Berita – Universitas Jember https://unej.ac.id Working in Harmony, Nurturing the Future Fri, 01 Jul 2022 02:05:51 +0000 en-US hourly 1 https://unej.ac.id/wp-content/uploads/2023/09/cropped-maskable-unej-icon-1-32x32.png Berita – Universitas Jember https://unej.ac.id 32 32 Program Magang MBKM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Mampu mempercepat Sistem Layanan Administrasi dan Informasi di Kabupaten Situbondo https://unej.ac.id/blog/2022/07/01/program-magang-mbkm-fakultas-ekonomi-dan-bisnis-mampu-mempercepat-sistem-layanan-administrasi-dan-informasi-di-kabupaten-situbondo-2/ Fri, 01 Jul 2022 02:05:51 +0000 https://news.unej.ac.id/?p=161527 Situbondo – Berkembangnya sistem layanan dan informasi publik berbasis teknologi informasi sudah menjadi kebutuhan pokok di segala sektor guna mempercepat tata kelola administrasi dan layanan public, sumber daya manusia yang unggul di bidang tersebut sangatlah dibutuhkan. Di buktikan dengan keterlibatan mahasiswa yang mampu merealisasikan percepatan sistem layanan Administrasi dan informasi di Kabupaten Situbondo, dengan Program Magang Mahasiswa Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember.

H. Syaifullah, M.M, Sekretaris Daerah Kabupaten Situbondo mengungkapkan dalam wawancaranya seusai acara Closing Ceremony Magang MBKM di Pendopo Pemkab Situbondo (29/06/2022), bahwa kehadiran mahasiswa Magang tersebut banyak hal yang dapat mewarnai kondisi administrasi pengelolaan keuangan yang ada di desa, dalam pelaksanaanya mereka dapat membantu mempercepat proses pelaporan serta system keuangan yang ada di desa.

“Sistem keuangan sudah jalan, karena kita ada aplikasi di desa dan hal ini terbantu dengan hadirnya adik-adik mahasiswa serta memberikan semangat kepada teman-teman perangkat desa,” katanya.

Dirinya berharap adanya kesinambungan dengan program tersebut, dirinya berharap kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember dapat mengirimkan mahasiswa pada program MBKM tersebut, “tentu akan kita pilih apakah harus ke desa lagi atau ke OPD, karena kita melihat masih ada OPD yang lemah untuk kita bisa dorong dalam memberikan semangat khususnya dalam pengelolaan keuangan di kabupatten Situbondo,” katanya.

Dirinya juga berharap akan adanya perubahan dengan sentuhan para mahasiswa Magang tersebut, terutama pada system yang sudah ada untuk di percepat dan laporan-laporan agar bisa tepat waktu.

Sementara itu Dr. Siti Maria Wardayati, M.Si, Ak.CA,CPA. Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember, dalam sambutannya mengatakan, Program Magam MBKM ini merupakan prasarat bagi mahasiswa S1 utamanya setelah menempuh semester 5 perkuliahan, pada semester tersebut kampus mempersilahkan mahasiswanya magang, yang nantinya akan disetarakan dengan mata kuliah 20 sks dengan minimal 17 Jam dan maksimal 23 jam, dengan harapan mahasiswa lulus telah siap di dinia kerja dan berkarya.

“sebanyak 25 mahasiswa yang menjalani magang dari tanggal 1 Maret hingga 30 Juni 2022. Mereka akan magang di Desa Kertosari, Desa Kendit, Desa Sumberkolak, Desa Curah Jeru, Desa Demung, Desa Talkandang, Desa Alas Malang, Desa Kaporangan dan Desa Olean. Di setiap desa, ada dua hingga tiga mahasiswa yang menjalani magang. Tidak hanya mahasiswa yang magang, FEB Universitas Jember juga menugaskan 25 dosen selaku Dosen Pembimbing Lapangan. Dari data yang ada, 20 mahasiswa peserta magang MBKM di Pemkab Situbondo adalah putra daerah, yang pada hari ini kami closing, karena nilai mahasiswa harus masuk system pada 1 Juli 2022,” katanya. Sehingga nilai tersebut dapat dikonversi menjadi matakuliah.

Pada kesempatan itu juga Ica Pemisdewi Safitri salah satu mahasiswi peserta magang MBKM yang menceritakan tentang pengalamannya selama magang di desa Curah Jeru, dirinya mengakui memiliki pengalaman baru dimana selama ini sepengetahuanya yang dirinya pelajari di kampus dengan dunia kerja itu berbeda, dirinya mencontohkan tentang aplikasi keuangan desa.

Pangalaman menarik lainnya, gadis asal Lumajang ini mengungkapkan sulitnya komunikasi dengan perangkat desa. Pasalnya, bahasa sehari-hari dirinya menggunakan bahasa Jawa sementara di Desa tersebut mayoritas berbahasa Madura.

“Pertama kali saya masuk disana, saya kurang memahami bahasa perangkat desa disana, jadi, kalo bahasa Maduranya itu di ‘Cokoco’ (di bohongi) namun disis yang lain saya tidak mengalami kesulitan karena perangkat desa sangat menyambut baik kehadiran kami,” katanya.

Dirinya berharap kedepan magang MBKM tersebut dapat berjalan dan dapat disebar di seluruh desa-desa yang ada di kota lain dan kabupaten Situbondo ini khususnya. (is)

]]>
Puluhan UMKM Jember Mengikuti Semarak Bulan Pancasila di FEB Universitas Jember https://unej.ac.id/blog/2022/06/30/puluhan-umkm-jember-mengikuti-semarak-bulan-pancasila-di-feb-universitas-jember/ Thu, 30 Jun 2022 01:55:53 +0000 https://news.unej.ac.id/?p=161523 JEMBER – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember menggandeng para UMKM di Kabupaten Jember untuk menyemarakkan bulan pancasila, selain itu Fakultas Ekonomi dan Bisnis juga mekerjasama dengan Bea Cukai Cabang Jember dan Bank Indonesia Jember. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lapangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember (28/06/2022). Dalam kegiatan tersebut dikemas dalam Forum Diskusi, Business Plan Competition dan Gelar Produk dengan tema “Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila Melalui Perekonomian Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan”. Dengan menghadirkan Narasumber Ir. Oentarno Wibowo, MPA. Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II Malang, Sudarta, S.E.,Ak.,MPP.,CA.,CAMS,CBTC, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember dan Donny Agustinus Waluyo, SE. Pelaku UMKM.

