Hype – Universitas Jember https://unej.ac.id Working in Harmony, Nurturing the Future Thu, 02 Apr 2020 03:37:22 +0000 en-US hourly 1 https://unej.ac.id/wp-content/uploads/2023/09/cropped-maskable-unej-icon-1-32x32.png Hype – Universitas Jember https://unej.ac.id 32 32 Bantuan Paket Data Internet Bagi Mahasiswa Universitas Jember https://unej.ac.id/blog/2020/04/02/bantuan-paket-data-internet-bagi-mahasiswa-universitas-jember/ https://unej.ac.id/blog/2020/04/02/bantuan-paket-data-internet-bagi-mahasiswa-universitas-jember/#comments Thu, 02 Apr 2020 03:37:22 +0000 https://news.unej.ac.id/?p=24037 [vc_row][vc_column][vc_column_text]Guna memperlancar perkuliahan secara daring (study from home), Universitas Jember memberikan bantuan paket data internet senilai Rp. 50.000,00/per bulan bagi mahasiswa yang membutuhkan. Bantuan paket data internet disalurkan melalui provider/operator Telkomsel dan Indosat. Bantuan paket data internet ini diberikan kepada mahasiswa jenjang S1 dan Diploma dari bulan April hingga Juni 2020, dengan ketentuan sebagai berikut ;

1. Bantuan paket data diberikan kepada mahasiswa jenjang S1 dan Diploma yang aktif mengikuti kuliah di semester genap tahun akademik 2019/2020.
2. Mahasiswa yang membutuhkan paket data internet mendaftarkan diri melalui user Sister masing-masing pada menu event yang hanya dapat diakses melalui Sister Web dengan mencantumkan nomor handphone dan jenis provider/operator.
3. Masa pendaftaran nomor handphone mahasiswa untuk bantuan paket data internet bulan April adalah mulai 2 April hingga 8 April 2020.
4. Untuk penyaluran bantuan paket data internet bulan Mei dan Juni akan diinformasikan lebih lanjut melalui broadcast Telegram pada bulan awal bulan Mei dan Juni 2020.

[/vc_column_text][vc_single_image image=”24038″ img_size=”full”][/vc_column][/vc_row]

]]>
https://unej.ac.id/blog/2020/04/02/bantuan-paket-data-internet-bagi-mahasiswa-universitas-jember/feed/ 592
Perpanjangan Masa Pencegahan Penyebaran COVID-19 https://unej.ac.id/blog/2020/03/26/perkuliahan-secara-daring-melalui-mmp-di-perpanjang-sampai-dengan-tanggal-30-april-2020/ https://unej.ac.id/blog/2020/03/26/perkuliahan-secara-daring-melalui-mmp-di-perpanjang-sampai-dengan-tanggal-30-april-2020/#comments Thu, 26 Mar 2020 05:24:59 +0000 https://news.unej.ac.id/?p=23330 Surat Edaran COVID-19 ]]> https://unej.ac.id/blog/2020/03/26/perkuliahan-secara-daring-melalui-mmp-di-perpanjang-sampai-dengan-tanggal-30-april-2020/feed/ 16 Pencegahan Dini COVID-19 https://unej.ac.id/blog/2020/03/04/pencehagahan-dini-covid-19/ https://unej.ac.id/blog/2020/03/04/pencehagahan-dini-covid-19/#comments Wed, 04 Mar 2020 01:13:41 +0000 https://news.unej.ac.id/?p=20974 SURAT-EDARAN-PENCEGAHAN-DINI-COVID-19_UNEJ ]]> https://unej.ac.id/blog/2020/03/04/pencehagahan-dini-covid-19/feed/ 20 Rektor Moh. Hasan Pamit di Acara Wisuda Universitas Jember Periode IV https://unej.ac.id/blog/2020/01/27/rektor-moh-hasan-pamit-di-acara-wisuda-universitas-jember-periode-iv/ Mon, 27 Jan 2020 01:59:18 +0000 https://news.unej.ac.id/?p=19810 Jember, 26 Januari 2020

Upacara wisuda periode IV tahun akademik 2019/2020 Universitas Jember menjadi ajang pamitan Rektor, Moh. Hasan. Upacara wisuda yang dilaksanakan di Gedung Auditorium (26/1) ini menjadi wisuda terakhir yang dipimpinnya sebagai Rektor Universitas Jember. Dalam sambutannya, Moh. Hasan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya sehingga mampu mengemban amanah sebagai rektor selama dua periode. Untuk selanjutnya tongkat estafet kepemimpinan akan diteruskan oleh Iwan Taruna selaku Rektor Universitas Jember periode 2020-2024.

