Pengabdian Masyarakat – Universitas Jember https://unej.ac.id Working in Harmony, Nurturing the Future Thu, 18 Dec 2025 10:35:44 +0000 en-US hourly 1 https://unej.ac.id/wp-content/uploads/2023/09/cropped-maskable-unej-icon-1-32x32.png Pengabdian Masyarakat – Universitas Jember https://unej.ac.id 32 32 UNEJ Dorong Transformasi Pendidikan Pesantren melalui Mini Studio Dakwah Berbasis TPACK di Jember https://unej.ac.id/blog/2025/12/18/unej-dorong-transformasi-pendidikan-pesantren-melalui-mini-studio-dakwah-berbasis-tpack-di-jember/ Thu, 18 Dec 2025 10:35:44 +0000 https://unej.ac.id/?p=177459 Jember, 18 Desember 2025

Universitas Jember (UNEJ) terus berkomitmen mendorong transformasi pendidikan berbasis kebutuhan masyarakat. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2025, tim dosen UNEJ berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Jember menginisiasi pengembangan Mini Studio Dakwah berbasis Technological-Pedagogical Content Knowledge (TPACK) di Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Rambipuji, Kabupaten Jember, Rabu (17/12/2025).

Menurut Rizky Yanuarti, Ketua Tim Pengabdian UNEJ, menjelaskan bahwa Program ini mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya UNEJ memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendampingi transformasi lembaga pendidikan keagamaan agar adaptif terhadap perkembangan teknologi digital tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

 

Pendekatan TPACK yang diterapkan memadukan teknologi, pedagogi, dan konten keislaman secara integratif. Melalui pendekatan ini, pesantren tidak hanya diberikan pelatihan teknis produksi konten digital, tetapi juga dibangun sebagai ekosistem pembelajaran dan dakwah yang berkelanjutan. Guru dan santri dibekali kemampuan menyusun konten dakwah yang edukatif, kreatif, serta beretika di ruang digital.

“Pesantren memiliki peran strategis dalam pendidikan karakter. Tantangannya hari ini adalah bagaimana nilai-nilai tersebut dapat disampaikan secara relevan di era digital. Pendekatan TPACK menjadi jembatan antara tradisi pesantren dan teknologi,” ujarnya.

Program ini turut melibatkan mahasiswa UNEJ sebagai asisten fasilitator, sehingga menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Indikator Kinerja Utama (IKU). Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual, sementara bagi pesantren memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

“Sebagai luaran utama, tim pengabdian UNEJ dan Politeknik Negeri Jember mengembangkan Mini Studio Dakwah Pesantren yang berfungsi sebagai pusat produksi konten dakwah dan pembelajaran digital. Mini studio ini dimanfaatkan sebagai media pembelajaran aktif, tempat santri belajar menyusun naskah dakwah, teknik berbicara di depan kamera, pengolahan audio-visual, hingga etika publikasi di media sosial,” imbuhnya.

 

Menurut anggota tim pengabdian, Demiawan Rachmatta Putro Mudiono, keberadaan mini studio membuka ruang belajar baru di lingkungan pesantren. “Santri tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga produsen pesan keislaman yang bertanggung jawab,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Ajeng Pramesthy Hardiani Kusuma, pemateri pelatihan ini mengungkapkan, dalam rangka memperkuat keberlanjutan program, santri dan pengelola pesantren juga dibekali pelatihan pengelolaan media sosial secara profesional, mencakup perencanaan kalender konten, penulisan caption edukatif, serta strategi menjangkau audiens muda melalui platform Instagram, YouTube, dan TikTok.
“Kami mendorong lahirnya kreator dakwah yang berakhlak digital dan mampu memanfaatkan media sosial sebagai ruang edukasi publik,” ungkapnya.

Kini, Pondok Pesantren Nurul Yaqin telah memiliki tim media internal, sistem kerja digital yang terstandar, serta kesiapan sumber daya manusia untuk mengembangkan mini studio dakwah secara mandiri. Melalui program ini, sebagai perguruan tinggi yang hadir dan berdampak bagi masyarakat, sekaligus mendorong pesantren menjadi aktor strategis dalam membentuk generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya saing digital.(is)

]]>
Berkaca Musibah Banjir Bandang, Desa Suci Jember Sulap Sampah Jadi Uang https://unej.ac.id/blog/2025/11/07/berkaca-musibah-banjir-bandang-desa-suci-jember-sulap-sampah-jadi-uang/ Fri, 07 Nov 2025 10:43:04 +0000 https://unej.ac.id/?p=176888 Jember, 7 November 2025

Masih teringat jelas di ingatan Parmuji, ketika aliran air bercampur lumpur menerjang Desa Suci Kecamatan Panti Jember awal 2006. Parmuji yang yang saat tu masih berusia 20-an tahun ingat, beberapa kerabatnya meninggal akibat bencana tersebut. Kejadian yang merenggut ratusan korban jiwa dan hilangnya harta benda masih terngiang hingga kini. Bahkan kejadian bencana banjir masih terus terjadi hingga 2024 meski tak sampai merenggut korban jiwa.

Dari itulah kemudian Parmuji menginiasi gerakkan masyarakat Desa Suci untuk lebih sadar pada kebencanaan. Bukan sekedar pada tahapan tanggap bencana namun menurut Parmuji, harus mencakup dari upaya pencegahan. “Desa Suci yang berada di hulu sungai, perlu ada perhatian lebih pada pengelolaan sampah baik yang berasal dari aktivitas pertanian maupun rumah tangga agar tak memberikan efek multi pada kawasan lain di hulir sungai” jelas Muji.

Pemikiran ini jelas mengindikasikan ide yang tidak mengedepankan ego wilayah dan semestinya memang demikian. Apalagi ketika Desa Suci telah mentasbihkan sebagai Kampung Proklim (desa yang tanggap pada perubahan iklim), maka implementasi pengelolaan sampah harus direalisasikan.

