techies – Universitas Jember https://unej.ac.id Working in Harmony, Nurturing the Future Fri, 18 Jul 2025 14:13:35 +0000 en-US hourly 1 https://unej.ac.id/wp-content/uploads/2023/09/cropped-maskable-unej-icon-1-32x32.png techies – Universitas Jember https://unej.ac.id 32 32 Penerimaan mahasiswa baru Universitas Jember melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) https://unej.ac.id/blog/2025/07/16/penerimaan-mahasiswa-baru-universitas-jember-melalui-jalur-rekognisi-pembelajaran-lampau-rpl/ Wed, 16 Jul 2025 09:35:24 +0000 https://unej.ac.id/?p=175011 Penerimaan mahasiswa baru Universitas Jember melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) memberi kesempatan kepada lulusan Diploma Tiga (D3), Sarjana Terapan (D4), Sarjana (S1) dan mahasiswa putus studi dari Perguruan Tinggi lain (kecuali dikarenakan status dropout) untuk melanjutkan studi ke Program studi pada jenjang yang lebih tinggi atau jenjang yang sama. Penyelenggara RPL Tipe A program studi adalah program studi di Universitas Jember yang telah meluluskan mahasiswa atau telah dinyatakan “eligible” di laman Sistem E-Rekomendasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (SIERRA), memiliki kapasitas SDM yang cukup dan sarana serta prasarana yang memadai untuk menyelenggarakan program RPL.

Universitas Jember menyelenggarakan RPL yang memberi pengakuan atas capaian pembelajaran kepada seseorang yang telah memiliki capaian pembelajaran atau kompetensi yang diperoleh dari pendidikan formal sebelumnya, pendidikan nonformal, informal, dan/atau pengalaman kerja untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi/jenjang yang sama sehingga yang bersangkutan tidak perlu mengambil seluruh satuan kredit semester pada program studi yang diminati.

PENGUMUMAN_RPL_2025_rev_18

Unduh pengumuman

]]>
Penerimaan Mahasiswa Baru Program Studi Profesi Apoteker https://unej.ac.id/blog/2022/07/06/penerimaan-mahasiswa-baru-program-studi-profesi-apoteker/ Wed, 06 Jul 2022 04:47:04 +0000 https://unej.ac.id/?p=13990 PSPPA_UNEJ_2022Download ]]> Pelaksanaan SBMPTBR UNEJ Berjalan Lancar https://unej.ac.id/blog/2022/07/06/pelaksanaan-sbmptbr-unej-berjalan-lancar/ Wed, 06 Jul 2022 03:49:00 +0000 https://unej.ac.id/?p=13844
Jember, 05 Juli 2022

Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Besuki Raya (SBMPTBR) di Universitas Jember berjalan lancar. Kendala kecil seperti halnya keterlambatan peserta datang ke lokasi ujian tidak mengganggu proses berjalannya ujian.

Pada SBMPTBR tahun ini ada sebanyak 5.694 peserta akan berkompetisi memperebutkan 1.498 kursi untuk jenjang pendidikan Strata 1 (S1) di Universitas Jember. Khusus Universitas Jember, jalur SBMPTBR ini merupakan jalur mandiri, dan menjadi jalur penerimaan mahasiswa baru terakhir di tahun ini.

“Alhamdulillah berjalan lancar. Hari ini adalah hari ke 2. Sesuai jadwal yang baru, ujian dilaksanakan sejak tanggal 4 sampai 8 Juli 2022. Untuk peserta yang awalnya terjadwal 10 Juli sudah kami minta merubah jadwal karena terkait Idhul Adha,” ujar Wakil Rektor I Universitas Jember Prof. Slamin saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurut Prof. Slamin, peserta yang memilih program studi dari kelompok sains teknologi (IPA) masih mendominasi. Sebanyak 3.802 memilih kelompok sains teknologi dan peserta dari kelompok sosial humaniora (IPS) sebanyak 1.892.

“Paling banyak peminatnya masih program studi Kedokteran. Ada sebanyak 1.260 peserta. Mereka semua akan berebut kursi Pendidikan Dokter yang hanya ada sebanyak 45 kursi. Memang cukup ketat persaingannya,” jelas Prof. Slamin.