“Terima kasih atas segenap dukungan yang telah diberikan. Berkat kerjasama yang baik Universitas Jember bisa melangkah maju seperti saat ini. Saya atas nama pribadi dan selaku rektor mohon maaf apabila selama mengemban amanah sebagai Rektor Universitas Jember melakukan kesalahan. Semoga Universitas Jember makin jaya di masa yang akan datang,” ujarnya haru. Beberapa prestasi yang bisa dicatat selama kepemimpinan Moh. Hasan diantaranya meraih predikat perguruan tinggi Satuan Kerja dengan laporan keuangan terbaik se Indonesia, menjadi perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menerapkan ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan, serta posisi ke 21 diantara perguruan tinggi seluruh Indonesia.

Wisudawan sebanyak 900 orang lantas mendapatkan motivasi dari Rahmat Hidayat, PhD, anggota badan pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Indonesia. Alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis angkatan tahun 1983 ini mengingatkan agar segenap wisudawan memperkuat jaringan sebagai pendukung kesuksesan di dunia kerja. “Saya lulus tahun 1990, termasuk lama untuk ukuran anak sekarang, tetapi waktu kuliah saya isi dengan berjejaring melalui aktif di berbagai kegiatan intra dan ekstra kampus sehingga ketika lulus sudah memiliki pengalaman selain kompetensi keilmuan yang sangat berguna di dunia kerja,” tutur pria asli Pamekasan ini.

Peraih doktor dari Universiti Kebangsaan Malaysia ini lalu mengingatkan wisudawan Universitas Jember agar mampu mengenali potensi diri, mampu membaca lingkungan, terus menuntut ilmu dan siap beradaptasi dengan perubahan yang makin kerap terjadi. “Dan jangan lupa berdoa, terutama meminta doa restu orang tua. Satu hal lagiu, Anda semua wajib percaya diri sebagai alumnus Universitas Jember,” pesan Rahmat Hidayat yang juga aktif sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi di Jakarta, menjadi pengurus berbagai organisasi keagamaan dan seorang dai ini.

Tampil sebagai wisudawan dengan predikat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi di jenjang sarjana adalah Mailulah Ely Fauziyah, S.Pd., dari Program Studi Pendidikan Matematika  FKIP. Wisudawan asal kota Tape, Bondowoso ini membukukan IPK 3,88 yang diraihnya selama berkuliah 3 tahun 2 bulan dan 5 hari. Sementara untuk jenjang diploma diraih oleh lulusan Program Studi Diploma Usaha Perjalanan Wisata, yakni Althaf Ayyubi Ruswana, AMd. Setelah menyelesaikan kuliah selama 2 tahun 10 bulan 26 hari, arek Malang ini menorehkan IPK 3,53. Sebagai informasi semua wisudawan peraih predikat cum laude sebanyak delapan orang mendapatkan cendera mata dari Rektor Universitas Jember.

Berikut data lulusan Universitas Jember dalam wisuda periode IV tahun akademik 2019/2020.

No Fakultas S 3 S 2 S 1 S 0 Jumlah
1. Hukum 2 11 83 96
2. Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 1 2 58 7 69
3. Pertanian 2 75 77
4. Ekonomi dan Bisnis 2 4 99 9 114
5. Keguruan dan Ilmu Pendidikan 9 153 162
6. Ilmu Budaya 85 85
7. Teknologi Pertanian 54 54
8. Kedokteran Gigi 4 4
9. Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam 4 26 30
10. Kedokteran 7 7
11. Kesehatan Masyarakat 51 51
12. Teknik 72 6 78
13. Farmasi 6 6
14. Keperawatan 18 25 43
15. Ilmu Komputer 19 19
16. Program Pascasarjana 6
  J u m l a h 5 38 810 47 900

 (iim)