Sinergi Desa Suci dalam pengelolaan Sampah

Merespon kondisi ini Ihsannudin, pemerhati lingkungan dan Dosen Program Studi Penyuluhan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Jember (Faperta UNEJ) berupaya memotivasi warga Desa Suci melakukan pengelolaan sampah baik dari limbah pertanian maupun rumah tangga. “isu kebencanaan dan isu ekonomi memang menjadi insentif mujarab untuk menggerakkan masyarakat dalam kepedulian lingkungan termasuk dalam pengelolaan sampah” papar Ihsan. Gayung bersambut, Kemendiktisaintek melalui Pemberdayaan Desa Binaan bersinergi mendanai upaya yang dilakukan Desa Suci.

Melalui teknologi “bata bolong” petani yang tergabung di Poktan Tani Harapan dilatih dan difasilitasi mengolah limbah hasil pertanian menjadi pupuk organik. Hasilnya, bukan saja bermafaat untuk dipergunakan sendiri guna meningkatkan produksi pertanian namun juga dapat dijual untuk menambah income. Subhan Arief Budiman selaku tim Pemberdayaan Desa Binaan menuturkan, salah satu keengganan petani membuat pupuk organik adalah faktor ribet dan tak mau repot. “Melalui teknologi bata bolong, petani tak perlu repot membolak balikkan alias didiamkan saja dan pada hari ke 30 hasilnya sudah dapat diambil” ulas Subhan yang juga Wadek 3 Faperta UNEJ.

Pot Berbahan Limbah Diapers Produksi Bank Sampah Larahan Makmur Desa Suci

Upaya pemberdayaan juga dilakukan pada Bank Sampah Larahan makmur Desa Suci. Kelompok ini didorong meningkatkan kualitas produksi pot tanaman berbahan sampah diapers dan pembuatan mulsa dari kemasan berbahan plastik multilayer. “Kedua jenis sampah ini memang jadi permasalahan serius karena tak laku dijual rongsokannya” kata Senki Desta Galuh, pakar teknik Lingkungan yang juga tim Pemberdayaan Desa Binaan dari Universitas Muhammadiyah Jember. Lebih lanjut dikatakan Desta bahwa dengan sentukan inovasi, sampah jenis ini dapat diolah bahkan dapat menjadi sumber pendapatan. Bank Sampah Larahan makmur Desa Suci saat ini telah mampu memproduksi pot berbahan limbah diampers yang dijual pada rentang harga 10-50 ribu. Kemasan berbahan plastik multilayer juga telah mampu diolah untuk menggantikan mulsa plastik konvensional untuk tanaman cabai. Dengan penggantian ini petani tak lagi mengeluarkan biaya 250ribu per-gulung mulsa.

Bata Terawang

Upaya pemberdayaan ini dirasa mampu memberikan value Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Suci yang juga sedang getol dalam pengelolaan sampah. Apalagi program yang dilakukan juga berkolaborasi dengan Ecoton Foundation (Ecological Observation and Wetland Conservations) yang telah diakui reputasinya di kancah internasional. Program pengelolaan sampah menjadi konsekuensi Desa Suci yang juga dikenal sebagai Desa Tanggap Bencana (Destana) urai Sekertaris Desa Suci, Akhmad Rikhwan. Pada kesempatan lain Rikhwan menguatkan “upaya pengelolaan sampah harus dilakukan sejak dari tingkat rumah tangga” pungkas Rikhwan.

Aktivitas Pengelolaan Sampah Larahan Makmur Desa Suci

Upaya pengolahan sampah dari tingkat konsumsi terendah di rumah tangga, bukan saja mampu mencegah kebencaan. Lebih dari itu, menjadi poin ikhtiar resiliensi masyarakat dalam merespon fenomena perubahan iklim dan menjadi jawaban implementasi Circular Economic yang sedang didengungkan. Akhirnya, harmoni ekonomi-ekologi akan tercipta. Semoga!(ich/is)

]]>
Soroti Pola Asuh, Dosen PG PAUD UNEJ Beri Edukasi Kritis dan Tips Positif https://unej.ac.id/blog/2025/10/31/soroti-pola-asuh-dosen-pg-paud-unej-beri-edukasi-kritis-dan-tips-positif/ Fri, 31 Oct 2025 06:59:12 +0000 https://unej.ac.id/?p=176814 Jember, 31 Oktober 2025

Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (UNEJ) menggelar “PG PAUD Mengabdi 2025”. Kegiatan ini dilaksanakan di TK Labschool Dharma Indria II, yang merupakan bagian dari keluarga besar UNEJ, Jumat (31/10/2025).

Acara yang diikuti oleh Guru TK Labschool Dharma Indria II, mahasiswa Asisten Mengajar (Asjar), serta Wali Murid Kelas A dan B ini berkolaborasi dalam program “PG PAUD Mengabdi” dengan seluruh lembaga layanan pendidikan anak usia dini di wilayah Jember dan sekitarnya, dengan fokus utama pada kegiatan peningkatan kompetensi guru dan parenting class bagi orang tua.

Nur Fatwikiningsih, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dosen Prodi PG PAUD FKIP UNEJ

Dosen Prodi PG PAUD FKIP UNEJ, Nur Fatwikiningsih, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menekankan betapa krusialnya peran orang tua, “Pola asuh orang tua sangat menentukan perkembangan kepribadian anak. Problem perilaku anak usia dini berangkat dari bagaimana cara orang tua mengasuh mereka. Mulai anak yang mudah emosi, bandel, keras kepala, egois, dan lain-lain.”