Oleh karena itu menurut Prof. Slamin, untuk menghindari adanya joki ujian, Universitas Jember melakukan pengawasan yang sangat ketat. Sebelum masuk ruang transit ujian, peserta diperiksa menggunakan alat deteksi logam (metal detector) dengan tingkat sensifitas tinggi.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh peserta tidak membawa alat yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan pihak luar. Selain itu kami juga membekali para pengawas ruangan dengan pengetahuan terkait berbagai modus peserta yang dapat dicurigai sebagai joki,” imbuh Prof. Slamin.
Selain itu, soal yang digunakan dalam UTBK SBMPTBR dibuat sesuai dengan standart yang digunakan dalam soal UTBK SBMPTBN 2022. Setiap peserta dan setiap sesi ujian mendapatkan soal yang berbeda dengan tingkat kerumitan yang sama.

“Untuk soal UTBK saya pastikan sangat aman. Server yang digunakan juga milik UNEJ sendiri dan peserta mengerjakannya dengan menggunakan jaringan lokal sehingga kemungkinan terjadinya kebocoran soal sangat kecil sekali,” tandasnya.

]]>
Rofika Lailal Zalsabila https://unej.ac.id/blog/2022/07/04/rofika-lailal-zalsabila/ Sun, 03 Jul 2022 23:20:29 +0000 https://unej.ac.id/?p=13349 Nama                    : Rofika Lailal Zalsabila

Fakultas               : FISIP

Testimoni :

Menjadi mahasiswi Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Jember adalah mimpi saya yang saat ini sudah saya wujudkan. Kolaborasi dan dedikasi dari kami, keluarga Universitas Jember untuk Indonesia tiada hentinya kami lakukan. Melalui sinergi oleh seluruh elemen civitas akademika, saya yakin Universitas Jember akan mengiringi perjalanan yang terbaik untuk Indonesia di masa mendatang.

]]>
Redygta Meigy Maulana https://unej.ac.id/blog/2022/07/04/redygta-meigy-maulana/ Sun, 03 Jul 2022 23:18:37 +0000 https://unej.ac.id/?p=13346 Nama                    : Redygta Meigy Maulana

NIM                  : 190810201153

Fakultas            : Ekonomi dan Bisnis

Testimoni :

Selain karena berlokasi di tempat kelahiran saya, Universitas Jember menawarkan kualitas pengajaran yang baik didukung dengan kualitas manajemen pembelajaran yang prima. Universitas Jember juga memiliki kemitraan di berbagai institusi, yang membuka kesempatan bagi mahasiswa termasuk saya untuk mengeksplorasi diri lebih jauh.

]]>
Maulana Alief Mudzammil https://unej.ac.id/blog/2022/07/04/maulana-alief-mudzammil/ Sun, 03 Jul 2022 23:15:53 +0000 https://unej.ac.id/?p=13342 Nama                    : Maulana Alief Mudzammil

NIM                  : 200710101176

Fakultas            : Hukum

Testimoni          :

“ Merupakan suatu kebanggaan menjadi salah satu keluarga besar UNEJ” Fasilitas yang cukup memadai dan suasana belajar yang nyaman cukup menunjang dan membantu mahasiswa untuk mengoptimalkan potensi yang ada di dalam dirinya. Tidak hanya itu, dosen-dosen berkompeten menjadi pengajar sekaligus mentor dalam melakukan pengembangan diri baik di bidang akademik dan nonakademik, melahirkan tidak hanya insan yang berpikir, namun juga berhati mulia.

]]>
UNEJ Gelar Wisuda Tatap Muka Pertama Kali Sejak Pandemi https://unej.ac.id/blog/2022/07/04/unej-gelar-wisuda-tatap-muka-pertama-kali-sejak-pandemi/ Sun, 03 Jul 2022 21:17:00 +0000 https://unej.ac.id/?p=13846
Jember, 02 Juli 2022
Setelah hampir dua tahun melakukan aktivitas pendidikan secara online dan terbatas akibat pandemi Covid-19, kini aktivitas pendidikan di Universitas Jember mulai berangsur normal. Proses belajar mengajarpun kini sudah banyak yang dilakukan secara tatap muka (offline). Termasuk dalam pelaksanaan wisuda Periode V Tahun Akademik 2021/2022 yang hari ini (Sabtu, 02/7) digelar di auditorium Universitas Jember.

