prestasi – Universitas Jember https://unej.ac.id Working in Harmony, Nurturing the Future Tue, 17 Mar 2026 04:52:20 +0000 en-US hourly 1 https://unej.ac.id/wp-content/uploads/2023/09/cropped-maskable-unej-icon-1-32x32.png prestasi – Universitas Jember https://unej.ac.id 32 32 Konsistensi Berbuah Prestasi: Mahasiswi PBSI UNEJ Raih Medali Perak di Olimpiade Sains Seluruh Indonesia (OSSI) 2026 https://unej.ac.id/blog/2026/03/17/konsistensi-berbuah-prestasi-mahasiswi-pbsi-unej-raih-medali-perak-di-olimpiade-sains-seluruh-indonesia-ossi-2026/ Tue, 17 Mar 2026 04:52:20 +0000 https://unej.ac.id/?p=178481 Jember, 17 Maret 2026

Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan Rifda Indah Safitri, mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) dalam ajang Olimpiade Sains Seluruh Indonesia (OSSI) 2026. Pada kompetisi tingkat nasional tersebut, ia berhasil meraih Medali Perak cabang Bahasa Indonesia tingkat Perguruan Tinggi.

Ia mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas capaian tersebut. “Tentu saya sangat senang, bersyukur, dan bangga pada diri saya sendiri. Namun bagi saya, memenangkan perlombaan bukan semata tentang menjadi juara dan menerima medali, melainkan sebagai motivasi untuk terus mengasah dan mengembangkan kemampuan,” ujarnya.

Perjalanan tersebut tidaklah instan. Ia mengaku pernah mengikuti olimpiade serupa yang diselenggarakan oleh Pusat Kejuaraan Sains Nasional (Puskanas) pada tahun 2022. Berbekal pengalaman tersebut, ia kembali mengikuti berbagai kompetisi di bidang Bahasa Indonesia yang informasinya diperoleh melalui media sosial Puskanas, termasuk OSSI 2026.

Kompetisi tingkat perguruan tinggi yang dilaksanakan pada 22 Februari 2026 itu diikuti oleh peserta dari berbagai kampus di Indonesia, termasuk sejumlah perguruan tinggi ternama seperti STAN, Unnes, UM, dan perguruan tinggi lainnya. Dengan total 50 soal dan durasi pengerjaan hanya satu jam, peserta dituntut mampu berpikir cepat sekaligus cermat.

Rifda Indah Safitri, mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Universitas Jember, periah Medali Perak cabang Bahasa Indonesia tingkat Perguruan Tinggi Olimpiade Sains Seluruh Indonesia (OSSI) 2026

 

“Tantangan terbesar saya adalah memaksimalkan waktu pengerjaan. Waktu yang terbatas membuat saya harus benar-benar menyeimbangkan antara kecepatan dan ketelitian dalam menjawab soal,” jelasnya.

Salah satu materi yang cukup menguji kemampuannya adalah cabang linguistik yakni fonologi, khususnya fonem yang membahas tentang bunyi bahasa. Ia mengakui sempat merasa kebingungan dalam menentukan jawaban yang menurutnya hampir serupa, terlebih dengan tekanan waktu yang ada.

Dalam mempersiapkan diri, ia menerapkan strategi belajar intensif satu minggu sebelum lomba. Setiap hari ia mengulang materi yang telah dipelajari sekaligus menambah pemahaman terhadap materi baru yang belum dikuasai. “Saya harus mengorbankan cukup banyak waktu untuk belajar. Tapi saya yakin, setiap proses dan pengorbanan adalah bagian dari perjalanan menjadi versi terbaik dari diri kita,” tuturnya.

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya yang senantiasa memberikan semangat dan nasihat, serta kepada sahabat dan teman-teman yang selalu mendukung proses belajarnya.

Menurutnya, kunci utama untuk berprestasi di cabang Bahasa Indonesia tingkat nasional adalah konsistensi. “Posisi saya sekarang ini adalah mimpi saya belasan tahun yang lalu, tapi karena tekad dan mimpi inilah saya merasa harus konsisten untuk terus belajar dan terus mengasah pengetahuan saya tanpa henti,” ungkapnya.

Setelah meraih penghargaan ini, ia tidak ingin berhenti sampai di sini. Ia bertekad menjadikan pencapaian ini sebagai batu loncatan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi melalui berbagai kompetisi selanjutnya.

Sebagai penutup, ia menyampaikan pesan kepada mahasiswa lain agar terus mengasah kemampuan dan tidak takut mencoba. Ia mengutip pernyataan Sergey Brin, Co-Founder Google, bahwa fokus dan intensitas dapat mengalahkan kecerdasan. Kebanyakan orang melebihkan apa yang dapat dicapai dalam satu tahun dan meremehkan apa yang dapat dicapai dalam sepuluh tahun. Ia menilai kutipan tersebut relevan dengan proses yang ia jalani selama ini.