Tidak hanya menyoroti masalah, tips pengasuhan yang positif juga diberikan dalam acara ini, termasuk cara praktis bagi orang tua dan guru dalam mendampingi anak untuk mampu mengembangkan emosi secara positif. Edukasi ini penting agar pendidik dan pengasuh dapat memberikan respons yang tepat terhadap luapan emosi anak.

PG PAUD Mengabdi 2025 di TK Labschool Dharma Indria II, Jumat (31/10/2025)

Program ini juga menjadi ajang implementasi nyata program mahasiswa Asjar FKIP untuk prodi PG PAUD. Menurut Nur Fatwikiningsih, mahasiswa sudah dibekali ilmu tentang perkembangan anak, pengasuhan, dan mengajar, menjadikan program ini semacam magang mengajar.

Kegiatan ini juga menjadi wahana bagi mahasiswa Asjar untuk tidak hanya belajar teori, namun juga aplikasi praktis dalam mendampingi guru dan orang tua peserta didik PAUD berkaitan dengan pengasuhan dan tumbuh kembang anak usia dini. Para mahasiswa Asjar ini berperan aktif dalam membantu kelancaran acara, mulai dari memandu ice breaking hingga terlibat dalam keseluruhan rangkaian kegiatan sebagai fasilitator. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi yang kuat antara teori di kampus dan praktik di lapangan.

Dosen dan mahasiswa Asjar UNEJ dalam PG PAUD Mengabdi 2025, Jumat (31/10/2025) di TK Labschool Dharma Indria II

Program PGPAUD Mengabdi 2025 diselenggarakan secara gratis pada rentang waktu 1 Oktober hingga 12 November 2025. Program ini ditujukan untuk PAUD (KB–TK–RA), Satuan PAUD Sejenis (SPS), Daycare & Lembaga Pengasuhan Anak Usia Dini, dan PKBM dengan layanan PAUD.

Selain Nur Fatwikiningsih, turut hadir sebagai narasumber yaitu Laily Nur Aisyah, S.Pd., M.Pd. yang juga merupakan dosen PG PG PAUD UNEJ. Kegiatan “PG PAUD Mengabdi 2025” merupakan wujud komitmen PG PAUD FKIP UNEJ dalam mencapai visinya untuk menjadi program studi unggul, sekaligus berkontribusi nyata dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Jember dan sekitarnya. (dil)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #PengabdianMasyarakat

]]>
Mahasiswa UNEJ Temukan ‘Sisi Lain’ Fenomena Sound Horeg: Bukan Sekadar Gangguan, Melainkan Aset Ekonomi Kreatif dan Gap Kebijakan Tata Ruang https://unej.ac.id/blog/2025/10/28/mahasiswa-unej-temukan-sisi-lain-fenomena-sound-horeg-bukan-sekadar-gangguan-melainkan-aset-ekonomi-kreatif-dan-gap-kebijakan-tata-ruang/ Tue, 28 Oct 2025 00:45:45 +0000 https://unej.ac.id/?p=176739 Jember, 28 Oktober 2025

Fenomena Sound Horeg yang ramai di Kabupaten Jember selama ini identik dengan isu kebisingan dan gangguan sosial. Namun, Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Jember (UNEJ) berhasil membongkar perspektif baru melalui kajian ilmiah yang komprehensif. Riset ini tidak hanya mengukur dampak negatif kebisingan, tetapi juga menganalisis Sound Horeg sebagai potensi aset ekonomi kreatif dan penanda signifikan adanya kekosongan (gap) kebijakan tata ruang terintegrasi di wilayah perkotaan.

Kajian inovatif ini sukses menarik perhatian Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) dan telah mendapatkan pendanaan resmi sebagai salah satu PKM terbaik yang lolos seleksi nasional. Pendanaan ini menjadi bukti urgensi temuan dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) dan tata kelola kota berbasis data, memungkinkan Tim untuk melanjutkan penelitian implementatifnya.

Pelaksanaan Wawancara Terhadap Pihak Terkait Mengenai Sound Horeg

Ketua Tim PKM-RSH Sound Horeg UNEJ, Tegar Tri Wibowo dari Fakultas Teknik, menyatakan, “Kami membuktikan bahwa Sound Horeg adalah fenomena multidimensi. Tanpa kebijakan yang tegas dan berbasis data, kebisingan ini akan terus mengancam kenyamanan dan kesejahteraan psikologis (SDG 3 & 11). Sebaliknya, dengan regulasi yang tepat, potensi ekonomi kreatifnya dapat dioptimalkan (SDG 8), sekaligus memperkuat tata kelola kelembagaan (SDG 16).”

Senada dengan hal tersebut, Dosen Pembimbing, Ir. Alifan Cahyana, S.T., M.Sc, menambahkan, “Riset ini menghadirkan kebaruan dalam mengintegrasikan analisis spasial teknik dengan dimensi sosial-humaniora. Pendanaan dari Ditjen Belmawa menjadi validasi bahwa kajian ini memiliki nilai ilmiah tinggi dan relevansi praktis sebagai solusi tata ruang yang adaptif.”

Tegar menjelaskan, penelitian yang dilaksanakan pada Agustus–September 2025 di tiga kecamatan perkotaan (Patrang, Sumbersari, dan Kaliwates) ini menggunakan mixed methods (70% kuantitatif dan 30% kualitatif). Kebaruan utama riset ini terletak pada integrasi analisis spasial (keruangan) dengan dimensi sosial-budaya fenomena tersebut.

Dokumentasi Proses Penyusunan Laporan Tim PKM-RSH Sound Horeg UNEJ

Tegar dan timnya menggunakan alat ukur Sound Level Meter yang datanya dianalisis secara spasial dengan rumus Inverse Square Law berbasis GIS. Pendekatan ini menghasilkan Peta Radius Paparan Kebisingan (Noise Buffer Map), yang secara presisi memetakan area terdampak kebisingan (95–125 desibel) yang jauh di atas ambang batas aman (55-85 dB).