Sebanyak 900 wisudawan dari Program Pascasarjana, Program Sarjana, dan Program Diploma Universitas Jember mengikuti pelaksanaan wisuda secara tatap muka terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Hari ini saya sangat berbahagia kenapa, karena untuk pertama kalinya setelah hampir dua tahun wisuda dilaksanakan secara online. Akhirnya hari ini kita semua dapat melaksanakan prosesi wisuda bersama 900 wisudawan secara luring 100 persen. Ini adalah momen yang lama ditunggu sebelumnya” ujar Iwan Taruna Rektor Universitas Jember saat memberikan sambutan.

Namun demikian, walaupun dilakukan secara tatap muka, wisuda kali ini orang tua tidak diperkenankan turut serta dalam acara prosesi wisuda. Hal ini dalam rangka untuk membatasi dan mencegah jumlah kerumunan yang berlebihan.

“Mohon maaf karena para orang tua tidak bisa mengikuti prosesi wisuda. Hal ini untuk meminimalisir hal-hal yang berpotensi mentransmisikan virus Covid-19 dalam kerumunan. Karena faktanya Covid-19 masih ada meskipun jumlah kasusnya sangat kecil,” jelas Iwan.

Dihadapan wisudawan Iwan mengatakan, ilmu pengetahuan yang diperoleh di kampus Universitas Jember harus dimanfaatkan sebagai bagian solusi menuntaskan permasalahan pembangunan bangsa dan negara Indonesia. Iwan berpesan agar kompetensi yang dimiliki dapat membantu wisudawan menjadi generasi pemimpin berikutnya.

“Pemimpin dibidang apapun yang anda kejar. Namun demikian anda harus menyadari bahwa hidup yang akan anda jalani bukanlah jalan yang lempeng atau lurus tanpa hambatan hingga akhir. Pasti akan ditemukan tikungan belokan tanjakan turunan. Oleh karena itu terus bekali diri dengan keterampilan baru,” pesan Iwan.

Iwan menuturkan, masa pendemi telah memberikan pelajaran penting bagi masyarakat untuk bisa hidup dan bertahan dalam semua keadaan. Kemampuan beradaptasi dengan cepat sepatutnya harus dimiliki oleh semua wisudawan agar bisa bertahan atau bahkan merubah keterbatasan menjadi keuntungan.

“Selama dua tahun keadaan memaksa kita semua untuk mempelajari cara-cara baru untuk bekerja sama, saling berkomunikasi, belajar, berdagang, beribadah dengan komunitas kita. Kejadian tersebut memberikan pelajaran bahwa dunia dapat berubah dalam sekejap mata,” imbuhnya lagi.

Sementara itu Wilda Ismi Azizah wisudawan terbaik dari Fakultas Pertanian mengaku senang dirinya bisa mengikuti wisuda secara tatap muka. Wilda berhasil meraih IPK 3.99 dengan masa studi 3 tahun 8 bulan. Wilda merasa terharu karena dapat memberikan kebahagiaan kepada kedua orang tuanya melalui jalan pendidikan.

“Saya tidak pernah menyangka bisa menyelesaikan studi ini. Bersyukur dan berterimakasih kepada para dosen Prodi Agribisnis karena sudah mengikutsertakan Wilda dalam riset kolaborasi dengan Universitas Hokkaido Jepang,” ujar Wilda.

Walaupun sempat mengalami kesulitan dalam penyesuaian proses pembelajaran secara daring, Wilda tidak pernah putus asa. Bekal tekad ingin membahagiakan orang tua membuat Wilda tetap bersemangat belajar.

“Yang ada di fikiran saya hanyalah bagaimana saya dapat membahagiakan orang tua. Maka dari itu saya terus belajar dengan tekun. Kendala pasti ada namun saya selalu optimis, berdoa dan fokus untuk membanggakan orang tua,” jelas Wilda.