]]>
Indonesia Butuh Ribuan Data Scientist https://unej.ac.id/blog/2019/12/15/indonesia-butuh-ribuan-data-scientist/ Sat, 14 Dec 2019 23:36:11 +0000 https://news.unej.ac.id/?p=19401 [vc_row][vc_column][vc_column_text]

Jember, 14 Desember 2019

            Untuk mengembangkan industri berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan perusahaan start up (rintisan), serta menghadapi era Revolusi Industri 4.0. maka Indonesia membutuhkan banyak tenaga kerja dengan keahlian sebagai data scientist atau ilmuwan data. Menurut Syafri Bahar, Vice President Data Gojek yang mengutip data Kominfo RI, setiap tahunnya Indonesia membutuhkan 600 ribu data scientist dari berbagai bidang seperti analis data, intelijen data, rekayasa data, kecerdasan buatan, matematikawan hingga aktuaris. Kebutuhan data scientist ini didasari oleh makin seringnya masyarakat menggunakan berbagai aplikasi TIK dalam kehidupan sehari-hari.

            Syafri Bahar lantas mengambil data yang ada pada aplikasi Go Food. “Dalam sehari kami memproses 7,7 juta transaksi di aplikasi Go Food saja. Tentu saja big data tadi harus dikelola dan dimanfaatkan dengan baik sehingga menjadi bahan bagi perusahaan seperti Gojek untuk terus berinovasi sehingga dapat memunculkan layanan baru,” ujar Syafri Bahar saat tampil sebagai salah satu pembicara dalam kegiatan Talkshow on Data Sciences & Higher Education in Indonesia, Data Acquisition, SuperApps, Insight&Decision Support yang digelar oleh Unit Pelayanan Teknis (UPT) Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Jember di gedung Auditorium (14/12).

Syafri Bahar lantas mencontohkan kelahiran Go Food berawal dari data dimana 80 persen pengguna jasa antar barang di Gojek menggunakan aplikasi ini sebagai jasa antar makanan. “Data tersebut kami olah dan analisa sehingga kemudian kami mengembangkan aplikasi Go Food di tahun 2015 yang kemudian diikuti oleh layanan-layanan lainnya. Kesemuanya berawal dari data,” ungkap matematikawan lulusan Universiteit Twente, Belanda ini. Sukses memanfaatkan data ini juga lah yang menjadi salah satu penyebab Gojek melesat menjadi Decacorn. Kini 1 persen warga Indonesia menggantungkan hidupnya pada Gojek dengan valuasi Gojek yang mencapai 136 triliun rupiah.

Kebutuhan data scientist juga disampaikan oleh Emil Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur yang menjadi pembicara selanjutnya. Menurutnya Pemprov Jawa Timur serius menjalankan program Smart Province dengan kinerja Cepat, Efisien, Tanggap, Transparan, Responsif (CETTAR) berdasarkan pada big data. “Misalnya saja kita sedang melakukan tabulasi silang antara data kemiskinan, kesehatan dan pendidikan warga Jawa Timur sehingga menghasilkan data komprehensif yang dapat menjadi dasar dalam merumuskan berbagai kebijakan. Oleh karena itu Jawa Timur perlu banyak data scientist termasuk dari Universitas Jember,” jelasnya.

Emil Dardak lantas memaparkan konsep Millenial Job Center (MJC) yang digagas Pemprov Jawa Timur sebagai salah satu wahana yang diharapkan dapat mendorong lahirnya makin banyak data scientist di Jawa Timur. “Millenial Job Center mempertemukan antara talenta-talenta berbakat di TIK dan pelaku industri kreatif yang dibina oleh para mentor dengan klien yang membutuhkan ide-ide dan tenaga mereka. Harapannya makin banyak tenaga kerja yang akrab dengan big data serta usaha rintisan yang tumbuh dan berkembang di Jawa Timur,” kata Emil Dardak. Rencananya Millenial Job Center akan berada di bawah Bakorwil yang ada di Jawa Timur.

Tantangan untuk mencetak data scientist ditanggapi positif oleh Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember. Menurutnya Universitas Jember terus mengembangkan berbagai aplikasi TIK dalam proses layanan akademis dan non akademis sehingga memudahkan mahasiswa, dosen dan karyawan menjalankan tugas-tugasnya. “Seperti saat ini kami meluncurkan Sistem Informasi Terpadu atau Sister Next Generation dengan berbagai layanan baru sehingga penerapan e-learning di Kampus Tegalboto diharapkan makin berjalan dengan baik,” tuturnya bangga.