Data spasial dikombinasikan dengan survei terhadap 405 responden dan wawancara mendalam. Hasilnya mengejutkan, meskipun 61% masyarakat merasa terganggu, 25% bersikap toleran—mengindikasikan adaptabilitas sosial yang perlu dikaji lebih jauh. Temuan ini menegaskan adanya policy gap signifikan, ketidakmampuan pemerintah daerah mengintegrasikan regulasi tata ruang, pengendalian kebisingan, dan peluang pelestarian budaya lokal/ekonomi kreatif.

Temuan riset Tim PKM-RSH UNEJ ini melampaui sekadar keluhan kebisingan, dan berfokus pada tiga luaran strategis yang relevan dengan fokus bidang ilmunya. Tingkat kebisingan ekstrem dan gangguan fisik (retak genteng, kesulitan tidur) secara faktual terbukti menurunkan Kualitas Hidup Masyarakat Perkotaan (UQoL).

Menurut Tegar, penelitian ini mengidentifikasi Sound Horeg sebagai aktivitas yang secara implisit menggerakkan sub-sektor ekonomi kreatif (penyewaan alat, event organizer, industri modifikasi) yang selama ini luput dari perhatian kebijakan. Potensi ini adalah ‘sisi lain’ yang harus diatur, bukan dimatikan.

Pelaksanaan Observasi Lapangan Event Sound Horeg

Sehingga luaran utama riset ini adalah Policy Brief dan Rancangan Dasar Regulasi yang menawarkan solusi kebijakan adaptif dan berkeadilan, didukung oleh data spasial (Noise Buffer Map). Tim ini berharap temuan ilmiahnya yang inovatif dan relevan dengan pembangunan berkelanjutan ini dapat diimplementasikan menjadi solusi nyata bagi Pemerintah Kabupaten Jember dan masyarakat. (dil)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #PengabdianMasyarakat

]]>
Inovasi Mahasiswa UNEJ, ‘DryToba’ Ubah Wajah Pengeringan Tembakau Lumajang https://unej.ac.id/blog/2025/10/21/inovasi-mahasiswa-unej-drytoba-ubah-wajah-pengeringan-tembakau-lumajang/ Tue, 21 Oct 2025 03:10:31 +0000 https://unej.ac.id/?p=176635 Jember, 21 Oktober 2025

Sektor pertanian tembakau Indonesia, khususnya di Kabupaten Lumajang, secara historis menghadapi tantangan besar akibat ketidakpastian iklim. Di Dusun Tabon, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, proses pengeringan tembakau konvensional tidak hanya memakan waktu 7–10 hari, tetapi juga sangat rentan terhadap curah hujan tinggi. Kondisi ini memperpanjang waktu pengeringan hingga 15 hari, menyebabkan sekitar 30% produk tembakau mengalami penurunan mutu dan kerugian finansial akibat turunnya harga jual hingga 20%.

Merespons urgensi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas komoditas strategis ini, Universitas Jember (UNEJ) tampil dengan solusi inovatif yang diakui secara nasional. Tim mahasiswa UNEJ melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan IPTEK (PKM-PI), berhasil meraih pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia. Capaian ini diperoleh berkat inovasi mereka berupa alat pengering tembakau otomatis bernama DryToba.

Proses pengeringan tembakau menggunakan Drytoba oleh mahasiswa UNEJ bersama Kelompok Sukatani Lumajang

DryToba dirancang sebagai jawaban atas masalah pengeringan yang dihadapi ‘Sukatani’ Kelompok Tani Desa Bades, salah satu kelompok budidaya tembakau terbesar di Lumajang dengan lahan ±150 hektar dan melibatkan lebih dari 120 keluarga petani. Alat ini berfungsi untuk membantu proses pengeringan agar lebih cepat, higienis, dan ramah lingkungan, tidak lagi bergantung pada kondisi cuaca.

Rizki Agus Setyawan selaku ketua tim pelaksana menjelaskan, mesin pengering modern DryToba dikembangkan untuk mengatasi kendala pengeringan yang selama ini menjadi hambatan utama petani. Mesin ini dirancang untuk menjaga suhu ideal pada kisaran 30 derajat Celsius dan dapat bekerja otomatis selama 24 jam tanpa tergantung cuaca.

Keunggulan teknologi DryToba terbukti signifikan. Mesin ini mampu mengeringkan hingga 250 kg daun tembakau basah dalam waktu hanya 2–3 hari, jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional yang memakan waktu hingga dua minggu. Inovasi ini meningkatkan efisiensi pengeringan hingga 70% dan mampu menekan tingkat kerusakan produk yang semula 30% menjadi hanya 3%.

Sosialisasi pengoperasian Drytoba oleh mahasiswa UNEJ kepada Kelompok Sukatani Lumajang

“Sebelumnya kami harus menunggu cuaca panas beberapa hari agar tembakau bisa kering sempurna. Sekarang, dengan alat ini, prosesnya lebih cepat dan hasilnya lebih bagus. Kualitas tembakau kami juga stabil, jadi harganya tidak jatuh,” ujar Gunawan, Ketua Kelompok Sukatani yang merasakan langsung manfaat DryToba.

Secara finansial, inovasi ini memberikan dampak ekonomi yang nyata. Dengan biaya operasional mesin yang diperkirakan Rp3.000.000 per musim, petani mitra dapat meningkatkan pendapatan bersih hingga 25%. Rata-rata pendapatan bersih per hektar dari budidaya tembakau yang sebelumnya Rp50.000.000, kini berpotensi meningkat menjadi Rp62.500.000 per hektar.