Menurut Prof. Dr. Isti Fadah, M.Si, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember dalam wawancaranya mengatakan kegiatan ini adalah kolaborasi dengan ISEI, Perguruan Tinggi di Sekar Kijang (Besuki Raya dan Lumajang) serta mitra FEB yaitu Kantor Bea Cukai, BI Jember dan UMKM. Dengan target para peserta dapat menerapkan Nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Pada kegiatan ini kami melibatkan Mahasiswa dalam lomba Paduan suara tingkat Fakultas, untuk UMKM 20 peserta, sebetulnya banyak yang mendaftar namun kerena keterbatasan tempat dan natinya kurang optimal jadi kita seleksi, dan kami prioritaskan Alumni dan binaan dari Mitra kami yaitu Bea Cukai dan BI,” katanya. dirinya berharap dalam kegiatan tersebut Fakultas Ekonomi dan Bisnis ikut berkontribusi dalam sector ekonomi dan bisnis local dan Internasional.

Ir. Oentarno Wibowo, MPA. Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II Malang, dalam forum diskusi tersebut menjelaskan tentang Peran Bea Cukai dalam Memberikan Kemudahan Ekspor untuk UMKM dan apa urgensi Bea Cukai di Jember?.

Dirinya mengatakan tugas dari Bea Cukai ada 4 yaitu : Memfasilitasi Perdagangan Ekspor dan Impor setra kemudahan investasi, Trade Fasilitator dan Industrial Assistance, Community Protector atau Perlindungan masyarakat dan Revenue Collector atau Penerimaan Negara.

“Dalam penerimaan Negara kami mentargetkan 59 Trilliun pertahun, salah satu penerimaan Bea Culai dari bea cukai hasil tembaku dan salah satu tugas tambahan dari bea cukai dari amanah Menteri yaitu membina UMKM untuk memfasilitasi kemudahan dalam ekspor impor,” katanya.

Dirinya akan mengajak para UMKM melalui jaringan yang dimiliki oleh Bea Cukai untuk membuat suatu kegiatan webinar Internasional dengan menggandeng 5 negara yang diantaranya Jepang, Singapura, Hongkong dan Korea Selatan. “Kenapa kami menggandeng lima Negara tersebut? karena salah satu pintu masuk perdagangan ke Eropa,” lugasnya.

Lalu dirinya mengungkapkan selama pengalamannya dalam membina UMKM ada 3 kelemahan yaitu yang pertama adalah Kualitas yang belum tentu memenuhi syarat akan tetapi ada syarat dari pembeli yang tidak dapat dipenuhi, kedua adalah kuantitas dan yang ketiga adalah kontinuitas.

“tantangan UMKM saat ini yaitu Kesulitan Naik Kelas dimana usaha mikro mendominasi (99,6%) dan proporsinya tidak banyak berubah dalam 10 tahun terakhir, Minimnya akses digitalisasi dimana 25,5% UMKM yang memanfaatkan marketplace (data BI, 2022) dan Sebagian besar mengalami kendala pemasaran online karena kurangnya pengetahuan, keterbatasan SDM dan infrastruktur. Sulitnya menembus pasar Global, hanya 4,1% UMKM mampu masuk Global Value Chain dan kontribusi ekspor 15,6%,’ paparnya.

Lalu dirinya menambahkan UMKM belum produktif, sesuai data BPS 46,7% UMKM didominasi sector perdagangan, belum mampu menciptakan value added tinggi dan UMKM belum terlibat dalam rantai produksi sector usaha menengah dan besar.

“Kekurangan Layanan Finansial juga menjadi tantangan para UMKM, dimana menurut data OJK tahun 2020 menyebutkan Jumlah rekening kredit UMKM di bank baru mencapai 32,17% dari total jumlah rekening kredit perbankan dan data BI 2021 menyebutkan rasio kredit yang disalurkan kepada UMKM sebesar 21,8% dari total kredit nasional,” paparnya.

Sementara itu Sudarta, S.E.,Ak.,MPP.,CA.,CAMS,CBTC, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, memaparkan tentang Perkembangan Perekonomian SEKARKIJANG, dirinya memaparkan gambaran umum wilayah sekar kijang yang di antaranya, Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Lumajang dan Situbondo dalam gambaran tersebut dirinya mengungkapkan selain banyak tantangan namun juga banyak peluang dimana pada tahun 2021 Ekonomi sekar kijang mengalami peningkatan 3,80% dibandingkan tahun sebelumnya yaitu -2,97% kerana dilanda pandemic.

“Pertumbuhan ekonomi di sekarkijang sudah membaik pada tahun 2021 sudah positif, mendekati 4% sama halnya di Jember sudah 4%, artinya ekonomi kita sudah membaik seiring dengan mobilitas masyarakat, ini adalah peluang bagi para UMKM karena sudah dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat” katanya.

Kemudian dia memaparkan tentang tantangan pada tahun 2022 dimana tekanan Inflasi terus meningkat dan berada diatas sasaran inflasi 3±1% dibandingkat dua tahun yang lalu. Pasalnya, terjadinya kenaikan harga barang terus menerus. Tercatan di Kabupaten Jember pada mei 2022 inflasi IHK Jember sebesar 0,52%(mtm), lebih rendah disbanding bulan sebelumnya sebasar 1,43% (mtm). Realisasi inflasi yang lebih rendah disebabkan oleh rendahnya tekanan pada seluruh kelompok komuniditas ini, ditengah stabilnya pasokan pasar pacsa Hari Raya Idul Fitri sehingga berdampak terhadap lebih stabilnya permintaan domestic.

“Jika yang pertama adalah peluang karena perbaikan ekonomi dan yang kedua UMKM mengalami kenaikan biaya produksi, hal inilah yang harusnya menjadi konsen bagi para pelaku UMKM bagaimana mencari stategi lebih tepat,” harapnya.