Langkah cepat juga diambil oleh Universitas Jember dengan merintis kerja sama dengan program READI (Risk Management, Economic Sustainability and Actuarial Science Development in Indonesia). Sebelum kegiatan talkshow diadakan, terlebih dahulu digelar diskusi yang melibatkan Direktur READI, Jean Lowry bersama Vice President Data Gojek dengan para dekan, dosen dan mahasiswa Universitas Jember di aula lantai 2 gedung rektorat. Dalam pemaparannya, Jean Lowry menjelaskan salah satu bidang yang digarap oleh  data scientist, yakni profesi aktuaris.

“Aktuaris adalah orang yang bertugas mengelola dan mengurangi dampak resiko finansial dalam suatu usaha. Dalam menjalankan tugasnya, dewasa ini seorang aktuaris selain menerapkan ilmu matematika, statistik, dan bisnis juga mendasarkan analisanya pada big data hingga kecerdasan buatan. Program READI ini memperkenalkan profesi aktuaris dan program studi aktuaria di Indonesia dengan bantuan dari pemerintah Canada. Kami juga bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan dan sudah menjalin kerja sama dengan 12 perguruan tinggi di Indonesia. Pemerintah Canada melalui University of Waterloo juga menyediakan beasiswa S2 untuk bidang kecerdasan buatan dan analisa big data,” ungkap Jean Lowry yang juga dosen di University  of Waterloo ini.

Tawaran kerja sama dari Jean Lowry dengan program READI disambut baik oleh Universitas Jember melalui Zulfikar, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni yang turut hadir dalam kegiatan diskusi. Menurut Zulfikar, Universitas Jember akan menjadikan TIK sebagai salah satu muatan Mata Kuliah Umum sehingga diharapkan semua lulusan Kampus Tegalboto memiliki kemampuan literasi digital. “Kami juga tengah menyusun rencana pembukaan program studi yang terkait data scientist dan program studi aktuaria. Insyaallah prosesnya akan dimulai tahun 2020 nanti,” pungkas Zulfikar. (iim)

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

]]>
Dua Yang Baru Dari Wisuda Universitas Jember Periode III Tahun Akademik 2019/2020 https://unej.ac.id/blog/2019/12/02/dua-yang-baru-dari-wisuda-universitas-jember-periode-iii-tahun-akademik-2019-2020/ Sun, 01 Dec 2019 23:46:22 +0000 https://news.unej.ac.id/?p=19209 [vc_row][vc_column][vc_column_text]

Jember, 30 November 2019

Universitas Jember melaksanakan upacara wisuda periode III tahun akademik 2019/2020 (30/11). Istimewanya, ada dua yang baru dari wisuda kali ini. Yakni memakai gedung auditorium baru, dan wisuda perdana bagi lulusan Program Studi Diploma 3 Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Jember Kampus Pasuruan. Tidak hanya itu saja, Anis Illahi, AMd.Kep, wisudawan Universitas Jember Kampus Pasuruan tampil sebagai wisudawan berprestasi untuk jenjang diploma. Anis Illahi berhasil menorehkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97 sehingga lulus dengan predikat cum laude.

“Alhamdulillah, nggak nyangka jika saya yang lulus dengan IPK tertinggi di jenjang diploma, ini semua berkat dukungan orang tua, dosen dan semua teman-teman seangkatan di Universitas Jember Kampus Pasuruan,” ucap Anis penuh rasa syukur saat ditemui di sela-sela wisuda. Gadis asal Kecamatan Gempol, Pasuruan ini memang tidak menyangka bakal jadi yang terbaik. Karena dulu saat duduk di bangku SMK, bidang yang digelutinya adalah multi media. “Resepnya hanya belajar dan belajar, jika kita sudah berani masuk ke sebuah bidang maka harus total agar mendapatkan yang terbaik, walaupun mungkin latar belakang yang kita geluti sebelumnya sangat jauh berbeda,” tutur Anis saat ditanya apa resepnya hingga sukses meraih IPK 3,97.