Tim Drytoba UNEJ bersama Gunawan, Ketua Kelompok Sukatani Lumajang

Program PKM-PI ini tidak hanya menyerahkan alat, tetapi juga memberikan pelatihan intensif kepada petani mengenai cara perawatan alat, pemeliharaan suhu, serta pengelolaan hasil panen tembakau agar lebih bernilai jual di pasaran. Hal ini memastikan keberlanjutan dan adopsi teknologi oleh masyarakat setempat, menjamin investasi riset ini dapat dinikmati dalam jangka panjang.

Diharapkan, penerapan teknologi inovatif seperti DryToba dapat menjadi langkah awal menuju pertanian tembakau modern yang efisien dan berkelanjutan di wilayah Lumajang. Inovasi ini sekaligus menjadi bukti kontribusi nyata mahasiswa UNEJ dalam memecahkan masalah di tengah masyarakat dan mendorong peningkatan kualitas komoditas unggulan daerah. (dil)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #PengabdianMasyarakat

]]>
Mahasiswa PWK UNEJ Hadirkan Model Mitigasi Bencana Ijen Berbasis Data Spasial dan Tradisi Lokal https://unej.ac.id/blog/2025/10/17/mahasiswa-pwk-unej-hadirkan-model-mitigasi-bencana-ijen-berbasis-data-spasial-dan-tradisi-lokal/ Fri, 17 Oct 2025 05:48:18 +0000 https://unej.ac.id/?p=176577 Jember, 17 Oktober 2025

Sebagai negara yang berada di jalur ring of fire, Indonesia menghadapi risiko bencana alam yang tinggi. Menyadari urgensi mitigasi yang efektif, Universitas Jember (UNEJ) menegaskan kontribusinya melalui inovasi riset mahasiswa yang mengintegrasikan aspek teknologi spasial, kerentanan sosial, dan kearifan lokal.

Kontribusi tersebut diwujudkan oleh Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) UNEJ. Tim ini berhasil meraih pendanaan dari Belmawa Kemdiktisaintek RI pada tahun 2025 berkat riset inovatif mereka.

Tim yang diketuai oleh Hikmal Akbar Ibnu Sabil dan dibimbing oleh Igor Aviezena Eris, S.Geo., M.URP ini, mengangkat tema krusial terkait kerawanan bencana, kerentanan sosial, dan kearifan lokal masyarakat di Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Ijen, yang mencakup tiga kabupaten: Bondowoso, Banyuwangi, dan Situbondo.

Observasi Menggunakan Kamera Terbang dan GPS Handheld

Riset ini dirancang secara komprehensif melalui lima kegiatan utama yang mengombinasikan metode sosial dan teknologi modern. Tahap awal melibatkan pendekatan data spasial dari data institusional di ketiga kabupaten. Data ini diolah untuk menghasilkan basis data kerentanan yang akurat secara geografis, memetakan desa-desa dengan tingkat kerentanan sosial tinggi terhadap bencana Ijen.

Tahap berikutnya adalah survei primer mendalam di desa-desa yang berada pada kategori KRB III dan KRB II, seperti Sumber Rejo, Kali Gedang, dan Kalianyar, yang pernah terdampak semburan gas beracun. Tim juga mengintegrasikan teknologi modern, seperti pengambilan citra menggunakan drone dan pencatatan data spasial menggunakan GPS handheld, baik di desa terdampak maupun kawasan Kawah Ijen.

“Sebagai mahasiswa yang berkecimpung pada bidang perencanaan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi upaya mitigasi bencana berbasis data spasial, tanpa menghilangkan nilai sosial di masyarakat,” ungkap Hikmal Akbar Ibnu Sabil.

Observasi Lapangan Kawasan Rawan Bencana Gunung Ijen

Menariknya, hasil riset menemukan bahwa meskipun tinggal di kawasan berisiko tinggi, masyarakat setempat justru membangun sistem sosial dan pengetahuan lokal yang menjadi benteng alami. Kearifan ini terwujud dalam bentuk fisik dan nilai-nilai sosial yang diwariskan turun-temurun.

Kearifan lokal bentuk benda tampak pada Pola Permukiman Kolonial (Afdeling) yang terkelompok rapi dengan lapangan yang berfungsi ganda sebagai titik kumpul evakuasi. Selain itu, Tata Guna Lahan Adaptif (ladang, kebun kopi, pekarangan produktif) mencerminkan pengetahuan ekologis masyarakat yang adaptif terhadap sumber daya terbatas.

Sementara itu, kearifan lokal nonbenda yang menguatkan solidaritas dan ketenangan kolektif meliputi tradisi spiritual dan sosial seperti Rokat Bhumi Ijen, Rokat Bersih Desa, dan Rokat Molong Kopi. Kesenian Singo Ulung dan ritual selametan di Kawah Ijen juga berfungsi sebagai mekanisme psikologis untuk menghadapi ketidakpastian bencana, menciptakan rasa aman melalui gotong royong dan doa.

Wawancara Kepada Perangkat Desa Sumber Rejo

Hasil dari penelitian inovatif ini menghasilkan luaran yang dapat dimanfaatkan langsung dalam mitigasi bencana dan peningkatan ketangguhan sosial masyarakat Gunung Ijen. Melalui pendanaan PKM-RSH 2025 ini, riset ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi pengembangan strategi mitigasi yang inklusif, memastikan masyarakat di KRB Gunung Ijen lebih siap menghadapi potensi bahaya letusan di masa mendatang. (dil)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #PengabdianMasyarakat

]]>
Mahasiswa UNEJ Ciptakan Fermentor Kopi Cerdas untuk Tingkatkan Kualitas Wine Coffee di Sentra Kopi Ketakasi Jember https://unej.ac.id/blog/2025/10/16/mahasiswa-unej-ciptakan-fermentor-kopi-cerdas-untuk-tingkatkan-kualitas-wine-coffee-di-sentra-kopi-ketakasi-jember/ Thu, 16 Oct 2025 02:45:47 +0000 https://unej.ac.id/?p=176541 Jember, 16 Oktober 2025

Lima mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) berhasil mengembangkan inovasi alat fermentor kopi cerdas yang ditujukan untuk meningkatkan mutu dan konsistensi hasil fermentasi wine coffee di Sentra Kopi Ketakasi, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Inovasi ini hadir sebagai solusi atas permasalahan kualitas kopi yang tidak seragam akibat proses fermentasi tradisional yang masih digunakan oleh mitra.