Tiga focus kebijakan Bank Indonesia dalam pengembangan UMKM yaitu Korporatisasi, UMKM akan di Linkkan dengan perusahaan-perusahaan yang dapat menyerap produk UMKM dengan cepat, yang kedua Kapasitas yaitu focus pada legalitas UMKM dan yang ke tiga Pembiayaan. (is)

]]>
Universitas Jember Bentuk Kader Kesehatan Reproduksi. https://unej.ac.id/blog/2022/06/22/universitas-jember-bentuk-kader-kesehatan-reproduksi/ Tue, 21 Jun 2022 23:07:56 +0000 https://news.unej.ac.id/?p=161479 Jember, 18 Juni 2022
Universitas Jember melalui Pusat Layanan Kesehatan (UMC) LP2M membentuk Kader Kesehatan Reproduksi yang terdiri dari 30 orang perwakilan mahasiswa di tiap-tiap fakultas di lingkungan Universitas Jember. Kader Kesehatan Reproduksi ini bertugas untuk mengkampanyekan kesehatan reproduksi yang dikemas dalam program-program yang sesuai dengan usia mereka, yang bisa dilakukan secara langsung ataupun melalui media sosial. Sebelum terjun ke lapangan para kader ini diberi pembekalan dalam kegiatan workshop “Pembentukan dan Peran Kader Kesehatan Reproduksi” yang dilaksanakan di Aula Ruang Tunggu Layanan Klinik UMC Universitas Jember.

Menurut dr. Ulfa Elfiah, M.Kes., Sp.BP-RE.(K) Kepala Pusat Layanan Kesehatan , Kader Kesehatan Reproduksi ini perlu dibentuk karena kasus-kasus yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi ini banyak terjadi khususnya di kalangan anak muda. “Diantaranya seperti peningkatan aborsi yang cukup tinggi, menurut angka kejadian aborsi kurang lebih tahun 2020-2021 telah terjadi 36 kasus per 1000 wanita di Indonesia . Selanjutnya tindak kekesaran seksual tidak hanya di masyarakat, di rumah tangga, tetapi juga sudah merambah di ranah pendidikan”jelasnya. Dari data dan kasus-yang berkembang inilah yang akhirnya juga mendorong pembentukan Unit kesehatan reproduksi di UMC.

dr. Ulfa Elfiah, M.Kes., Sp.BP-RE.(K) juga menjelaskan bahwa Program yang dibuat para Kader Kesehatan Reproduksi ini akan bekerjasama dengan beberapa pihak diantaranya adalah dengan Pusat Studi Gender. “Saat ini Program Studi Gender sedang giat-giatnya mengkampanyekan bebas kekerasan seksual, jadi nanti para kader ini akan berdiskusi dengan teman-teman di Pusat Studi Gender untuk membahas program-program yang bisa dijalankan”. dr.Ulfa menambahkan para Kader kesehatan reproduksi , UMC dan Pusat Studi Gender akan mendata persoalan apa saja yang terkait dengan kesehatan reproduksi di lingkungan kampus sebagai fokusnya, kemudian kepada masyarat sekitar kampus dan masyarakat Jember pada umumnya, sehingga dapat memberi gambaran layanan yang tepat yang harus disediakan.


Sementara itu di kesempatan yang sama Ketua Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jember, Prof. Dr. Hadi Prayitno, M.Kes, sangat mengapresiasi dengan dibentuknya Kader Kesehatan Reproduksi di Universitas Jember. Menurutnya dengan dibentuknya kader ini diharapkan mampu untuk mengurangi kasus-kasus yang disebabkan oleh kurang fahamnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi baik untuk remaja atau masyarakat pada umumnya. “PKBI sejak awal yang perlu digaris bawahi adalah konsen terhadap kesehatan reproduksi remaja, agar remaja itu bisa bertanggungjawab pada organ reproduksinya, karena begitu organ reproduksinya tidak dijaga dengan baik maka konsekwensinya jangka panjang dan sangat komplek.” Jelasnya.
Selanjutnya Prof. Dr. Hadi Prayitno, M.Kes berharap agar para kader nantinya bias membentuk kelompok di fakultas masing-masing dengan pembinaan dari UMC sebagai leading sector dari program ini sehingga terus membesar dan berkesinambungan untuk mengedukasi masyarakat tentang kesehatan reproduksi. (did)

]]>
Pancasila Sebagai Toleransi Kebangsaan, NKRI Harga Mati https://unej.ac.id/blog/2022/06/21/pancasila-sebagai-toleransi-kebangsaan-nkri-harga-mati/ Tue, 21 Jun 2022 00:24:53 +0000 https://news.unej.ac.id/?p=161472 JEMBER – Dalam Rangka Memperingati Hari Lahirnya Pancasila, Fakultas Pertanian Universitas Jember menggelar kegiatan Semarak Bulan Pancasila dengan Tajuk “Pancasila Sebagai Toleransi Kebangsaan, NKRI Harga Mati”, kegiatan tersebut di laksanakan di halaman Fakultas Pertanian, Sabtu malam (18/06/2022). Kegiatan tersebut dalam rangka memperdalam pengetahuan tentang perihal yang terkandung dalam butir-butir pancasila dan memperkuat rasa toleransi dalam beragama dan bernegara. Hal itu di ungkapkan oleh Prof. Dr. Ir. Soetriono, MP. Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jember dalam sambutannya di hadapan 600 Mahasiswa baru angkatan 2021 dari Kampus Tegal boto dan Kampus UNEJ Bondowoso.

“Kami harapkan adik-adik di Fakultas pertanian tidak hanya lihat kebijakannya saja, tetapi mengilhami apa yang ada di butir butir Pancasila, diresapi dan diimplementasikan,” katanya.

Prof. Dr. Ir. Soetriono, MP. Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jember berharap, agar supaya menjaga toleransi dalam beragama, Berempati sesama “Tolong itu dicanangkan jangan sampai terhasut ke sana kemari mengikuti kegiatan-kegiatan yang tidak mencerminkan bangsa Indonesia. Tidak mencerminkan pada sikap tidak mencerminkan Bhinneka Tunggal Tunggal Ika.”pungkasnya.


Di tempat yang sama  K. H. Muhammad Balya Firjaun Barlaman, Wakil Bupati Jember dalam wawancarnya dengan Tim Humas Universitas Jember mengatakan, kegiatan tersebut perlu dilakukan secara berkesinambungan. “Apa yang diprakarsai oleh FAPERTA itu terkait dengan nilai- nilai kebangsaan tanah ini, kegiatan ini dirasa penting mengingat para mahasiswa sebagai generasi muda kita yang kini semakin kebelakang dan semakin jauh jarak ruang dan waktu dengan founding father kita, sehingga mungkin pemahaman terhadap Pancasila sendiri. Ini semakin berkurang,” tuturnya.