“Jangan berhenti mencoba meskipun hasilnya belum sesuai harapan. Kemampuan yang tidak diasah akan semakin tumpul dan perlahan menghilang. Jadi, mari berani mencoba hal baru untuk mendapatkan pengalaman dan pencapaian yang lebih besar,” pungkasnya. (dil/ajf)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Prestasi

]]>
Berawal dari Juara Nasional 2025, Inovasi TERAS-MINE Mahasiswa UNEJ Kini Raih Prestasi di Kompetisi Pertambangan Internasional https://unej.ac.id/blog/2026/03/16/berawal-dari-juara-nasional-2025-inovasi-teras-mine-mahasiswa-unej-kini-raih-prestasi-di-kompetisi-pertambangan-internasional/ Mon, 16 Mar 2026 09:41:24 +0000 https://unej.ac.id/?p=178474 Jember, 16 Maret 2026

Inovasi berkelanjutan mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Jember (UNEJ) terus menunjukkan tajinya di panggung kompetisi. Setelah sebelumnya sukses menyabet gelar juara di tingkat nasional pada tahun 2025, riset bertajuk TERAS-MINE ini kini melompat lebih jauh dengan meraih gelar International 1st Runner-Up dalam ajang Indonesian Students Mining Competition (ISMC) XV yang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sektor pertambangan masa depan dihadapkan pada tantangan besar: rendahnya efisiensi energi terbarukan dan beban lingkungan akibat limbah. Di tengah urgensi global untuk mencari solusi Thermal Energy Storage (TES) yang efektif, tiga mahasiswa UNEJ—Ostwald Padang, Mario Zaky Ramadhan, dan Gaizka Rabbani Riady—berhasil menciptakan terobosan yang mengintegrasikan prinsip good mining practice dan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).

Lahirnya riset ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap efisiensi panel surya yang saat ini masih tergolong rendah, yakni hanya berkisar antara 18 hingga 25 persen. “Kami mengikuti lomba ISMC XV di ITB yang diselenggarakan dua tahun sekali. Cabang yang kami ikuti adalah paper contest, di mana tema utamanya terkait lingkungan dan K3 pertambangan,” ungkap Ostwald.

(dari kiri) Mario Zaky Ramadhan, Ostwald Padang dan Gaizka Rabbani Riyady, mahasiswa FT UNEJ, International 1st Runner-Up, Indonesian Students Mining Competition (ISMC) XV

Melalui riset mendalam, mereka menyusun sebuah paper mengenai media penyimpanan panas yang memanfaatkan Air Asam Tambang (AAT). Fokus utamanya adalah mengatasi kelemahan energi surya melalui sistem penyimpanan panas yang stabil. Inovasi yang diberi nama TERAS-MINE ini bekerja dengan mengintegrasikan konsep water energy nexus melalui pendekatan circular economy. Sistem ini mengubah Air Asam Tambang yang semula dianggap sebagai liabilitas lingkungan menjadi sumber daya bernilai tinggi.

Proses dimulai dengan metode pre-treatment menggunakan MgO-CaO untuk mendapatkan sedimen yang murni dan kaya akan silika, besi, serta alumina. Sedimen ini terbukti memiliki konduktivitas termal yang tinggi dan stabilitas ekstrem pada suhu tinggi, menjadikannya material TES yang unggul. Secara operasional, sedimen tersebut menyimpan energi panas matahari yang kemudian memanaskan air hingga menghasilkan uap untuk menggerakkan turbin. Hasilnya adalah dua output sekaligus: air bersih dan energi bersih (double energy).

Keunggulan sistem ini tidak hanya terletak pada kemampuannya menghasilkan suhu hingga 358,74°C dan meningkatkan efisiensi daya listrik, tetapi juga pada performa remediasinya. TERAS-MINE menunjukkan hasil yang luar biasa dalam memperbaiki kualitas lingkungan dengan meningkatkan pH air dari kondisi sangat asam menjadi netral, serta menurunkan kandungan Fe, Al, dan sulfat secara signifikan. Inovasi ini merevolusi paradigma pengelolaan limbah menjadi solusi energi berkelanjutan yang aplikatif dan adaptif terhadap perubahan iklim.

Inovasi TERAS-MINE mengubah Air Asam Tambang yang semula dianggap sebagai liabilitas lingkungan menjadi sumber daya bernilai tinggi, riset karya mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Jember

Prestasi yang diraih pada 15 Februari 2026 sebagai 1st Runner-Up ini diraih setelah melalui persaingan sengit dengan mahasiswa teknik pertambangan dari berbagai perguruan tinggi ternama, baik dari Indonesia maupun Australia. Menghadapi kompetitor dari universitas kelas dunia sempat memicu rasa rendah diri bagi tim.

“Sebelumnya terbesit rasa nervous dengan team lawan yang berasal dari ITB, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) dan kampus internasional (Australia). Namun, dengan persiapan yang cukup matang, ketiganya mampu menguasai topik dan tampil dengan baik,” jelas perwakilan tim.