Rasa syukur juga disampaikan oleh Rektor Universitas Jember kala memberikan pidato wisuda. Menurut Moh. Hasan, gedung auditorium baru ini adalah salah satu fasilitas yang dibangun dengan bantuan dana dari Islamic Development Bank dan sudah diresmikan oleh Menristekdikti, Moh. Nasir pada bulan Mei 2019 lalu. “Dengan auditorium baru ini maka pelaksanaan wisuda lebih nyaman baik bagi wisudawan maupun orang tuanya. Semoga keberadaan fasilitas baru ini meningkatkan kinerja keluarga besar Universitas Jember,” ujarnya.

Peningkatan kinerja Tri Dharma Universitas Jember juga menjadi tekad Universitas Jember dengan telah diraihnya ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang menjadikan Universitas Jember menjadi perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menerapkan SMAP dalam roda organisasinya. “Dengan modal ISO 37001 maka input yang baik akan kita kelola dan kawal dengan proses yang baik sehingga menghasilkan produk yang baik pula, baik berupa lulusan, penelitian maupun produk pengabdian kepada masyarakat,” kata Moh. Hasan.

Para wisudawan periode III tahun akademik 2019/2020 juga mendapatkan tambahan semangat dengan kehadiran Dr. H. Ikhsan Abdullah, Wakil Ketua Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia. Alumnus Fakultas Hukum Universitas Jember ini mengingatkan para wisudawan agar tak lagi minder menjadi lulusan Universitas Jember. Pasalnya sudah banyak alumnus Kampus Tegalboto yang sukses di berbagai bidang. “Bagi saya resep berkarir itu adalah harus optimis, positif, kerja keras dan doa restu orang tua, Insya Allah Anda bakal berhasil,” pesan pria yang juga menjadi pengacara mantan presiden Gus Dur, dan anggota tim pengacara Jokowi-KH. Makruf Amien saat pilpres kemarin ini.

Tampil sebagai wisudawan dengan predikat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi di jenjang sarjana adalah Farhan Aziz, S.Pd. dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP. Gadis asli Banyuwangi ini memperoleh IPK nyaris sempurna yakni 3,89 yang diraihnya selama berkuliah 3 tahun 11 bulan dan 8 hari. Sementara untuk jenjang diploma diraih oleh Anis Illahi, AMd. Kep. dari Program Studi Diploma 3 Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Jember Kampus Pasuruan dengan IPK 3,97 setelah kuliah selama 2 tahun 11 bulan dan 8 hari.

Berikut data lulusan Universitas Jember dalam wisuda periode III tahun akademik 2019/2020.

No Fakultas S 3 S 2 S 1 S 0 Jumlah
1. Hukum 14 45 59
2. Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2 49 26 77
3. Pertanian 3 60 63
4. Ekonomi dan Bisnis 1 10 80 23 114
5. Keguruan dan Ilmu Pendidikan 17 119 136
6. Ilmu Budaya 5 54 59
7. Teknologi Pertanian 1 34 35
8. Kedokteran Gigi 4 4
9. Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam 5 22 27
10. Kedokteran 4 4
11. Kesehatan Masyarakat 10 10
12. Teknik 27 21 48
13. Farmasi 6 6
14. Keperawatan 29 211 240
15. Ilmu Komputer 14 14
16. Program Pascasarjana 3 3
J u m l a h 1 60 557 281 899

(iim)[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

]]>
Ciptakan Platform kawanhukum.id, Mahasiswa FH UNEJ Juarai Kompetisi Esai https://unej.ac.id/blog/2019/11/11/ciptakan-platform-kawanhukum-id-mahasiswa-fh-unej-juarai-kompetisi-esai/ Mon, 11 Nov 2019 08:57:17 +0000 https://news.unej.ac.id/?p=18915 Jember, 11 November 2019
Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Jember kembali menorehkan prestasi gemilang. Mereka adalah Irfan Dwi Syahroni dan Shofi Munawwir Effendi yang telah berhasil menorehkan Juara 1 dalam Kompetisi Esai Mahasiswa Se Jawa Timur pada ajang Trunojoyo Law Fair UTM, Bangkalan, Madura (03/11/19). Dalam kejuaraan yang bertemakan “Peran Mahasiswa Terhadap Prolematika Isu Hukum di Indonesia” mereka berdua mampu memukau para dewan juri.
“Kami membawakan judul esai mengenai Penciptaan Platform kawanhukum.id di Era Revolusi Industri 4.0. Kawan Hukum ini merupakan media informasi mengenai hukum yang diinisiasi mahasiswa FH UNEJ. Kawanhukum.id berperan untuk mengedukasi dan mengadvokasi masyarakat dalam meningkatkan kesadaran hokum,” ujar Shofi saat diwawancarai oleh tim Humas Universitas Jember, (11/11).