Lalu dirinya menuturkan, forum tersebut penting untuk dilakukan. Pasalnya, generasi muda perlu diberikan pemahaman tentang Ideologi Pancasila, hal ini menurutnya kegiatan tersebut harus di lakukan oleh semua kalangan masyarakat, tidak hanya dari akademisi, hal tersebut penting untuk menemukan nilai kebangsaan dan nasionalisme serta religius.

“Karena pemuda itu biasanya gagah-gagahan, beda perguruan saja sudah pencak silat ini sering utara, padahal itu semua saudara. Nah, bagaimana kita semuanya di bawah merah putih menjadi semuanya menjadi satu keluarga, menjadi satu saudara, walaupun beda agama dan beda daerah,” tuturnya.

Dalam pidatonya dirinya mengatakan, di Indonesia sifatnya inteligen dan sudah terbukti dalam sejarah. “NKRI ini merupakan final, NKRI harga mati. Ya, karena apa? Karena Pancasila sebagai ide sebagai filsafat bangsa ini dan mampu merangkul semuanya, sehingga kemudian lahirlah istilah persaudaraan, yang berisikan tentang trilogi Persaudaraan sesama agama, persaudaraan sesama bangsa, dan persaudaraan sesama manusia,” paparnya. Yang lebih dikenal dengan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah Watoniah dan ukhuwah basyariah.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Dr. Fendi Setyawan, SH., MH. Dengan materi “Pancasila Sebagai Titik Temu” yang dalam penyajian materinya banyak memaparkan hasil survey tentang radikalisme pada masyarakat.

“Ini data reset. Adik-Adik boleh percaya boleh tidak. Tapi ini warning bagi kita semua, dari asia center for strategic and international studies ACSIS, juga melakukan survei terkait dengan sikap bila ada gagasan yang hendak mengganti Pancasila dengan ideologi lain. kawanan minimal usia 17 sampai dengan 29 tahun. 9,5 persen setuju, dan non milenial di atas 30 tahun 11,8. Persen, berikutnya penerimaan terhadap pimpinan yang berbeda. Agama ini sangat mencengangkan. Data yang diperoleh oleh ACSIS ada 53,7 persen tidak setuju pemimpin itu adalah nonmuslim untuk milenial. Sementara untuk non milenial jauh lebih besar lagi persentasenya 58,1. Persen. Dari sini bapak ibu sekalian kita memperoleh gambaran bagaimana tingkat toleransi kita,” ungkapnya.

Radikalisme di kampus semakin terbuka, dirinya menceritakan tentang pengalaman menjadi salah satu narasumber pasca kejadian kasus pembuangan sesajen di Kabupaten Lumajang, menurutnta sikap intoleransi sudah begitu kuat. “Padahal secara yuridis saya kemukakan pasal 4 5 undang undang 11 2008 dalam undang undang ITE. Pasal 156 KUH perdata pidana dan pasal 105 6 AQ jelas jelas melarang perbuatan itu, kita tunggu aja tindakan hukum,” ungkapnya.


Terlepas dari data yang dirinya sampaikan. Ada satu ancaman terhadap karakter bangsa. Pertama, menguatnya kepentingan individu. Kedua adalah berkembangnya paham fundamentalisme pasar hal ini berkaitan dengan pengaruh liberalisme dan kapitalisme global. Ketiga, adanya dominasi sistem. Hukum modernland yang kita adopsi melalui organisasi organisasi dunia. Keempat, menguatnya paham kosmopolitanisme, dan kelima adalah menguatnya fundamentalisme agama.

“Kelima hal ini menjadi satu ancaman terhadap keberlangsungan jati diri bangsa kita dan persoalan ini sebenarnya jauh jauh sebelumnya.” Tutupnya. (is)

]]>
Universitas Jember Masuk Lima Besar Perguruan Tinggi Penerima Dana PPK Ormawa 2022 https://unej.ac.id/blog/2022/06/19/universitas-jember-masuk-lima-besar-perguruan-tinggi-penerima-dana-ppk-ormawa-2022/ Sun, 19 Jun 2022 06:18:29 +0000 https://news.unej.ac.id/?p=161458 Jember, 17 Juni 2022
Mahasiswa Universitas Jember kembali mencetak prestasi, kali ini ada tujuh Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) yang mendapatkan pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbudristek. Ketujuh Ormawa ini sukses mendapatkan pendanaan melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2022. Keberhasilan ini menempatkan Universitas Jember di posisi keempat dari sekian banyak perguruan tinggi peserta PPK Ormawa 2022. Kabar gembira ini disampaikan langsung oleh Wakil Rektor I bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember, Prof. Slamin (17/1).

“Alhamdulillah, ada tujuh Ormawa di Universitas Jember yang mendapatkan pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti. Mereka adalah Himpunan Mahasiswa Elektro Fakultas Teknik, IAAS Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik. Himpunan Mahasiswa Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian, BPM Fakultas Keperawatan, GEMAPITA FKIP, BEM FMIPA, serta HMPS Pendidikan IPA FKIP,” jelas Prof. Slamin. Sebagai informasi peringkat pertama perguruan tinggi yang paling banyak menerima dana PPK Ormawa 2022 adalah Institut Pertanian Bogor yang meloloskan 10 Ormawa, Universitas Diponegoro (9 Ormawa), Universitas Gadjah Mada (8 Ormawa), Universitas Jember (7 Ormawa) dan Universitas Negeri Sebelas Maret (7 Ormawa).

Menurut Prof. Slamin, PPK Ormawa adalah program Direktorat Pembelajaran dan kemahasiswaan Ditjen Dikti yang bertujuan menguatkan peran dan fungsi Ormawa yang diimplementasikan dalam program pengabdian kepada masyarakat. Melalui PPK Ormawa, diharapkan mahasiswa berlatih menjadi calon pemimpin transformasional dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat. Tema PPK Ormawa tahun ini adalah “Penguatan kapasitas Organisasi Kemahasiswaan guna mewujudkan capaian kompetensi pembelajar Abad 21 untuk kesejahteraan masyarakat”. Ada tiga belas topik yang bisa dipilih diantaranya topik sanggar tani muda, sosioprenur, sekolah perempuan, konservasi tanaman obat, rumah inovasi dan topik lainnya.