Tantangan terbesar yang mereka hadapi justru datang dari faktor internal, yakni perjuangan menjaga konsistensi, ketelitian, dan penguatan literasi riset. Namun, kerja keras tersebut terbayar dengan pengakuan internasional atas inovasi mereka yang berkontribusi nyata pada pencapaian SDGs dan masa depan industri pertambangan rendah karbon.

Sebagai pesan motivasi bagi mahasiswa lain, Ostwald menekankan pentingnya daya tahan dalam berproses, “Jangan pernah ragu dan menyerah. Tetap melangkah dan nikmati segala proses yang dilewati,” pungkasnya. (dil/rb)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Prestasi

]]>
Cegah Kepunahan Serangga, Mahasiswa UNEJ Ciptakan Konsep Laboratorium Pintar Berbasis AI https://unej.ac.id/blog/2026/03/11/cegah-kepunahan-serangga-mahasiswa-unej-ciptakan-konsep-laboratorium-pintar-berbasis-ai/ Wed, 11 Mar 2026 03:44:58 +0000 https://unej.ac.id/?p=178420 Jember, 11 Maret 2026

Tiga mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) menawarkan cara baru yang canggih untuk menjaga kelestarian alam. Nadzar Thariqy Achsan, Melsanda Aprilina, dan Fahilah Ayu Safitri dari Pendidikan Biologi FKIP, merancang sebuah konsep inovasi bernama “EntoSphere”, yaitu laboratorium serangga pintar berbasis digital untuk menyelamatkan serangga langka di Indonesia.

Ide ini lahir sebagai solusi edukatif atas kekhawatiran mereka terhadap populasi serangga yang terus menurun. Nadzar Thariqy Achsan mengungkapkan bahwa melalui esai ilmiah mereka, tim ingin menghadirkan pembelajaran biologi yang tidak hanya sekadar teori, tetapi juga aplikatif dalam menjaga ekosistem.

“Kepedulian kami terhadap kelestarian serangga ini datang dari rendahnya kesadaran masyarakat terhadap peran penting serangga dalam menjaga keseimbangan ekosistem,” ucap Nadzar.

Melsanda Aprilina, Nadzar Thariqy Achsan, dan Fadhilah Ayu Safitri, mahasiswa FKIP UNEJ dengan Essay Konsep Inovasi EntoSphere

Dalam rancangannya, EntoSphere bukan sekadar kandang biasa, melainkan laboratorium interaktif yang mengintegrasikan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dan sensor otomatis (Internet of Things). Konsep ini memanfaatkan sensor suhu dan kamera khusus untuk memantau serangga tanpa mengganggu aktivitas alaminya.

Teknologi AI yang diusulkan mampu mengenali jenis spesies dan menganalisis pola aktivitas serangga secara otomatis. Nadzar menjelaskan bahwa integrasi teknologi tersebut memungkinkan pengumpulan data alam secara sistematis dan real-time, sehingga pemantauan populasi serangga menjadi lebih akurat dan terstandar.

Jika diimplementasikan di sekolah, konsep EntoSphere ini akan mengajak siswa belajar dengan cara yang menyenangkan lewat program Insecta Cops. Di sini, siswa diajak menganalisis hubungan antara lingkungan dan perilaku serangga berdasarkan data lapangan yang nyata.

“Pendekatan ini memperkuat literasi sains, kemampuan analitis, dan integrasi multidisipliner antara biologi, teknologi, serta analisis data, sehingga proses belajar tidak berhenti pada tataran konseptual, melainkan berbasis bukti dan pengalaman langsung,” ujar Nadzar.

Rancangan EntoSphere, milik mahasiswa FKIP UNEJ, laboratorium serangga pintar yang mengintegrasikan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dan sensor otomatis (Internet of Things)

Meski baru berupa ide dan gagasan kreatif dalam bentuk esai, inovasi yang menitikberatkan pada teknologi dan isu lingkungan ini berhasil menyabet Juara 5 dalam ajang Nasional Essay Competition REAGENTS Generasi Peneliti pada Desember 2025 lalu. Tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah meyakinkan dewan juri melalui presentasi yang kuat dan kritis secara daring.

Nadzar berharap gagasan ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi. Ia juga mengapresiasi dukungan kampus yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide-ide kreatif.