Selama ini, proses fermentasi kopi di Sentra Ketakasi masih dilakukan secara manual dalam wadah tertutup (tong plastik) tanpa pengaturan suhu dan kelembapan yang stabil. Akibatnya, kondisi lingkungan fermentasi menjadi tidak homogen, sehingga aroma dan cita rasa kopi yang dihasilkan sering kali berbeda antara batch satu dengan yang lain.

Tim Fermicopi UNEJ menyerahkan alat kepada mitra Sentra Kopi Ketakasi

Melihat tantangan tersebut, lima mahasiswa UNEJ yang tergabung dalam tim Fermicopi yang mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) berinisiatif untuk menghadirkan solusi berbasis teknologi. Tim yang diketuai oleh Bela Indri Ayunita, mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman, ini beranggotakan Mohammad Novan Efendi, Sheinka Amalia Gisna, Ezra Immanuel Nugroho, dan Zainur Zakaria.

“Kami melihat bahwa proses fermentasi merupakan tahap krusial dalam menentukan kualitas wine coffee. Namun, karena prosesnya masih tradisional, hasilnya tidak selalu konsisten. Maka dari itu, kami berusaha merancang fermentor kopi cerdas yang bisa mengontrol suhu, kelembapan, dan waktu fermentasi secara otomatis,” ungkap Bela saat ditemui di laboratorium Fakultas Pertanian UNEJ, Rabu (15/10/2025).

Fermentor kopi cerdas yang dikembangkan tim ini dilengkapi dengan sensor suhu dan kelembapan, serta sistem kendali berbasis mikrokontroler yang memungkinkan pengguna mengatur parameter fermentasi sesuai kebutuhan. Dengan teknologi ini, kondisi lingkungan di dalam fermentor dapat dijaga tetap stabil, sehingga proses fermentasi berlangsung optimal dan hasil kopi lebih seragam.

Pengecekan bahan baku bersama mitra Sentra Kopi Ketakasi

Selain itu, fermentor juga dilengkapi dengan fitur pemantauan digital, sehingga pengguna dapat memantau perkembangan fermentasi secara real-time melalui aplikasi sederhana. Hal ini diharapkan dapat membantu mitra Ketakasi, terutama dalam menjaga standar mutu produk mereka agar dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional.

“Kami tidak hanya ingin membuat alat yang modern, tapi juga mudah dioperasikan oleh petani atau pelaku usaha lokal. Fermentor ini kami rancang dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan di lapangan serta kemudahan perawatan,” tambah Mohammad Novan Efendi, salah satu anggota tim.

Uji coba alat dilakukan secara langsung bersama mitra Sentra Kopi Ketakasi. Hasil awal menunjukkan bahwa fermentor kopi cerdas mampu menjaga kestabilan suhu dan kelembapan selama proses fermentasi, sehingga cita rasa wine coffee yang dihasilkan menjadi lebih kuat, seimbang, dan konsisten dibandingkan dengan metode tradisional.

“Kami merasakan perbedaan dari hasil fermentasi menggunakan alat ini. Rasanya lebih stabil, dan aroma khas wine coffee-nya lebih terasa,” ujar salah satu pelaku usaha kopi di Ketakasi yang menjadi mitra kegiatan tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek (PKM-PI) yang difasilitasi oleh Kemdiktisaintek dan UNEJ. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam memberikan solusi terhadap permasalahan di masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan agroindustri.

“Kami sangat bangga dengan inovasi yang dihasilkan mahasiswa. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha bisa menghasilkan solusi konkret yang berdampak langsung,” ujar Ankardiansyah Pandu Pradana, dosen pembimbing tim Fermicopi.

Dengan hadirnya fermentor kopi cerdas ini, diharapkan proses pascapanen kopi di Sentra Ketakasi dapat semakin efisien, berkelanjutan, dan menghasilkan produk dengan nilai jual lebih tinggi. Inovasi ini juga menjadi langkah awal menuju modernisasi industri kopi lokal di Jember, sekaligus bukti nyata kontribusi mahasiswa Universitas Jember dalam mendukung kemajuan sektor pertanian Indonesia. (dil)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #PengabdianMasyarakat

]]>
UNEJ Turun Tangan Atasi Darurat Sampah, Mahasiswa E-Healthy FKM Tanamkan Kesadaran 3R di Sekolah Dasar https://unej.ac.id/blog/2025/10/13/unej-turun-tangan-atasi-darurat-sampah-mahasiswa-e-healthy-fkm-tanamkan-kesadaran-3r-di-sekolah-dasar/ Mon, 13 Oct 2025 06:56:23 +0000 https://unej.ac.id/?p=176459 Jember, 13 Oktober 2025

Isu darurat sampah di Indonesia saat ini telah mengancam kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup. Jika tidak diatasi secara masif dan berkelanjutan, masalah ini akan membebani generasi mendatang. Universitas Jember (UNEJ) melalui mahasiswa Kelompok Studi Kesehatan Lingkungan (E-Healthy) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) mengambil peran proaktif dengan menargetkan edukasi sejak usia dini.

Mahasiswa E-Healthy FKM UNEJ menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertema “SIJARI (Siswa Jago 3R)” di SDN 09 Sumberejo, Kecamatan Ambulu, pada Sabtu (11/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 100 siswa kelas 4 dan 5, bertujuan untuk mengatasi rendahnya kepedulian siswa terhadap kebiasaan membuang dan memilah sampah yang belum optimal di lingkungan sekolah.