Salah satu penerima pendanaan adalah Himpunan Mahasiswa Program Studi Peternakan (HIMAPROSTER) Fakultas Pertanian Universitas Jember kampus Bondowoso. Mereka akan melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Sulek, Kecamatan Tlogosari Kabupaten Bondowoso dengan topik “Pemberdayaan Kampung Ternak Subur Berkah Melalui Inovasi Complate Feed Block System Di Desa Sulek Bondowoso”. Menurut Ketua PPK Ormawa HIMAPROSTER, Rizky Adi Chandra, kelompoknya akan melaksanakan program pendampingan penambahan nutrisi pada pakan ternak sehingga bobot ternak diharapkan akan bertambah secara signifikan. Program ini mendapatkan dana sebesar 35 juta rupiah dan akan digelar dari bulan Juli hingga Desember 2022 oleh 15 mahasiswa.

Sementara itu pendamping PPK Ormawa HIMAPROSTER, Nur Widodo menambahkan, selain berkesempatan membantu warga Desa Sulek melalui PPK Ormawa, mahasiswa juga akan mendapatkan konversi mata kuliah dalam rangka Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. “Mahasiswa peserta PPK Ormawa akan mendapatkan konversi mata kuliah sebanyak sepuluh SKS. Mata kuliah yang bisa dikonversi diantaranya Nutrisi Pakan dan Industri Peternakan. Bagi Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Jember kampus Bondowoso, PPK Ormawa menjadi kelanjutan dari program sebelumnya yakni program usaha pembibitan ternak domba di Desa Sulek. Program ini adalah program kerjasama, untuk bibit domba disediakan oleh Baznas Bondowoso, kandang dan pakan oleh warga dan Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Jember kampus Bondowoso memberikan pendampingan,” pungkas Nur Widodo. (iim)

]]>
Jas Merah dan Jas Hijau di Kampus Universitas Jember https://unej.ac.id/blog/2022/06/16/jas-merah-dan-jas-hijau-di-kampus-universitas-jember-2/ Thu, 16 Jun 2022 03:46:48 +0000 https://news.unej.ac.id/?p=161442 Jember, 14 Juni 2022
Dalam rangka memperingati Hari lahir Pancasila yang jatuh di tanggal 1 Juni, Universitas Jember menggelar rangkaian kegiatan Semarak Bulan Pancasila selama sebulan. Salah satu kegiatan adalah seminar bertema “Relasi Negara dan Agama Dalam Perspektif Pancasila” yang menghadirkan pembicara utama Wakil Ketua MPR RI sekaligus anggota Komisi X DPR RI, Ahmad Basarah, di auditorium Universitas Jember (14/6). Dalam pemaparannya, Ahmad Basarah mengingatkan segenap keluarga besar Universitas Jember dan seluruh hadirin untuk jangan sekali-kali melupakan sejarah, bahwa keberadaan Pancasila sebagai dasar dan filosofi bangsa serta persatuan Indonesia adalah juga hasil ijtihad para ulama. Ahmad Basarah memang sengaja memberi judul paparannya di kampus Universitas Jember, Jas Merah dan Jas Hijau.

Menurut Ahmad Basarah, pada saat Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) bersidang dalam rangka mencari dasar negara maka Bung Karno lah yang secara jelas dan tegas menawarkan dasar negara yang bernama Pancasila yang terdiri dari butir kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan Ketuhanan. Tawaran konsep Bung Karno kemudian diterima secara aklamasi diterima seluruh anggota BPUPK pada 1 Juni 1945. Dalam perjalanan selanjutnya Panitia 9 pada tanggal 22 Juni 1945 kemudian menghasilkan Piagam Jakarta yang menjadi cikal bakal pembukaan UUD.

Sebelum UUD disahkan pada 18 Agustus, Bung Hatta menemui para tokoh perwakilan Islam untuk membahas kalimat Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya. Akhirnya dengan ijtihad dan kebijaksanaan para tokoh Islam seperti KH A. Wachid Hasyim, KH. A. Kahar Moezakir, R. Abikoesno Tjokrosoejoso dan H. Agus Salim, maka kalimat tersebut menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa. Kebijaksanaan para ulama tersebut disambut kegembiraan luar biasa oleh para anggota PPKI.

“Jadi jangan sekali-kali melupakan sejarah atau Jas Merah atau kita akan tergilincir ! Sebab dengan ijtihad dan kebijaksanaan para ulama atau Jas Hijau, maka Pancasila diterima menjadi dasar negara serta Indonesia tetap bisa bersatu, bahkan hingga kini. Bahwa apa yang diajarkan oleh Hadratus Syaikh KH. Hasyim jika mencintai tanah air adalah sebagian dari iman membuktikan bahwa melaksanakan ajaran Islam dan mencintai Indonesia bisa dilakukan dengan satu tarikan napas,” jelas Ahmad Basarah yang disertasinya di Universitas Diponegoro mengupas tentang sejarah kalahiran Pancasila.


Dosen luar biasa di Fakultas Hukum Universitas Jember ini lantas menegaskan jika kepentingan umat Islam telah diwadahi dalam negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Hal ini dibuktikan dengan sekian banyak aturan perundangan yang terkait kebutuhan langsung umat Islam seperti Undang-Undang Wakaf, Undang-Undang Haji dan Umroh, Undang-Undang Perbankan Syariah, Undang-Undang Peradilan Agama hingga yang terbaru Undang-Undang tentang Pesantren. Sehingga menurutnya narasi yang mempertentangkan antara Islam dengan Pancasila, Islam dengan Indonesia sungguh tidak relevan dan ingin memecah belah Indonesia.

Selain menghadirkan pembicara utama, Ahmad Basarah, tampil sebagai pembicara adalah Wakil Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Karjono, yang hadir secara daring. Pembicara lainnya adalah Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Saad Ibrahim. Kemudian Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur, M. Mas’ud Said, dan Rektor Universitas Tujuh Belas Agustus Banyuwangi, Andang Subaharianto. Seminar dihadiri dosen dan mahasiswa Universitas Jember dan perguruan tinggi lainnya di Jember dan sekitarnya.