“Saya berharap universitas terus mendukung ruang-ruang confirming ide dan pengembangan potensi mahasiswa, karena lingkungan yang suportif sangat berpengaruh terhadap keberanian untuk mencoba dan berkompetisi. Untuk mahasiswa lain, jangan ragu memulai dan jangan takut gagal, karena proses mencoba, belajar, dan konsisten itulah yang akhirnya membawa kita pada prestasi,” pungkasnya. (dil/rb)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Prestasi

]]>
Doa dari Makkah Iringi Kemenangan Tim FKIP UNEJ di LETIN 7 Lewat Guardian Mitigation Card Berbasis AR 3D https://unej.ac.id/blog/2026/03/04/doa-dari-makkah-iringi-kemenangan-tim-fkip-unej-di-letin-7-lewat-guardian-mitigation-card-berbasis-ar-3d/ Wed, 04 Mar 2026 01:54:11 +0000 https://unej.ac.id/?p=178344 Jember, 4 Maret 2026

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (UNEJ). Tim mahasiswa FKIP yang terdiri dari Naufal Maulana Meidiyanto, Widya Sinshalata, dan Mesbaretha Gavin Dava Hosek sukses menyabet gelar Juara 1 dalam ajang LETIN 7 (Lomba Essay Tingkat Nasional ke-7) yang diselenggarakan oleh Komunitas Nusantara Muda bekerja sama dengan Universitas Janabadra di Yogyakarta.

Dalam kompetisi tersebut, tim FKIP UNEJ mengusung karya berjudul “GUARDIAN MITIGATION CARD: Game Aksi AR 3D Urgensi Media Edukasi Antisipasi Bencana Abrasi di Puger Kabupaten Jember.” Inovasi ini lahir dari keresahan mereka terhadap kondisi pesisir di Puger yang kian terancam abrasi akibat sampah dan rusaknya terumbu karang.

Hasil Karya Guardian Mitigation Card dengan Game Aksi AR 3D

“Tumpukan sampah di pesisir menjadi pembunuh senyap. Kerusakan terumbu karang memperparah risiko abrasi. Melalui ajang ini, kami ingin menghadirkan media pembelajaran yang inovatif sebagai bekal pendidikan dini akan kesadaran lingkungan,” jelas Naufal Maulana Meidiyanto selaku ketua tim.

Berangkat dari persoalan tersebut, Naufal dan tim menawarkan solusi edukatif berupa perpaduan permainan papan (board game) ular tangga dengan teknologi AR 3D. Dilengkapi kartu materi dan soal yang dapat diakses melalui QR Code, media ini dirancang agar pembelajaran mitigasi bencana menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Melalui kolaborasi dengan Kemendikdasmen, inovasi ini dapat dimanfaatkan secara gratis oleh guru di seluruh Indonesia.

Tim Mahasiswa FKIP UNEJ, Juara 1 Lomba Esai Tingkat Nasional di Yogyakarta

Kemenangan yang diraih pada 14 Februari 2026 ini memiliki cerita unik di balik layar. Pada saat presentasi final di Yogyakarta, formasi tim tidak lengkap karena salah satu anggota, Mesbaretha Gavin Dava Hosek, sedang menunaikan ibadah umrah di Arab Saudi. Meski terpisah jarak ribuan kilometer, komitmen Gavin tidak surut. Ia terlibat aktif sejak penyusunan prototipe hingga penyempurnaan visualisasi AR 3D.

“Jarak tidak mengurangi komitmen kami. Meski berada di Makkah, Gavin tetap membersamai melalui dukungan dan doa. Mungkin doa yang dipanjatkan langsung oleh Gavin di depan Ka’bah itu menjadi kunci tambahan hingga kami bisa menjadi juara pertama,” ujar Naufal sembari mengenang momen haru tersebut.

Tim FKIP UNEJ berdiskusi menentukan ide dan judul sebelum perlombaan

Dalam proses penyusunan karya, tim melakukan analisis terlebih dahulu untuk membuat peta konsep yang berisikan garis besar pembahasan dan urgensi karya. Data dikumpulkan dari berbagai sumber terpercaya, kemudian dibandingkan dengan fakta lapangan agar relevan dan akurat. Selanjutnya, tim mulai melakukan penyusunan esai dengan menggunakan metode analisis yang tepat untuk memastikan pembahasan tersusun secara sistematis dan mudah dipahami.

Tak selalu berjalan mulus, beberapa tantangan juga hadir menyelimuti perjalanan tim FKIP UNEJ. Naufal mengungkap bahwa tantangan terbesar dalam proses ini adalah merealisasikan prototipe, khususnya pada tahap pembuatan visualisasi AR 3D yang membutuhkan ketelitian dan waktu cukup panjang. Meski demikian, kerja sama dan kekompakan yang kuat menjadi kunci keberhasilan mereka dalam meraih kemenangan ini.

Tak dapat melengkapi formasi final, potret Gavin tetap membersamai tim melalui doa dalam ibadah umrah

“Proses ini tak semudah membalikkan tangan. Lakukan dari hal yang paling kecil dengan cara teguhkan hati dan harus berkomitmen untuk satu tujuan. Selain itu, komunikasi dan relasi itu penting! Mengapa? Karena dengan begitu akan membuka cakrawala baru. Carilah judul yang inovatif, perbanyak membaca, karena kunci menulis yakni membaca,” pungkasnya. (dil/ajf)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Prestasi

]]>
Gebrakan Inovasi Lintas Disiplin: Delegasi Universitas Jember Borong Medali di ISS & ISC 2026 Malaysia https://unej.ac.id/blog/2026/03/02/gebrakan-inovasi-lintas-disiplin-delegasi-universitas-jember-borong-medali-di-iss-isc-2026-malaysia/ Mon, 02 Mar 2026 03:16:45 +0000 https://unej.ac.id/?p=178332 Jember, 2 Maret 2026

Mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) kembali menorehkan prestasi gemilang di level internasional. Dalam ajang International Student Summit (ISS) dan International Student Competition (ISC) di Kuala Lumpur, Malaysia, delegasi UNEJ dari beberapa fakultas berhasil memborong medali dari berbagai subtema, mulai dari kesehatan, pangan, hingga teknologi.