Kegiatan SIJARI difokuskan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pengelolaan sampah berkelanjutan melalui pendekatan 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle). Menurut Shifa Anindya, Ketua Pelaksana kegiatan, edukasi dikemas secara interaktif dan menarik untuk memastikan pesan yang disampaikan mudah diterima dan membekas pada benak siswa.

Penyerahan Buku Panduan Cilik pada siswa-siswi SDN 09 Sumberejo Ambulu

“Melalui edukasi interaktif ini, kami ingin menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada anak-anak agar mereka bisa menjadi agen perubahan di sekolah dan rumah masing-masing,” ujar Shifa.

Rangkaian acara diawali dengan penyampaian materi dasar pengelolaan sampah, mulai dari membedakan jenis sampah hingga pemahaman prinsip 3R melalui contoh-contoh daur ulang yang kreatif. Siswa kemudian diajak terlibat dalam sesi praktik langsung. Mereka, didampingi oleh kakak-kakak mahasiswa, secara aktif memilah sampah organik dan anorganik. Antusiasme siswa memuncak saat berhasil melipat sampah menjadi bentuk yang lebih kecil dan membuat prakarya sederhana dari sampah plastik yang mudah ditemukan di sekolah.

“Penting bagi kami untuk menanamkan kebiasaan baik ini sejak dini. Melalui SIJARI, kami tidak hanya memberi tahu, tetapi mengajak siswa merasakan langsung bagaimana tindakan kecil mereka bisa berdampak besar bagi lingkungan,” tambah Auli Sifa, Ketua E-Healthy 2025.

Sebagai penutup, dilakukan penyerahan cinderamata dan Buku Panduan Cilik yang telah disusun khusus oleh Mahasiswa Kelompok Studi Kesehatan Lingkungan kepada pihak sekolah. Momen ini menegaskan komitmen bersama antara mahasiswa dan sekolah untuk melanjutkan semangat peduli lingkungan.

Diharapkan, kegiatan SIJARI dapat menjadi langkah nyata yang menginspirasi terciptanya lingkungan sekolah serta masyarakat yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Upaya mahasiswa UNEJ ini merupakan kontribusi konkret perguruan tinggi dalam membantu pemerintah dan masyarakat mengatasi masalah sampah yang kian mendesak. (dil)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #PengabdianMasyarakat

]]>
Permen Susu Etawa, Inovasi Manis dari Mahasiswa UNEJ untuk Ekonomi Desa Kalibaru Manis https://unej.ac.id/blog/2025/09/29/permen-susu-etawa-inovasi-manis-dari-mahasiswa-unej-untuk-ekonomi-desa-kalibaru-manis/ Mon, 29 Sep 2025 03:41:50 +0000 https://unej.ac.id/?p=176239 Jember, 29 September 2025
Suasana Balai Desa kalibaru Manis pada (24/9) siang itu dipenuhi aroma manis dari adonan susu kambing etawa yang sedang diolah. Beberapa warga, mulai dai ibu-ibu PKK hingga perwakilan BUMDes, tampak antusias mengikuti pelatihan pembuatan permen susu. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Paseban Kawis yang digagas tim PPK Ormawa BEM Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember (Fasilkom UNEJ), sebagai wujud hilirisasi potensi lokal sekaligus inovasi untuk memperkuat ekonomi desa.

Selama ini, susu kambing etawa di Kalibaru Manis umumnya dijual dalam bentuk segar dengan harga yang terbatas. Melalui sentuhan inovasi tim PPK Ormawa BEM Fasilkom UNEJ, susu segar tersebut kini diolah menjadi produk bernilai tambah, yakni permen susu etawa. Selain memiliki daya simpan lebih lama, permen ini juga berpotensi menjadi oleh-oleh khas desa yang mampu menembus pasar lebih luas. “Kami ingin warga disini memiliki keterampilan baru yang bisa langsung menghasilkan tambahan pendapatan,” jelas salah satu anggota tim pelaksana.

Pelatihan pembuatan permen susu tersebut berjalan interaktif. Warga tidak hanya menyimak teori, tetapi juga langsung mencoba mengolah susu, hingga mengemas produk. Beberapa peserta bahkan bereksperimen dengan rasa baru, seperti cokelat, dan jahe. Diskusi ringan dan semangat belajar pun mengalir, seolah menegaskan bahwa inovasi sederhana bisa menghadirkan optimisme besar.

Kepala Desa Kalibaru Manis, Andrian Bayu Donata memberikan apresiasi atas program ini. “Keterampilan baru seperti ini penting untuk membantu perekonomian keluarga. Dengan semangat belajar warga, kami yakin permen susu bisa menjadi produk unggulan desa,” ungkapnya.

Antusiasme warga saat mengikuti pelatihan pembuatan permen susu etawa

Keterlibatan aktif PKK dan BUMDes juga membuka peluang keberlanjutan. PKK yang selama ini aktif dalam usaha rumah tangga dapat mengembangkan produksi skala kecil, sementara BUMDes siap membantu distribusi dan pemasaran. Sinergi inilah yang diharapkan mampu melahirkan model usaha desa yang berdaya saing.

Bagi warga, pengalaman mempraktikkan langsung proses pembuatan permen memberikan pemahaman baru. Mereka menyadari bahwa kualitas produk sangat ditentukan oleh ketelitian dalam setiap tahap, mulai dari pemilihan bahan hingga cara pengemasan. Di akhir sesi, permen hasil karya warga pun dicicipi bersama dengan penuh rasa bangga.