Sementara itu dalam sambutan pembukaannya, Rektor Universitas Jember menyebutkan kegiatan seminar adalah salah satu dari sekian banyak kegiatan di ajang Semarak Bulan Pancasila. Selain seminar akan ada kuliah kebangsaan, lomba cerdas cermat Pancasila tingkat SLTA, pemilihan guru PPKN berprestasi, Pemilihan Kepala Desa mitra Universitas Jember Berprestasi dan kegiatan lainya. “Semarak Bulan Pancasila digelar sebagai perwujudan Universitas Jember yang sudah berkomitmen meneguhkan UNEJ menjadi Kampus Pancasila dan turut serta dalam mengembangkan dan membumikan nilai-nilai Pancasila,” kata Iwan Taruna.

Peresmian Taman Edukasi Kebangsaan
Sebelum menjadi pemateri dalam seminar, wakil ketua MPR RI meresmikan Taman Edukasi Kebangsaan yang berada di Universitas Jember. Dalam sambutannya, Ahmad Basarah mengutip pendapat sastrawan Estonia, Juri Lina. Menurut Juri Lina ada tiga cara melemahkan sebuah bangsa yakni kaburkan sejarahnya, hancurkan bukti-bukti sejarahnya dan putuskan hubungan dengan leluhurnya. Jika ketiga cara ini berhasil diterapkan pada sebuah bangsa maka kita tinggal menunggu hilangnya negara tersebut dari percaturan dunia.

“Oleh karena itu saya sangat mengapresiasi inisiatif Universitas Jember mendirikan Taman Edukasi Kebangsaan ini agar kaum muda tahu bagaimana perjalanan bangsanya. Agar mereka tahu jika Republik Indonesia ini dibangun diatas pengorbanan keringat, darah hingga nyawa para pahlawan kita. Bahwa Indonesia menjadi negara besar karena dilandasi persatuan segenap warganya yang beraneka suku, agama, dan budaya. Sebagai perguruan tinggi yang sudah membai’at dirinya sebagai Kampus Pancasila maka keberadaan Taman Edukasi Kebangsaan menjadi bukti Universitas Jember telah membumikan Pancasila,” tutur Ahmad Basarah.

Sementara itu menurut Rektor Universitas Jember, Taman Edukasi Kebangsaan berisi mural pahlawan bangsa, keberagaman adat istiadat suku di Indonesia hingga bangunan ikonik dan rumah ibadah, serta Presiden dari masa ke masa. Setiap mural dilengkapi kode batang (QR Code) yang jika difoto dengan gawai akan memunculkan penjelasan audio visual kepada pengunjung. “Taman Edukasi Kebangsaan ini diharapkan menjadi wahana edukasi kebangsaan yang kekinian. Tidak saja bagi keluaga besar Universitas Jember namun juga bagi warga Umum. Selain belajar maka pengunjung bisa berolah raga dan bersantai di Taman Edukasi Kebangsaan Universitas Jember,” pungkas Iwan Taruna. (iim)

]]>
BRI Work, Jembatan Mahasiswa Menuju Dunia Kerja https://unej.ac.id/blog/2022/06/13/bri-work-jembatan-mahasiswa-menuju-dunia-kerja/ Mon, 13 Jun 2022 03:02:30 +0000 https://news.unej.ac.id/?p=161420 Jember, 10 Juni 2022
Universitas Jember kini memiliki fasilitas baru, yakni BRI Work hasil kolaborasi bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dalam sambutan peresmiannya, Direktur Kepatuhan BRI, A. Solichin Lutfiyanto menjelaskan, fasilitas BRI Work diharapkan menjadi wahana bagi mahasiswa untuk belajar, magang dan beradaptasi dengan dunia kerja sehingga kelak saat lulus nanti tak lagi canggung memasuki dunia kerja. Keberadaan BRI Work di Universitas Jember diresmikan secara bersama oleh Direktur Kepatuhan BRI, A. Solichin Lutfiyanto, dan Direktur Jaringan dan Layanan BRI, Andrijanto, bersama Rektor Universitas Jember, Iwan Taruna (10/6). BRI Work di Universitas Jember adalah yang ketiga setelah sebelumnya sudah berdiri di Universitas Gadjah Mada dan Institut Pertanian Bogor.

Menurut Direktur Kepatuhan BRI, keberadaan BRI Work adalah bagian dari kontribusi BRI bagi kemajuan pendidikan Indonesia, khususnya meningkatkan ketrampilan mahasiswa di bidang perbankan. Nantinya BRI Work yang menyediakan layanan perbankan, ruang kerja bersama (co working space) dan sarana pelatihan diharapkan membuat lulusan Universitas Jember lebih pede memasuki dunia kerja. Tidak hanya melibatkan dosen dan mahasiswa, namun praktisi BRI juga akan mengisi berbagai pelatihan yang akan digelar secara berkelanjutan.

“Sebagai praktisi, kami masih menemukan lulusan perguruan tinggi yang membutuhkan masa adaptasi saat memasuki dunia kerja, mereka belum seratus persen dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Keberadaan BRI Work diharapkan memperpendek masa adaptasi tersebut dengan cara memberikan knowlegde, skill, attitude serta self confident. Tentu saja nanti tidak hanya ketrampilan yang terkait dunia perbankan saja, namun juga di bidang lainnya. Termasuk praktisi BRI akan memberikan transfer ilmu dan ketrampilan kepada mahasiswa dan dosen,” ujar A. Solichin Lutfiyanto yang merupakan alumnus Fakultas Pertanian Universitas Jember angkatan tahun 1987.

Bantuan fasilitas BRI Work disambut rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi oleh Rektor Universitas Jember. Menurutnya keberadaan BRI Work yang digagas sejak tahun 2020 lalu ini akan menjadikan mahasiswa Universitas Jember makin kompatibel dengan dunia kerja. Fasilitas BRI Work berada di lantai dasar Gedung R. Soedjarwo yang berdekatan dengan UPT Perpustakaan, Gedung CDAST, Gedung C-RiSHH serta gedung rektorat sehingga sangat strategis mengingat menjadi tempat favorit mahasiswa untuk berkumpul dan berdiskusi.