]]>
Program Magang MBKM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Mampu mempercepat Sistem Layanan Administrasi dan Informasi di Kabupaten Situbondo https://unej.ac.id/blog/2022/06/29/program-magang-mbkm-fakultas-ekonomi-dan-bisnis-mampu-mempercepat-sistem-layanan-administrasi-dan-informasi-di-kabupaten-situbondo/ Wed, 29 Jun 2022 07:52:00 +0000 https://unej.ac.id/?p=13838 Situbondo – Berkembangnya sistem layanan dan informasi publik berbasis teknologi informasi sudah menjadi kebutuhan pokok di segala sektor guna mempercepat tata kelola administrasi dan layanan public, sumber daya manusia yang unggul di bidang tersebut sangatlah dibutuhkan. Di buktikan dengan keterlibatan mahasiswa yang mampu merealisasikan percepatan sistem layanan Administrasi dan informasi di Kabupaten Situbondo, dengan Program Magang Mahasiswa Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember.

H. Syaifullah, M.M, Sekretaris Daerah Kabupaten Situbondo mengungkapkan dalam wawancaranya seusai acara Closing Ceremony Magang MBKM di Pendopo Pemkab Situbondo (29/06/2022), bahwa kehadiran mahasiswa Magang tersebut banyak hal yang dapat mewarnai kondisi administrasi pengelolaan keuangan yang ada di desa, dalam pelaksanaanya mereka dapat membantu mempercepat proses pelaporan serta system keuangan yang ada di desa.

“Sistem keuangan sudah jalan, karena kita ada aplikasi di desa dan hal ini terbantu dengan hadirnya adik-adik mahasiswa serta memberikan semangat kepada teman-teman perangkat desa,” katanya.

Dirinya berharap adanya kesinambungan dengan program tersebut, dirinya berharap kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember dapat mengirimkan mahasiswa pada program MBKM tersebut, “tentu akan kita pilih apakah harus ke desa lagi atau ke OPD, karena kita melihat masih ada OPD yang lemah untuk kita bisa dorong dalam memberikan semangat khususnya dalam pengelolaan keuangan di kabupatten Situbondo,” katanya.

Dirinya juga berharap akan adanya perubahan dengan sentuhan para mahasiswa Magang tersebut, terutama pada system yang sudah ada untuk di percepat dan laporan-laporan agar bisa tepat waktu.

Sementara itu Dr. Siti Maria Wardayati, M.Si, Ak.CA,CPA. Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember, dalam sambutannya mengatakan, Program Magam MBKM ini merupakan prasarat bagi mahasiswa S1 utamanya setelah menempuh semester 5 perkuliahan, pada semester tersebut kampus mempersilahkan mahasiswanya magang, yang nantinya akan disetarakan dengan mata kuliah 20 sks dengan minimal 17 Jam dan maksimal 23 jam, dengan harapan mahasiswa lulus telah siap di dinia kerja dan berkarya.

“sebanyak 25 mahasiswa yang menjalani magang dari tanggal 1 Maret hingga 30 Juni 2022. Mereka akan magang di Desa Kertosari, Desa Kendit, Desa Sumberkolak, Desa Curah Jeru, Desa Demung, Desa Talkandang, Desa Alas Malang, Desa Kaporangan dan Desa Olean. Di setiap desa, ada dua hingga tiga mahasiswa yang menjalani magang. Tidak hanya mahasiswa yang magang, FEB Universitas Jember juga menugaskan 25 dosen selaku Dosen Pembimbing Lapangan. Dari data yang ada, 20 mahasiswa peserta magang MBKM di Pemkab Situbondo adalah putra daerah, yang pada hari ini kami closing, karena nilai mahasiswa harus masuk system pada 1 Juli 2022,” katanya. Sehingga nilai tersebut dapat dikonversi menjadi matakuliah.

Pada kesempatan itu juga Ica Pemisdewi Safitri salah satu mahasiswi peserta magang MBKM yang menceritakan tentang pengalamannya selama magang di desa Curah Jeru, dirinya mengakui memiliki pengalaman baru dimana selama ini sepengetahuanya yang dirinya pelajari di kampus dengan dunia kerja itu berbeda, dirinya mencontohkan tentang aplikasi keuangan desa.