Dibawah bimbingan Muhammad Bahrul Ulum yang juga merupakan Dosen FH UNEJ kawanhukum.id diharapkan mampu menjadi media informasi hukum yang merepresentasikan mahasiswa hukum diseluruh Indonesia. Saat ini kawanhukum.id sudah bisa diakses melalui website, Instagram, Twitter, Facebook, Youtube, hingga Spotify.
“Dalam mengelola kawanhukum.id ini kami menerima secara terbuka tulisan berupa artikel, berita, materi kuliah, fakta unik, hingga info lomba, kerja, magang. Baik mahasiswa, dosen, hingga masyarakat umum dapat membuat akun di kawanhukum.id untuk mengirimkan artikel yang nanti akan diproses oleh tim editor,” lanjut Shofi.
Shofi mengatakan, tujuan Irfan dan Shofi membangun kawanhukum.id dilatar belakangi media informasi akurat dikalahkan oleh media berita hoax yang merajalela. Selain itu, mereka merasa bahwa perlu adanya wadah aspirasi dan motivasi bagi anak hukum yang mengintegrasikan kebutuhan mahasiswa hukum itu sendiri.
“Kami merasa prihatin terhadap kesadaran dan kepatuhan masyarakat pada hukum yang cenderung minim. Maka, sebagai agent of change dan upaya penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, kami ingin berkontribusi dan beraksi melalui kawanhukum.id” jelas Shofi.
Shofi berharap, media edukasi terkait hukum yang di launching resmi pada 01 September 2019 bersama Komisi Yudisial RI di Surabaya ini, mampu menjadi media yang mencerahkan pemahaman masyarakat utamanya dan mahasiswa hukum khususnya, dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap hukum.

]]>
Film Karya Mahasiswa PSTF FIB Universitas Jember Menang Lagi ! https://unej.ac.id/blog/2019/09/25/film-karya-mahasiswa-pstf-fib-universitas-jember-menang-lagi/ Wed, 25 Sep 2019 00:50:39 +0000 https://news.unej.ac.id/?p=17261 [vc_row][vc_column][vc_column_text]

Jember, 24 September 2019

Film karya mahasiswa Program Studi Televisi dan Film Fakultas Ilmu Budaya (PSTF FIB) Universitas Jember menang lagi ! Kini giliran film Encret karya Zulfani Yuninda menyabet gelar The Best Short Fiction Film dalam ajang Borneo Enviromental Film Festival (BEFF) 2019 di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah (20-22/9). Dalam film Encret, Zulfani Yuninda mengangkat isu penyakit diare yang sering dipandang remeh oleh masyarakat, menjadi isu penting yang perlu mendapatkan perhatian dalam sebuah jalinan film ber-genre komedi satir yang apik. Sebelumnya film Kembang Deso karya Nofita Sari dkk, mahasiswi PSTF FIB Universitas Jember mendapatkan apresiasi dengan diundang ke acara talk show Kick Andy.

“Dari data yang saya peroleh, diare masih menjadi penyakit yang banyak diderita khususnya di kalangan anak-anak, nggak perlu jauh-jauh deh, misalnya di tempat asal saya di Desa Glagahwero Kecamatan Panti masih banyak warga yang melakukan kegiatan mandi dan cuci di sungai, tak heran jika banyak pasien dengan keluhan diare yang berobat ke Puskesmas setempat. Kebetulan Budhe saya yang bekerja di Puskesmas Panti pernah menyampaikan hal ini ke saya,” jelas Zulfahni menceritakan ide filmnya melalui aplikasi WhatsApp (24/9). Film Encret adalah juga tugas akhirnya di PSTF FIB.