“Kemampuan soft skill memang harus diberikan sejak dini kepada mahasiswa. Dan adanya program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka salah satunya bertujuan memberikan berbagai ketrampilan kepada mahasiswa, serta memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mahasiswa mencari ilmu, ketrampilan dan pengalaman di luar kampus. Jadi adanya BRI Work selaras dengan program Merdeka belajar-Kampus Merdeka,” tutur Iwan Taruna. (iim)

 

]]>
Universitas Jember Dampingi Desa Sidomulyo Jadi Desa Digital dan Kampung Pancasila https://unej.ac.id/blog/2022/06/11/universitas-jember-dampingi-desa-sidomulyo-jadi-desa-digital-dan-kampung-pancasila-2/ Sat, 11 Jun 2022 09:24:26 +0000 https://news.unej.ac.id/?p=161413 Jember, 10 Juni 2022
Universitas Jember akan mendampingi Desa Sidomulyo menjadi desa digital sekaligus sebagai Kampung Pancasila. Komitmen ini disampaikan oleh Rektor Universitas Jember kala mengunjungi desa penghasil kopi berkualitas di Kecamatan Silo Jember hari Kamis lalu (9/6). Kunjungan kerja kali ini untuk melihat kondisi terkini Desa Sidomulyo yang semenjak tahun 2007 menjadi Desa Binaan Universitas Jember. Bentuk binaan yang diberikan adalah pendampingan bagi petani kopi baik dari sisi budi daya, produksi kopi hingga pembentukan koperasi Ketakasi. Bahkan berkat program pengabdian kepada masyarakat di Desa Sidomulyo ini pada tahun 2013 Universitas Jember berhasil memperoleh penghargaan SDGs dari Presiden RI.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Jember menyampaikan kunjungan kali ini dalam rangka bersilturahmi dengan warga desa Sido Mulyo, napak tilas program pengabdian kepada masyarakat serta meneguhkan kembali komitmen Universitas Jember untuk tetap mendampingi warga Desa Sidomulyo. Dan kini terbukti program pendampingan yang dilakukan oleh Universitas Jember hampir dua dekade lalu itu telah membuahkan banyak manfaat bagi warga.

“Hari ini kita melihat Desa Sidomulyo sudah terkenal sebagai desa penghasil kopi terbaik di Kabupaten Jember, bahkan kopi Desa Sidomulyo sudah masuk pasar ekspor. Kami bersyukur pendampingan yang dilakukan oleh kawan-kawan terutama dari Fakultas Pertanian sudah menunjukkan hasil terlihat dari indikator meningkatnya kesejahteraan para petani dan kesadaran akan pendidikan yang lebih baik, terbukti makin banyak anak-anak muda Desa Sidomulyo yang melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana,” tutur Iwan Taruna.

Iwan Taruna lantas mengingat beberapa permasalahan yang menjadi tantangan di Desa Sidmulyo kala itu diantaranya petani terjerat ijon dan mutu kopi yang belum maksimal. Problema ini kemudian coba diselesaikan dengan memberikan ketrampilan pengolahan kopi olah basah hingga menjadi produk siap saji, pemberian mesin olah kopi hingga pendirian koperasi Ketakasi. Peran Universitas Jember ini sangat penting dalam rangka menjaga kualitas usaha pertanian kopi di Desa Sidomulyo. Kisah sukses di Desa Sidomulyo ini pula yang coba direplikasi di desa binaan Universitas Jember lainnya.

Sementara itu Kepala Desa Sidomulyo, Ners. Kamaludin, S.Kep., mengungkapkan, saat ini desanya memiliki beberapa program yang diharapkan akan disokong oleh Universitas Jember. Diantaranya adalah menjadikan Desa Sidomulyo sebagai desa digital dengan program andalan Mal Pelayanan Publik. Ada pula program desa devisa serta Desa Sidomulyo sebagai destinasi wisata edukasi. “Kami juga bertekad memiliki Kampung Pancasila dengan beberapa program andalan diantaranya Desa Sholawat, Desa Cerdas, Desa Sejahtera, Desa Sehat, Desa Kreatif, Desa Pelayanan, Desa Sadar Hukum & Melek Media, Desa Peduli Dhuafa & Anak Yatim, Desa Peduli Lingkungan,” ungkap Ners. Kamaludin, S.Kep.

Dalam kunjungan kerja tersebut turut hadir Prof. Slamin, Wakil Rektor I, Prof. Bambang Kuswandi, Wakil Rektor III, Prof. Yuli Witono, Ketua LP2M, Prof. Sutriono, Dekan Fakultas Pertanian dan Dr. Ir. Bambang Marhaenanto, M.Eng., IPM., Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember. (niz/is)

]]>
Universitas Jember dan 23 PTS di Besuki Raya Gelar SBMPTBR 2022 https://unej.ac.id/blog/2022/06/09/universitas-jember-dan-23-pts-di-besuki-raya-gelar-sbmptbr-2022-2/ Thu, 09 Jun 2022 05:32:40 +0000 https://news.unej.ac.id/?p=161408 Jember, 8 Juni 2022
Universitas Jember bersama 23 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di wilayah Besuki Raya sepakat menggelar jalur pendaftaran mahasiswa baru Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Besuki Raya (SBMPTBR) 2022. Universitas Jember menetapkan SBMPTBR menjadi jalur ujian mandiri setelah sebelumnya telah melaksanakan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Walaupun menyandang nama Besuki Raya, semua siswa atau peserta dari seluruh Indonesia dapat mendaftarkan diri.

Kesepakatan ini terwujud dalam rapat koordinasi SBMPTBR 2022 di aula lantai III gedung Rektorat dr. R. Achmad Universitas Jember yang dihadiri Rektor Universitas Jember beserta para wakil rektor dan perwakilan seluruh PTS di wilayah Besuki Raya yang terbentang dari Probolinggo hingga Banyuwangi yang tergabung dalam SBMPTBR 2022 (8/6). PTS yang terlibat diantaranya Universitas Tujuh Belas Agustus Banyuwangi, Akademi Kesehatan Rustida Banyuwangi, Akademi Kebidanan Dharma Praja Bondowoso, STKIP PGRI Situbondo, ITB Widya Gama Lumajang, Panca Marga Probolinggo dan PTS lainnya.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Jember menegaskan keberadaan SBMPTBR yang sudah dimulai semenjak tahun 2015 adalah salah satu perwujudan dari kerjasama antara PTN dengan PTS di wilayah Besuki Raya yang bermula dari Forum Silaturahmi PTN-PTS Besuki Raya. Selain kerjasama dalam penerimaan mahasiswa baru, kerjasama yang telah dijalin adalah dengan mengadakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kolaboratif di beberapa kota. Kerjasama juga diwujudkan dengan berbagai pelatihan serta kegiatan akademik seperti seminar dan riset bersama.