Kompetisi berskala internasional yang mengusung tema Building a Sustainable and Inclusive Future dan Global Synergy for Sustainable Development ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara dan mempertemukan gagasan-gagasan inovatifnya di Malaysia. Fakultas yang tercatat berhasil mendapatkan medali yaitu Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Farmasi, Fakultas Teknologi Pertanian, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Delegasi UNEJ dari empat fakultas berfoto bersama usai rangkaian ajang International Student Summit (ISS) dan International Student Competition (ISC) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia

Raihan prestasi mahasiswa UNEJ pada ajang ISS dan ISC 2026 di Malaysia:
1. Bronze Medal ISS, kategori poster, subtema Health
Tim Fakultas Kedokteran Gigi (FKG): Kirana Carissa Maulidina Azizah, Azka Syahidah, Puspa Cahyaningrum, Gefela Hana Anargya Althafariani, dan Alya Ulfi Himmi
Judul karya: “BioPad: A Hybrid Biomaterial Based on Bacterial Cellulose Bagasse as a Sustainable Preventive Solution for Decubitus in the Era of Global Disability”
2. Silver Medal ISS, subtema Health
Tim Fakultas Farmasi (FF): Titis Atika bersama Dhimas Hardi Nugraha, Jennifer Velda, Isabel Aprilia Arasyah Rahmayati, dan Chelsia Katia Kasih Br Sinaga
Judul karya: “ETHOS (Ethical Tracking & Human-rights Oversight System): Harnessing Digital Innovation to Protect Human Rights in Healthcare Delivery”
3. Bronze Medal ISC, subtema agriculture
Tim Fakultas Teknologi Pertanian (FTP): 1. Hurin Nabilah, ⁠Mahardhika Mahmudha, dan ⁠Maulida Latifa Rifta
Judul karya: “JOSGIS: Jeruk Semboro’s Geographic Information System, Using Geospatial Data to Support Sustainable Citrus Farming”
4. Bronze Medal ISC, subtema food
Tim Fakultas Teknologi Pertanian (FTP): Maulida Latifa Rifta, Hurin Nabilah, dan ⁠Marlupi Tri Nuraini
Judul karya: “CRIK: Creating Responsible Innovation with Kricket Protein Bar”
5. Silver Medal ISS, kategori poster, subtema Technology
Tim Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP): Hasyisy Ahmad dan Friska Ayu Prananda, bersama perwakilan lain dari UPN Veteran Jawa Timur dan Universitas Telkom Surabaya
Gagasan aplikasi berbasis AI “Legal Mate”

Tim BioPad FKG UNEJ peraih Bronze Medal International Student Summit (ISS) 2026

ISS sendiri merupakan kompetisi esai internasional yang tahap akhirnya dipresentasikan dalam bentuk poster ilmiah melalui metode exhibition. Beberapa karya poster ditempatkan di suatu ruang, kemudian juri sesuai subtema menilai presentasi dan tanya jawab karya finalis.

Sedangkan ISC tidak jauh berbeda dengan ISS. Perbedaannya terletak pada konsep pengemasan acara dan format final presentasi. Jika ISS dikemas dalam format summit dengan presentasi berbentuk poster (exhibition), maka ISC lebih menekankan kompetisi dengan menggunakan salindia/PPT. Walaupun berbeda secara teknis, keduanya sama-sama mendorong mahasiswa untuk menghadirkan inovasi, solusi, dan pikiran kritis ke tingkat internasional.

Tim JOSGIS dan CRIK FTP UNEJ peraih Bronze Medal International Student Competition (ISC) 2026

Keberhasilan mahasiswa Universitas Jember di ajang International Student Competition dan International Student Summit 2026 tidak lepas dari keberanian untuk memulai dan konsistensi dalam berproses. Kirana Carissa Maulidina Azizah dari FKG menegaskan bahwa kesiapan tidak datang begitu saja, melainkan dibentuk selama proses.

“Kompetisi internasional bukan hanya tentang menjadi yang terbaik, tetapi tentang berani membawa nama diri sendiri dan Universitas Jember ke panggung yang lebih luas. Rasa takut dan tidak percaya diri itu wajar, Kalau kita menunggu merasa sempurna, mungkin kita tidak akan pernah mulai. Jadi, beranilah mencoba. Prestasi bukan hanya soal medali, tetapi tentang proses bertumbuh yang kita lalui,” ujarnya.