Sedikit berbeda dengan festival film lainnya, BEFF fokus sebagai ajang kompetisi film yang mengangkat isu-isu lingkungan dan solusinya. BEEF bertujuan untuk mengangkat film-film inspiratif dan edukatif yang diharapkan memotivasi pemirsa untuk keluar membuat perbedaan di komunitas mereka dan di seluruh dunia. BEEF melombakan empat kategori film, yakni film fiksi pendek terbaik, film dokumenter pendek terbaik, film dokumenter panjang terbaik, dan video promosi Kalimantan terbaik. Ajang BEEF tahun ini diikuti oleh 83 film dari 4 negara, diantaranya Malaysia, Canada, Turki dan tuan rumah Indonesia.

“Film Encret menceritakan kisah si Mahmud yang diminta oleh ibunya untuk menjaga adiknya, Sawiyah yang tengah sakit perut. Alih-alih menjaga adiknya, Mahmud malah mengajak Sawiyah bermain balap sepeda. Mahmud menganggap sakit perut adiknya sebagai hal biasa hingga akhirnya nyawa Sawiyah tak tertolong. Pesan yang saya sampaikan di film ini adalah mari kita budayakan hidup bersih termasuk sanitasi bersih, dan jangan pandang remeh penyakit diare,” tutur Zulfahni yang masuk ke PSTF FIB tahun 2014 lalu ini. Proses pengambilan gambar dilakukan di Desa Glagahwero dan Desa Suci pada bulan Maret 2019 lalu.

Keberhasilan meraih titel The Best Short Fiction Film di ajang BEFF 2019 ternyata menjadi modal berharga bagi Zulfani dalam meraih cita-cita sebagai film maker. Kini Zulfani bekerja sebagai crew produksi Film Imperfect yang disutradai oleh komika, Ernest Prakasa. “Kebetulan jadwal shooting selalu nggak cocok dengan jadwal wisuda, jadi sembari menunggu wisuda saya bekerja, sambil memperdalam ilmu dan praktek di dunia perfilman,” imbuh Zulfani yang lulusan SMAN Rambipuji Jember ini.

Dorong Mahasiswa Ikuti Festival Film

            Sementara itu ditemui secara terpisah, Deny Antyo Hartanto, dosen PSTF FIB mengungkapkan jika PSTF FIB terus mendorong mahasiswanya agar berani berpartisipasi dalam berbagai festival film yang ada. Salah satu caranya adalah melalui beberapa mata kuliah yang bermuara pada pembuatan film sebagai tugas akhirnya. “Misalnya saja dalam mata kuliah pratikum terpadu, maka mahasiswa wajib membuat film atau produksi televisi sebagai tugasnya. Begitu pula jika mahasiswa sudah pada tahap tugas akhir, kami beri dua pilihan akan mengerjakan skripsi pengkajian televisi dan film, atau membuat film atau program televisi. Jika memilih tugas akhir pembuatan film maka nanti hasil film-nya kita kirimkan ke berbagai festival film,” ungkap pria yang bisa dipanggil Deny ini.

            Uniknya, PSTF FIB Universitas Jember selalu menekankan pada mahasiswanya agar menggali ide-ide film dari permasalahan yang ada di lingkungan sekitar Jember dan Besuki Raya termasuk mengangkat kearifan lokal yang ada, bahkan memakai bahasa daerah setempat. “Misalnya saja film Etanan yang menampilkan potensi Jawa Timur, Film Bhako yang bercerita mengenai pahit getirnya petani tembakau, film Rawuh yang mengangkat problema TKI, serta Film Kaji Dullah yang mengisahkan bagaimana serba serbi sebuah pemilihan kepala desa dilakukan,” imbuh Deny lagi.