Pangalaman menarik lainnya, gadis asal Lumajang ini mengungkapkan sulitnya komunikasi dengan perangkat desa. Pasalnya, bahasa sehari-hari dirinya menggunakan bahasa Jawa sementara di Desa tersebut mayoritas berbahasa Madura.

“Pertama kali saya masuk disana, saya kurang memahami bahasa perangkat desa disana, jadi, kalo bahasa Maduranya itu di ‘Cokoco’ (di bohongi) namun disis yang lain saya tidak mengalami kesulitan karena perangkat desa sangat menyambut baik kehadiran kami,” katanya.

Dirinya berharap kedepan magang MBKM tersebut dapat berjalan dan dapat disebar di seluruh desa-desa yang ada di kota lain dan kabupaten Situbondo ini khususnya. (is)

]]>
Jas Merah dan Jas Hijau di Kampus Universitas Jember https://unej.ac.id/blog/2022/06/16/jas-merah-dan-jas-hijau-di-kampus-universitas-jember/ Wed, 15 Jun 2022 19:19:00 +0000 https://unej.ac.id/?p=11827 Jember, 14 Juni 2022
Dalam rangka memperingati Hari lahir Pancasila yang jatuh di tanggal 1 Juni, Universitas Jember menggelar rangkaian kegiatan Semarak Bulan Pancasila selama sebulan. Salah satu kegiatan adalah seminar bertema “Relasi Negara dan Agama Dalam Perspektif Pancasila” yang menghadirkan pembicara utama Wakil Ketua MPR RI sekaligus anggota Komisi X DPR RI, Ahmad Basarah, di auditorium Universitas Jember (14/6). Dalam pemaparannya, Ahmad Basarah mengingatkan segenap keluarga besar Universitas Jember dan seluruh hadirin untuk jangan sekali-kali melupakan sejarah, bahwa keberadaan Pancasila sebagai dasar dan filosofi bangsa serta persatuan Indonesia adalah juga hasil ijtihad para ulama. Ahmad Basarah memang sengaja memberi judul paparannya di kampus Universitas Jember, Jas Merah dan Jas Hijau.

Menurut Ahmad Basarah, pada saat Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) bersidang dalam rangka mencari dasar negara maka Bung Karno lah yang secara jelas dan tegas menawarkan dasar negara yang bernama Pancasila yang terdiri dari butir kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan Ketuhanan. Tawaran konsep Bung Karno kemudian diterima secara aklamasi diterima seluruh anggota BPUPK pada 1 Juni 1945. Dalam perjalanan selanjutnya Panitia 9 pada tanggal 22 Juni 1945 kemudian menghasilkan Piagam Jakarta yang menjadi cikal bakal pembukaan UUD.

Sebelum UUD disahkan pada 18 Agustus, Bung Hatta menemui para tokoh perwakilan Islam untuk membahas kalimat Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya. Akhirnya dengan ijtihad dan kebijaksanaan para tokoh Islam seperti KH A. Wachid Hasyim, KH. A. Kahar Moezakir, R. Abikoesno Tjokrosoejoso dan H. Agus Salim, maka kalimat tersebut menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa. Kebijaksanaan para ulama tersebut disambut kegembiraan luar biasa oleh para anggota PPKI.

“Jadi jangan sekali-kali melupakan sejarah atau Jas Merah atau kita akan tergilincir ! Sebab dengan ijtihad dan kebijaksanaan para ulama atau Jas Hijau, maka Pancasila diterima menjadi dasar negara serta Indonesia tetap bisa bersatu, bahkan hingga kini. Bahwa apa yang diajarkan oleh Hadratus Syaikh KH. Hasyim jika mencintai tanah air adalah sebagian dari iman membuktikan bahwa melaksanakan ajaran Islam dan mencintai Indonesia bisa dilakukan dengan satu tarikan napas,” jelas Ahmad Basarah yang disertasinya di Universitas Diponegoro mengupas tentang sejarah kalahiran Pancasila.