Tim ETHOS FF UNEJ peraih Silver Medal International Student Summit (ISS) 2026

Senada dengan itu, Titis Atika dari Fakultas Farmasi berpesan agar mahasiswa tidak takut menghadapi tantangan kompetisi internasional. “Jangan menunggu merasa siap sempurna. Justru proses mengikuti kompetisi itulah yang membentuk kesiapan kita. Pilih isu yang benar-benar kamu pahami, perbanyak latihan presentasi, dan bangun komunikasi tim yang sehat,” jelasnya.

Di lain sisi, Hasyisy Ahmad dari FISIP yang memimpin tim kolaborasi lintas universitas menekankan pentingnya keberanian menawarkan ide yang berbeda. “Jangan pedulikan apapun perkataan orang lain, gunakan kacamata kuda agar kamu tetap kuat. Buatlah gagasan yang anti-mainstream namun tetap solutif. Jangan ragu meminta dosen untuk mereview naskahmu, dan sejak LoA diterima, segera urus pendanaan bersama universitas karena proses administrasi membutuhkan energi dan waktu yang tidak sedikit,” pungkasnya.

Tim Legal Mate FISIP UNEJ peraih Silver Medal International Student Summit (ISS) 2026

Rangkuman Inovasi Pemenang Medali:
1. BioPad (FKG – Bronze Medal ISS): Kirana Carissa dan tim menciptakan bantalan antidekubitus berbahan biomaterial hibrida (bacterial cellulose dan ampas tebu). Inovasi ini menjadi solusi preventif bagi pasien disabilitas dengan mobilitas rendah melalui pendekatan waste-to-resource.
2. ETHOS (FF – Silver Medal ISS): Dipimpin Titis Atika, tim merancang platform digital berbasis AI untuk pengawasan hak asasi manusia dalam layanan kesehatan. ETHOS berfungsi sebagai sistem pelaporan anonim yang mampu mengubah pengalaman pasien menjadi data terukur untuk reformasi kebijakan.
3. JOSGIS (FTP – Bronze Medal ISC): Hurin Nabilah dan tim mengembangkan sistem informasi geografis berbasis data geospasial untuk petani jeruk Semboro. Inovasi ini memungkinkan pemantauan kesehatan tanaman secara real-time guna mendukung pertanian berkelanjutan.
4. CRIK (FTP – Bronze Medal ISC): Maulida Latifa dan tim menawarkan protein bar berbahan dasar jangkrik. Produk ini hadir sebagai alternatif pangan masa depan yang tinggi nutrisi namun memiliki jejak karbon yang jauh lebih rendah dibanding protein hewani konvensional.
5. Legal Mate (FISIP – Silver Medal ISS): Hasyisy Ahmad dan tim merancang aplikasi asisten hukum berbasis AI. Platform ini bertujuan mendemokrasikan akses keadilan dengan menyediakan konsultasi hukum dasar yang instan dan mudah dipahami masyarakat awam.

Delegasi UNEJ dari empat fakultas berfoto bersama usai rangkaian ajang International Student Summit (ISS) dan International Student Competition (ISC) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia

Berbagai pesan tersebut menunjukkan bahwa kunci mengikuti lomba internasional seperti ISC dan ISS yang digelar pada 14–15 Februari 2026 itu bukan semata soal kemampuan akademik, tetapi keberanian, ketahanan mental, kekuatan tim, serta persiapan yang matang. Prestasi yang diraih bukan hanya tentang medali, melainkan tentang proses belajar, bertumbuh, dan kebanggaan membawa nama Universitas Jember ke panggung internasional. (dil/ajf)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Prestasi

]]>
Nur Laily Rokhmah, Mahasiswa Universitas Jember Raih Gelar Duta Kesehatan Masyarakat Jawa Timur 2026 https://unej.ac.id/blog/2026/02/21/nur-laily-rokhmah-mahasiswa-universitas-jember-raih-gelar-duta-kesehatan-masyarakat-jawa-timur-2026/ Sat, 21 Feb 2026 07:12:42 +0000 https://unej.ac.id/?p=178237 Jember, 20 Februari 2026

Nur Laily Rokhmah, mahasiswa D3 Keperawatan Universitas Jember (UNEJ) Kampus Kota Pasuruan berhasil menorehkan prestasi sebagai Duta Kesehatan Masyarakat Jawa Timur 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan Duta Kesehatan Jawa Timur. Ajang yang rangkaiannya terlaksana dari Januari hingga Februari 2026 ini diikuti oleh 90 peserta dari berbagai kalangan usia 18-27 tahun yang berdomisili/menetap di Jawa Timur.

Lolos dalam seleksi administrasi, membawa 19 peserta mengikuti tahap karantina termasuk Nur Laily Rokhmah. Selama itu, terdapat beberapa tes yang diuji oleh dewan juri untuk mengetahui kemampuan para peserta, seperti opening speech dan isu challenge.