Produk permen susu etawa Chubite, beserta produk unggulan desa Kalibaru Manis yang dipamerkan pada launching PPK Ormawa BEM Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember (Fasilkom UNEJ)

Pelatihan ini menjadi bukti nyata bagaimana Universitas Jember melalui tim PPK Ormawa BEM Fasilkom hadir di tengah masyarakat, bukan hanya melalui pendidikan akademik, tetapi juga lewat inovasi yang menjawab kebutuhan lokal. Permen susu etawa dari Kalibaru Manis kini bukan sekedar camilan manis, tetapi simbol kolaborasi kampus dan desa menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.(qf)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #PengabdianMasyarakat

]]>
Wakil Rektor III UNEJ: 986 Tim Ikut dalam Seleksi PPK Ormawa yang Tidak Lolos, Akan Jadi Rekomendasi Program Pengabdian Lembaga https://unej.ac.id/blog/2025/09/26/wakil-rektor-iii-unej-986-tim-ikut-dalam-seleksi-ppk-ormawa-yang-tidak-lolos-akan-jadi-rekomendasi-program-pengabdian-lembaga/ Fri, 26 Sep 2025 14:30:47 +0000 https://unej.ac.id/?p=176206 Jember, 26 September 2025
Universitas Jember (UNEJ) menunjukkan komitmen serius dalam mendukung kreativitas dan pengabdian mahasiswa, khususnya melalui Program Penguatan Kapasitas (PPK) Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang digagas oleh Kemendikbudristek. Dari total 986 tim mahasiswa UNEJ yang berpartisipasi dalam seleksi PPK Ormawa 2025, tidak semuanya berhasil lolos ke tahap implementasi. Namun demikian, pihak kampus memastikan bahwa karya, gagasan, dan rencana aksi yang telah disusun tidak akan berhenti begitu saja.

Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNEJ, menegaskan bahwa ide-ide yang lahir dari mahasiswa tetap akan mendapat ruang aktualisasi. “Bagi tim yang belum berkesempatan lolos di PPK Ormawa, UNEJ akan memberikan rekomendasi agar proposal dan program mereka bisa dialihkan menjadi kegiatan lain, misalnya melalui program pengabdian fakultas, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), maupun dimasukkan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik,” ungkapnya saat menghadiri kegiatan PPK Ormawa HMPS IPA ASE di Desa Kalianyar, Kabupaten Bondowoso, Kamis (25/09/2025).

Menurut Fendi, proses seleksi nasional yang digelar Kemendikbudristek memang sangat kompetitif. Ribuan proposal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia bersaing ketat. Namun, keberanian mahasiswa UNEJ dalam menyusun dan menawarkan solusi bagi masyarakat adalah modal berharga. “Gagasan mereka bukan sekadar tulisan. Itu adalah bentuk kepedulian nyata mahasiswa UNEJ terhadap permasalahan sosial, lingkungan, pendidikan, maupun ekonomi di desa. Maka, sudah sepantasnya UNEJ menjaga semangat itu dengan menyalurkannya pada jalur lain,” tegasnya.

Kegiatan PPK Ormawa HMPS IPA ASE di Desa Kalianyar sendiri menjadi bukti bagaimana mahasiswa mampu menghadirkan program berbasis pemberdayaan masyarakat. Melalui program Pojok Cerdas Bersinar, mahasiswa menghadirkan ruang belajar kreatif bagi anak-anak desa, sekaligus ruang diskusi masyarakat untuk meningkatkan literasi sains dan teknologi. Ia menyebutkan, kegiatan semacam ini menjadi cerminan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang sejatinya bukan hanya tanggung jawab dosen, tetapi juga mahasiswa.

Lebih lanjut ia menambahkan, UNEJ tengah menyusun kebijakan agar hasil seleksi PPK Ormawa bisa dijadikan basis bank ide pengabdian. Nantinya, fakultas maupun lembaga di lingkungan UNEJ dapat mengakses gagasan tersebut untuk kemudian dikolaborasikan bersama pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, maupun mitra industri. Dengan cara ini, meski tidak lolos seleksi nasional, ide mahasiswa tetap bisa hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“986 tim yang sudah mendaftar itu adalah aset besar. Bayangkan, ada ratusan ide yang lahir dari semangat mahasiswa untuk membangun desa. Jika semuanya bisa disinergikan, maka dampaknya sangat luas, bukan hanya bagi masyarakat Jember atau Bondowoso, tetapi juga kawasan Tapal Kuda dan bahkan Jawa Timur,” imbuhnya.

Dirinya juga menekankan, UNEJ berkomitmen menjadi kampus yang mendorong mahasiswa untuk terlibat aktif dalam menyelesaikan permasalahan bangsa, khususnya di tingkat lokal. Ia berharap, melalui pendekatan kolaboratif, mahasiswa bisa berperan sebagai motor penggerak pembangunan berbasis inovasi. “Ke depan, setiap gagasan mahasiswa harus punya jalur implementasi. Tidak ada yang sia-sia. Karena itu, UNEJ akan terus memperkuat skema pendampingan proposal dan sinergi lintas program,” ujarnya.

Kegiatan di Desa Kalianyar juga mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Kepala Desa Kalianyar menyampaikan bahwa hadirnya mahasiswa UNEJ membawa energi baru bagi masyarakat. Anak-anak desa lebih bersemangat belajar, sementara warga dewasa mendapat tambahan pengetahuan praktis yang bisa diterapkan dalam keseharian.

Dengan adanya komitmen dari UNEJ ini, ia berharap mahasiswa semakin yakin bahwa setiap karya mereka berharga dan punya peluang untuk diimplementasikan. “Semangat mahasiswa tidak boleh padam hanya karena belum lolos seleksi. Justru dari sini mereka belajar, bahwa inovasi harus terus diasah, kolaborasi harus diperluas, dan dedikasi harus dijaga,” pungkasnya.(is)

]]>