Dosen luar biasa di Fakultas Hukum Universitas Jember ini lantas menegaskan jika kepentingan umat Islam telah diwadahi dalam negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Hal ini dibuktikan dengan sekian banyak aturan perundangan yang terkait kebutuhan langsung umat Islam seperti Undang-Undang Wakaf, Undang-Undang Haji dan Umroh, Undang-Undang Perbankan Syariah, Undang-Undang Peradilan Agama hingga yang terbaru Undang-Undang tentang Pesantren. Sehingga menurutnya narasi yang mempertentangkan antara Islam dengan Pancasila, Islam dengan Indonesia sungguh tidak relevan dan ingin memecah belah Indonesia.

Selain menghadirkan pembicara utama, Ahmad Basarah, tampil sebagai pembicara adalah Wakil Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Karjono, yang hadir secara daring. Pembicara lainnya adalah Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Saad Ibrahim. Kemudian Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur, M. Mas’ud Said, dan Rektor Universitas Tujuh Belas Agustus Banyuwangi, Andang Subaharianto. Seminar dihadiri dosen dan mahasiswa Universitas Jember dan perguruan tinggi lainnya di Jember dan sekitarnya.

Sementara itu dalam sambutan pembukaannya, Rektor Universitas Jember menyebutkan kegiatan seminar adalah salah satu dari sekian banyak kegiatan di ajang Semarak Bulan Pancasila. Selain seminar akan ada kuliah kebangsaan, lomba cerdas cermat Pancasila tingkat SLTA, pemilihan guru PPKN berprestasi, Pemilihan Kepala Desa mitra Universitas Jember Berprestasi dan kegiatan lainya. “Semarak Bulan Pancasila digelar sebagai perwujudan Universitas Jember yang sudah berkomitmen meneguhkan UNEJ menjadi Kampus Pancasila dan turut serta dalam mengembangkan dan membumikan nilai-nilai Pancasila,” kata Iwan Taruna.

Peresmian Taman Edukasi Kebangsaan
Sebelum menjadi pemateri dalam seminar, wakil ketua MPR RI meresmikan Taman Edukasi Kebangsaan yang berada di Universitas Jember. Dalam sambutannya, Ahmad Basarah mengutip pendapat sastrawan Estonia, Juri Lina. Menurut Juri Lina ada tiga cara melemahkan sebuah bangsa yakni kaburkan sejarahnya, hancurkan bukti-bukti sejarahnya dan putuskan hubungan dengan leluhurnya. Jika ketiga cara ini berhasil diterapkan pada sebuah bangsa maka kita tinggal menunggu hilangnya negara tersebut dari percaturan dunia.

“Oleh karena itu saya sangat mengapresiasi inisiatif Universitas Jember mendirikan Taman Edukasi Kebangsaan ini agar kaum muda tahu bagaimana perjalanan bangsanya. Agar mereka tahu jika Republik Indonesia ini dibangun diatas pengorbanan keringat, darah hingga nyawa para pahlawan kita. Bahwa Indonesia menjadi negara besar karena dilandasi persatuan segenap warganya yang beraneka suku, agama, dan budaya. Sebagai perguruan tinggi yang sudah membai’at dirinya sebagai Kampus Pancasila maka keberadaan Taman Edukasi Kebangsaan menjadi bukti Universitas Jember telah membumikan Pancasila,” tutur Ahmad Basarah.

Sementara itu menurut Rektor Universitas Jember, Taman Edukasi Kebangsaan berisi mural pahlawan bangsa, keberagaman adat istiadat suku di Indonesia hingga bangunan ikonik dan rumah ibadah, serta Presiden dari masa ke masa. Setiap mural dilengkapi kode batang (QR Code) yang jika difoto dengan gawai akan memunculkan penjelasan audio visual kepada pengunjung. “Taman Edukasi Kebangsaan ini diharapkan menjadi wahana edukasi kebangsaan yang kekinian. Tidak saja bagi keluaga besar Universitas Jember namun juga bagi warga Umum. Selain belajar maka pengunjung bisa berolah raga dan bersantai di Taman Edukasi Kebangsaan Universitas Jember,” pungkas Iwan Taruna. (iim)

