkali-kali.

Pak Sutikto kemudian melakukan sesuatu yang sampai hari ini masih saya ingat dengan rasa haru. Beliau memberikan saya ongkos perjalanan Jakarta pulang-pergi dari dana operasional rektor.

Peristiwa itu bahkan sempat membuat bagian keuangan bertanya-tanya. Mereka mengira saya mungkin kerabat beliau. Tidak ada penjelasan lain yang tampak masuk akal bagi mereka mengapa seorang dosen muda menerima biaya dari dana operasional rektor.

Padahal kenyataannya sangat sederhana. Kami tidak memiliki hubungan keluarga apa pun. Bahkan bidang ilmu kami pun sangat berbeda. Pak Sutikto berasal dari dunia agriculture, sementara saya menekuni hubungan internasional.

Yang ada hanyalah kemurahan hati seorang ilmuwan senior kepada seseorang dosen muda yang sedang mencoba melangkah lebih jauh.

Kepercayaan beliau bahkan tercatat secara resmi. Dalam formulir aplikasi studi saya, nama beliau tercantum sebagai guarantor selama saya belajar di Jepang. Bagi sistem administrasi, itu mungkin hanya sebuah tanda tangan. Tetapi bagi saya, itu adalah bentuk kepercayaan yang sangat besar, sekaligus tanggung jawab moral yang saya rasakan hingga hari ini.

Ketika saya akhirnya kembali dari Jepang setelah menyelesaikan studi S2, saya datang menemui beliau. Saya menceritakan pengalaman belajar saya dan nilai-nilai (values) yang saya peroleh selama kuliah.

Yang paling saya ingat dari pertemuan itu adalah ekspresi wajah beliau.

Ada kegembiraan yang jernih di sana. Bukan kegembiraan seorang birokrat yang merasa berhasil mengirim stafnya belajar. Lebih dari itu. Ia tampak seperti seorang guru yang melihat muridnya pulang membawa kabar baik.

Pada saat itulah saya menyadari sesuatu yang sederhana tetapi sangat berarti.

Hubungan kami tidak pernah benar-benar terasa seperti hubungan antara rektor dan dosen.

Pak Sutikto memperlakukan saya seperti seorang ilmuwan senior kepada peneliti muda yang ingin terus belajar, dengan ketulusan yang tidak dibuat-buat.

Dalam dunia akademik, kita sering berbicara tentang sistem, kebijakan, dan institusi. Semua itu tentu penting. Namun pada akhirnya, masa depan ilmu sering kali ditentukan oleh sesuatu yang jauh lebih manusiawi, seseorang yang bersedia percaya pada orang lain.

Dr. Ir. T. Sutikto adalah orang seperti itu.

Beliau dua periode memimpin Universitas Jember sebagai rektor. Namun bagi saya pribadi, jabatan itu bukan hal pertama yang teringat ketika mengingat beliau.

Yang selalu kembali dalam ingatan saya justru momen-momen kecil, sebuah pertemuan di gang rektorat, sebuah undangan masuk ke ruang kerja, sebuah surat rekomendasi yang ditulis dengan cepat, dan ongkos perjalanan yang memungkinkan sebuah mimpi benar-benar dimulai.

Kadang sejarah seseorang tidak hanya tercatat dalam keputusan-keputusan besar yang diumumkan kepada publik. Ia juga hidup dalam keputusan-keputusan kecil yang diam-diam mengubah kehidupan orang lain.

Dalam perjalanan akademik saya, besar atau kecil, ada bagian yang tidak bisa dilepaskan dari nama Pak Sutikto.

Dan mungkin di situlah letak jejak seorang akademisi sejati.

Ia tidak hanya meninggalkan bangunan atau kebijakan.
Ia meninggalkan manusia-manusia yang pernah ia percayai untuk terus belajar.

Terima kasih, Pak Tikto, telah memberi teladan tentang apa artinya menjadi seorang akademisi yang memimpin dengan kepercayaan, ketulusan, dan keberanian membuka jalan bagi orang lain.

Selamat jalan, Pak Tikto.
Rest in Peace.

Agus Trihartono
Guru Besar Diplomasi
FISIP Universitas Jember
Rektor Universitas Islam Cordoba Banyuwangi

]]>