Penampilan Nur Laily Rokhmah, mahasiswa D3 Keperawatan UNEJ Kampus Kota Pasuruan dalam Grand Final Duta Kesehatan Jawa Timur 2026

Untuk opening speech dan isu challenge, ia mengangkat tentang program Kerja Sehat Dekat. Program ini berisi cara penyampaian kesehatan kepada masyarakat secara lebih dekat dan sosial. Dalam pendekatan ini melibatkan keluarga dan tokoh masyarakat setempat, sehingga penyampaiannya tidak bersifat menggurui, namun bersifat sosial. Selain itu, bakat yang saya tampilkan secara online berupa video beberapa cuplikan pidato dan Master of Ceremony (MC) yang pernah saya ikuti.

Sebelum karantina berlangsung, ia sempat berpikir para peserta yang turut berkolaborasi berasal dari rumpun kesehatan. Faktanya, berbagai peserta tersebut berasal dari berbagai jurusan dan memiliki wawasan yang lebih luas. Namun, kenyataan ini tidak menggoyahkan tekadnya, justru ia menjadi lebih semangat dari sebelumnya.

Dalam pernyataan singkatnya, ia menyatakan bahwa tugas mahasiswa kesehatan bukan hanya sekedar belajar ilmu kesehatan. Akan tetapi, di balik itu ada tanggung jawab kepada masyarakat yang harus dipenuhi. Landasan berpikir inilah yang menjadi motivasinya mengikuti ajang ini.

(kedua dari kanan) Nur Laily Rokhmah saat sesi foto bersama Duta Kesehatan Jawa Timur 2024

“Saya ingin menjadi bagian dari generasi muda yang tidak hanya paham kesehatan. Namun juga mampu menyampaikan edukasi kesehatan dengan cara yang mudah dipahami masyarakat,” jelasnya saat kembali ke Kampus Pasuruan usai mengikuti Grand Final Duta Kesehatan Jawa Timur 2026 pada 1 Februari 2026.

Menurutnya, selama mengikuti ajang ini, rasa insecure pernah singgah di dalam dirinya. Pasalnya, ia merasa bahwa pengalaman yang dimilikinya tidak sebanyak peserta lain, sehingga ia ragu dan overthinking muncul. Terutama pada saat masa penilaian. Namun, ia tak gentar dan tetap berani bersaing.

“Sejujurnya, kendala selama mengikuti lomba ini adalah melawan rasa takut dalam diri sendiri. Saya sempat kurang percaya diri, karena merasa pengalaman yang dimiliki belum sebanyak peserta lain. Ada moment ketika saya ragu dan mulai mempertanyakan kemampuan diri. Selain itu, kendala seperti rasa cemas, tekanan dan overthinking sempat muncul. Terutama saat menghadapi penilaian dan ekspektasi. Namun, saya memilih untuk tidak berhenti. Keberanian bukan berarti tidak takut, tetapi tetap melangkah walaupun takut,” ucapnya.

Adapun pesan yang ia sampaikan kepada para mahasiswa agar tetap terus melangkah, jangan pernah takut gagal, selalu semangat, usaha dan ikhtiar. Karena usaha yang besar tidak akan pernah menghianati hasil.

Nur Laily Rokhmah, mahasiswa D3 Keperawatan UNEJ Kampus Kota Pasuruan terpilih menjadi Duta Kesehatan Masyarakat Jawa Timur 2026

“Pesan saya jangan pernah takut gagal selagi kita melangkah ke tujuan yang benar. Terus semangat, usaha dan ikhtiar,” imbuhnya.

Tak hanya itu, harapannya dengan amanah baru yang didapatkan ia dapat lebih intens dalam mengawasi kesehatan. Sebab, berbagai fakta problematika kesehatan kerap terjadi di tengah kehidupan masyarakat.

“Saya ingin menggunakan peran ini sebagai jembatan untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan diri, keluarga dan lingkungan,” pungkasnya. (dil/rb)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Prestasi

]]>
Balaskan Kekalahan Tahun Lalu, Ganda Putri Badminton UNEJ Raih Podium Tertinggi PORNIKES 2026 https://unej.ac.id/blog/2026/02/13/balaskan-kekalahan-tahun-lalu-ganda-putri-badminton-unej-raih-podium-tertinggi-pornikes-2026/ Fri, 13 Feb 2026 11:51:20 +0000 https://unej.ac.id/?p=178165 Jember, 13 Februari 2026

Di tengah kesibukan mahasiswa, semangat juang mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) tak pernah pudar. Ajang Pekan Olahraga Seni dan Kesehatan Internasional (PORNIKES) 2026 menjadi saksi bisu prestasi Indy Eprita Salza Nabilah, mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) angkatan 2022 dan Amanda Cynthia Margaretta, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) angkatan 2022.

Keduanya berhasil menyabet juara 1 tingkat internasional dengan mengalahkan 32 peserta dari berbagai universitas dalam cabang olahraga badminton kategori ganda putri yang diselenggarakan PORNIKES di STIKes Husada Jombang pada tanggal 7-8 Februari 2026.