]]>
Universitas Jember dan 23 PTS di Besuki Raya Gelar SBMPTBR 2022 https://unej.ac.id/blog/2022/06/09/universitas-jember-dan-23-pts-di-besuki-raya-gelar-sbmptbr-2022/ Wed, 08 Jun 2022 19:00:00 +0000 https://unej.ac.id/?p=11775 Jember, 8 Juni 2022
Universitas Jember bersama 23 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di wilayah Besuki Raya sepakat menggelar jalur pendaftaran mahasiswa baru Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Besuki Raya (SBMPTBR) 2022. Universitas Jember menetapkan SBMPTBR menjadi jalur ujian mandiri setelah sebelumnya telah melaksanakan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Walaupun menyandang nama Besuki Raya, semua siswa atau peserta dari seluruh Indonesia dapat mendaftarkan diri.

Kesepakatan ini terwujud dalam rapat koordinasi SBMPTBR 2022 di aula lantai III gedung Rektorat dr. R. Achmad Universitas Jember yang dihadiri Rektor Universitas Jember beserta para wakil rektor dan perwakilan seluruh PTS di wilayah Besuki Raya yang terbentang dari Probolinggo hingga Banyuwangi yang tergabung dalam SBMPTBR 2022 (8/6). PTS yang terlibat diantaranya Universitas Tujuh Belas Agustus Banyuwangi, Akademi Kesehatan Rustida Banyuwangi, Akademi Kebidanan Dharma Praja Bondowoso, STKIP PGRI Situbondo, ITB Widya Gama Lumajang, Panca Marga Probolinggo dan PTS lainnya.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Jember menegaskan keberadaan SBMPTBR yang sudah dimulai semenjak tahun 2015 adalah salah satu perwujudan dari kerjasama antara PTN dengan PTS di wilayah Besuki Raya yang bermula dari Forum Silaturahmi PTN-PTS Besuki Raya. Selain kerjasama dalam penerimaan mahasiswa baru, kerjasama yang telah dijalin adalah dengan mengadakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kolaboratif di beberapa kota. Kerjasama juga diwujudkan dengan berbagai pelatihan serta kegiatan akademik seperti seminar dan riset bersama.

“Bagi kalangan PTS, SBMPTBR dapat menjadi sarana seleksi calon mahasiswa baru yang efektif dan efisien. Adanya parameter seleksi yang sama juga dapat menjadi tolak ukur sejauh mana kualitas calon mahasiswa yang akan kita terima. Bagi siswa atau peserta akan mendapatkan kemudahan memilih program studi di Universitas Jember dan atau di PTS hanya dalam satu kali seleksi. Sementara bagi Universitas Jember, jalur SBMPTBR adalah jalur ujian mandiri yang menyediakan kuota dua puluh persen mahasiswa baru angkatan tahun 2022,” kata Iwan Taruna yang dalam kesempatan ini didampingi semua wakil rektor, Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi serta para Kepala Biro di lingkungan Universitas Jember.

Sementara itu Wakil Rektor I bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember menjelaskan, proses pendaftaran SBMPTBR akan dilakukan secara daring dari tanggal 20 Juni hingga 30 Juni 2022. Kemudian dilanjutkan dengan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada tanggal 4 Juli hingga 10 Juli 2022. Mengingat kondisi penanganan pandemi Covid-19 yang makin membaik, maka panitia memutuskan seleksi menggunakan UTBK yang digelar di kampus Universitas Jember. Proses akan bermuara pada pengumuman di tanggal 13 Juli 2022 yang dilanjutkan dengan proses registrasi ulang di masing-masing kampus.

“Panitia bersepakat untuk mekanisme seleksi pada SBMPTBR tahun ini menggunakan Ujian Tulis Berbasis Komputer. Untuk itu kami sudah menyiapkan perangkat komputer sebanyak 675 di setiap sesi UTBK-nya. Mekanisme seleksi dengan UTBK kami pilih sebab lebih cocok mengingat ada calon peserta yang mungkin kemarin tidak mengikuti SBMPTN sehingga diharapkan kesempatan siswa untuk melanjutkan ke bangku kuliah makin terbuka lebar,” ungkap Prof. Slamin. (iim)

]]>