            Guna memperkenalkan film-film karya mahasiswa PSTF FIB Universitas Jember, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PSTF melalui divisi distribusinya memiliki program pemutaran film-film karya mahasiswa PSTF di berbagai kegiatan festival dan kegiatan seni lainnya. “PSTF FIB juga bekerja sama dengan salah satu bioskop di Jember, harapannya film-film karya mahasiswa PSTF FIB Universitas Jember juga bisa diputar di sana agar masyarakat Jember dan sekitarnya juga berkesempatan menikmati karya arek-arek Tegalboto,” pungkas Deny. (iim)

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

]]>
Penjaringan Bakal Calon Rektor Universitas Jember Periode 2020-2024 Dimulai https://unej.ac.id/blog/2019/08/23/penjaringan-bakal-calon-rektor-universitas-jember-periode-2020-2024-dimulai/ Fri, 23 Aug 2019 13:19:40 +0000 https://news.unej.ac.id/?p=15382 [vc_row][vc_column][vc_column_text]

Jember, 23 Agustus 2019

Penjaringan Bakal Calon Rektor (Bacarek) Universitas Jember periode 2020-2024, sebagai bagian dari rangkaian tahapan Pemilihan Rektor Universitas Jember resmi dibuka sejak tanggal 23 Agustus 2019. Informasi ini disampaikan langsung oleh Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember didampingi oleh Moh. Ali, Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Rektor Universitas Jember Periode 2020-2024, dan Agung Purwanto, Kepala Humas dan Protokol, di hadapan para jurnalis di ruang sidang lantai 2 Gedung Rektorat Universitas Jember (23/8). Sesuai jadwal yang ada, tahapan penjaringan akan dibuka hingga 27 Agustus 2019.

“Saya berharap dalam masa penjaringan ini akan muncul banyak bacarek mengingat ada sekitar tiga ratusan dosen Universitas Jember yang memenuhi syarat untuk maju, yakni dosen yang memiliki jabatan lektor kepala dan berpendidikan S-3. Dari sisi pemenuhan syarat administrasi pun panitia akan membantu, sebab panitia dan Bagian Kepegawaian akan menyediakan berkas yang diperlukan, bahkan kita juga sudah menghubungi Polres Jember untuk memberikan kemudahan pembuatan SKCK,” tutur Moh. Hasan kepada para jurnalis.

Rektor Universitas Jember dua periode lantas berharap agar proses penjaringan Bacarek hingga penetapan rektor terpilih bakal berjalan dengan baik, dan rektor terpilih akan mampu membawa Kampus Tegalboto ke arah yang lebih maju lagi. Menariknya, pada pemilihan Rektor Universitas Jember peridoe 2020-2024 ini, membuka kesempatan Bacarek dari luar Universitas Jember. “Mulai pemilihan rektor periode ini, Bacarek dari luar Universitas Jember boleh mendaftarkan diri asal sesuai dengan persyaratan yang sudah ditetapkan oleh Kemenristekdikti, namun khusus bagi Bacarek dari luar negeri atau WNA masih belum bisa mengingat dasar hukumnya juga belum ada,” kata Moh. Hasan yang masa kerjanya akan berakhir pada 27 Januari 2020 ini.

Pada kesempatan yang sama, Moh. Ali, Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Rektor Universitas Jember Periode 2020-2024, menjelaskan, setelah tahapan penjaringan berakhir, maka akan dilanjutkan dengan tahap penyaringan yang akan diisi dengan penyampaian visi, misi dan program kerja Bacarek yang paling lambat dilaksanakan pada 27 November 2019. “Dalam tahap penyaringan ini ada dua bentuk pemaparan visi, misi, dan program kerja, yakni secara terbuka kepada keluarga besar Universitas Jember dan tertutup di hadapan senat Universitas Jember. Dari tahapan penyaringan ini akan menghasilkan tiga Bacarek yang akan dikirimkan ke Kemenristekdikti untuk masuk ke tahapan pemilihan yang dilakukan oleh senat Universitas Jember dengan Menristekdikti,” jelas pria yang juga dosen di Fakultas Hukum ini.

Sementara itu Agung Purwanto, Kepala Humas dan Protokol Universitas Jember  menambahkan, untuk memudahkan dosen, mahasiswa dan karyawan Universitas Jember mengetahui siapa saja yang akan menjadi Bacarek Universitas Jember periode 2020-2024, beserta perkembangannya, maka panitia telah membuat laman khusus yang beralamatkan di pilrek.unej.ac.id  “Diharapkan dengan adanya laman khusus ini maka keluarga besar Universitas Jember akan mengetahui siapa dan bagaimana latar belakang calon pemimpinnya, selain itu visi, misi, dan program kerja Bacarek juga akan lebih mudah tersosialisasikan kepada khalayak luas,” imbuh Agung Purwanto. (iim)

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

]]>