“Bagi kalangan PTS, SBMPTBR dapat menjadi sarana seleksi calon mahasiswa baru yang efektif dan efisien. Adanya parameter seleksi yang sama juga dapat menjadi tolak ukur sejauh mana kualitas calon mahasiswa yang akan kita terima. Bagi siswa atau peserta akan mendapatkan kemudahan memilih program studi di Universitas Jember dan atau di PTS hanya dalam satu kali seleksi. Sementara bagi Universitas Jember, jalur SBMPTBR adalah jalur ujian mandiri yang menyediakan kuota dua puluh persen mahasiswa baru angkatan tahun 2022,” kata Iwan Taruna yang dalam kesempatan ini didampingi semua wakil rektor, Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi serta para Kepala Biro di lingkungan Universitas Jember.

Sementara itu Wakil Rektor I bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember menjelaskan, proses pendaftaran SBMPTBR akan dilakukan secara daring dari tanggal 20 Juni hingga 30 Juni 2022. Kemudian dilanjutkan dengan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada tanggal 4 Juli hingga 10 Juli 2022. Mengingat kondisi penanganan pandemi Covid-19 yang makin membaik, maka panitia memutuskan seleksi menggunakan UTBK yang digelar di kampus Universitas Jember. Proses akan bermuara pada pengumuman di tanggal 13 Juli 2022 yang dilanjutkan dengan proses registrasi ulang di masing-masing kampus.

“Panitia bersepakat untuk mekanisme seleksi pada SBMPTBR tahun ini menggunakan Ujian Tulis Berbasis Komputer. Untuk itu kami sudah menyiapkan perangkat komputer sebanyak 675 di setiap sesi UTBK-nya. Mekanisme seleksi dengan UTBK kami pilih sebab lebih cocok mengingat ada calon peserta yang mungkin kemarin tidak mengikuti SBMPTN sehingga diharapkan kesempatan siswa untuk melanjutkan ke bangku kuliah makin terbuka lebar,” ungkap Prof. Slamin. (iim)

]]>
PT. Inka Ajak Universitas Jember Wujudkan KA Ramah Lingkungan https://unej.ac.id/blog/2022/06/08/pt-inka-ajak-universitas-jember-wujudkan-ka-ramah-lingkungan/ Wed, 08 Jun 2022 02:36:43 +0000 https://news.unej.ac.id/?p=161403 Jember, 7 Juni 2022
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Industri Kereta Api (INKA) mengajak Universitas Jember turut serta mewujudkan produk kereta api (KA) yang ramah lingkungan. Pasalnya produk alat transportasi dengan menggunakan energi hijau atau energi terbaharukan akan mendominasi ekosistem transportasi di era Revolusi Industri 4.0. Ajakan ini disampaikan langsung oleh Direktur Pengembangan PT. INKA, Agung Sedaju, di hadapan Rektor dan sivitas akademika Universitas Jember di acara “Road Show Skema Kerjasama PT. INKA (Persero) Dengan Perguruan Tinggi” di aula lantai III gedung Rektorat dr. R. Achmad Universitas Jember (7/6).

Menurut Direktur Pengembangan PT. INKA, pihaknya sudah memulai pengembangan baterai untuk KA, termasuk mengkaji pengembangan KA dengan bahan bakar hidrogen yang ramah lingkungan. Namun tentu saja pengembangan produk KA ramah lingkungan perlu didukung dengan riset dan kerjasama dengan berbagai pihak, terutama perguruan tinggi yang memiliki berbagai pakar dengan beragam latar belakang keilmuan. Sebab tidak mungkin jika riset KA ramah lingkungan dilakukan oleh PT. INKA saja, yang dana risetnya masih terbatas. Agung Sedaju lantas menambahkan, bidang kerjasama yang akan dijalin terbuka lebar seperti riset baterai, energi terbaharukan, Internet of Thing (IoT), autonomus rail rapid transit serta tema riset lainnya.

“Untuk itu kami menawarkan berbagai skema kerjasama dengan dunia perguruan tinggi, termasuk Universitas Jember. Ada skema kerjasama riset bersama antara PT. INKA dengan beberapa perguruan tinggi dengan pendanaan dari LPDP dan Kedai Reka Ditjen Dikti Kemendikbudristek. Kedua skema riset antara PT. INKA dengan perguruan tinggi secara profesional baik atas nama institusi maupun pribadi. Ketiga skema kerjasama pendidikan yang akan memberikan kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk magang di PT. INKA berdasarkan tema riset tertentu. Bahkan kami bersedia membayar royalti produk inovatif perguruan tinggi yang berkesesuaian dengan kebutuhan pengembangan kereta api dan produk turunannya,” jelas Agung Sedaju.

Tawaran kerjasama dari PT. INKA diterima dengan hangat oleh Universitas Jember, seperti yang disampaikan oleh Rektor, Iwan Taruna. Menurutnya, inisiatif PT. INKA mengajak perguruan tinggi bekerjasama sudah selaras dengan kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang dijalankan oleh Ditjen Dikti Kemendikbudristek. Skema kerjasama yang terbuka untuk segera ditindaklanjuti diantaranya pada skema riset bersama dan kesempatan magang bagi dosen dan mahasiswa. Turut hadir dalam kegiatan kali ini Wakil Rektor I dan Wakil Rektor III serta para dosen beserta mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Jember.

“Universitas Jember merasa bangga dan terhormat dipilih PT. INKA untuk bekerjasama mengingat posisinya sebagai salah satu BUMN strategis di Indonesia. Kesempatan ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Jember. Kami juga mengundang praktisi PT. INKA untuk mengajar di kampus sebagai perwujudan program MBKM. Jika di tahap awal yang terlibat baru Fakultas Teknik, saya harapkan nanti akan berkembang dengan melibatkan fakultas lain di Universitas Jember mengingat bidang kerja PT. INKA tidak hanya di bidang keteknikan saja,” ujar Iwan Taruna. (iim)

]]>