Indy Eprita Salza Nabilah dan Amanda Cynthia Margaretta, mahasiswa UNEJ Juara 1 Cabor Badminton PORNIKES 2026

Pada tahun sebelumnya, mereka berhasil juara 2 dalam cabang olahraga yang sama dan juga diselenggarakan oleh PORNIKES. Prestasi ini menjadi motivasi, tekad dan semangat keduanya untuk menorehkan prestasi yang lebih baik di tahun 2026 ini.

“Target kita tahun ini memang juara 1, karena tahun lalu sudah juara 2,” ujar Indy antusias.

Sebuah pencapaian pasti dapat dicapai setelah melalui proses dan usaha yang panjang. Menurut Indy, prestasi ini yang berhasil diraih setelah melakukan latihan fisik satu kali dalam seminggu dan secara intensif di lapangan selama satu minggu berturut-turut.

Performa Indy dan Amanda sebagai Ganda Putri dalam Cabor Badminton PORNIKES 2026

“Kira-kira kita satu minggu sebelum berangkat baru sempat latihan di lapangan. Sebelumnya, kita hanya lari dan latihan fisik selama satu kali dalam seminggu,” imbuhnya.

Di balik prestasi yang gemilang, pastinya ada tantangan yang dihadapi. Bagi Indy, tantangan terbesar yang dihadapi keduanya adalah waktu latihan yang bersamaan dengan kuliah. Apalagi keduanya berasal dari fakultas yang berbeda. Namun, kenyataan pahit ini tidak menjadi penghalang untuk terus semangat dan berusaha.

“Karena kita latihan sambil kuliah, jadi kadang merasa capek nyocokin waktu untuk latihan. Ditambah lagi partner yang berasal dari fakultas yang berbeda,” jelasnya.

Indy Eprita Salza Nabilah dan Amanda Cynthia Margaretta, mahasiswa UNEJ Juara 1 Cabor Badminton PORNIKES 2026

Pasca final berlangsung, keduanya sempat merasa drop dengan suasana gedung yang sangat panas, sehingga sedikit menurunkan stamina. Tak hanya itu, mereka juga merasa pressure dengan para suporter lawan yang sangat ramai dan antusias. Namun saat babak pengumuman berlangsung, seluruh keresahan tersebut hilang seketika. Pasalnya, suasana itu sudah tergantikan dengan rasa senang.

“Deg-degan banget pas final, ditambah suporter dari pihak lawan lumayan bikin pressure. Suasana gedung yang panas juga bikin stamina drop. Tapi, saat pengumuman rasanya meledak senang, disambut tim, foto bareng, lega dan pengen ulang terus,” pungkasnya.

Dengan adanya pencapaian ini, harapannya Universitas Jember semakin bersinar sekaligus menjadi sebuah memotivasi para atlet kampus untuk terus semangat dalam mengikuti lomba. (dil/rb)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Prestasi

]]>
Borong Juara di Dua Kompetisi Regional dan Nasional, UKMF Wisma Gita UNEJ Harumkan Nama Almamater https://unej.ac.id/blog/2026/02/05/borong-juara-di-dua-kompetisi-regional-dan-nasional-ukmf-wisma-gita-unej-harumkan-nama-almamater/ Thu, 05 Feb 2026 08:57:13 +0000 https://unej.ac.id/?p=178085 Jember, 5 Februari 2026

Universitas Jember (UNEJ) kembali mempertegas eksistensinya di kancah nasional melalui torehan prestasi gemilang dari Unit Kesenian Mahasiswa Fakultas (UKMF) Wisma Gita. Tim tari kebanggaan Kampus Tegalboto ini sukses menyabet gelar juara di dua ajang bergengsi sekaligus, yakni Juara 1 pada Festival Bogasari 2026 dan Juara 2 dalam ajang iForte National Dance Competition (NDC) 2026.

Keberhasilan ini tidak lepas dari soliditas tim dan mentalitas kompetitif yang mumpuni dari setiap anggota. Semangat juang yang tinggi serta konsistensi dalam berlatih menjadi bahan bakar utama bagi UKMF Wisma Gita untuk terus bersaing dan mengukir prestasi di tingkat nasional, membuktikan bahwa kreativitas mahasiswa UNEJ mampu berbicara banyak di panggung seni tari Indonesia.

“Dorongan internal tim yang sangat kuat, kekompakan, rasa saling percaya, serta semangat kebersamaan setiap anggota menjadi alasan utama kami untuk berani berpartisipasi dan memberikan usaha terbaik dalam setiap proses perlombaan,” ungkap Selsa Adissa Varen selaku koordinator bidang tari.

Selsa menjelaskan konsep tari yang dibawakan oleh UKMF Wisma Gita saat berkompetisi, “Konsep unik yang kami bawa yaitu terletak pada penggabungan tari tradisional dan modern, sehingga konsep ini menjadi pembeda dengan kompetitor lain. Kami juga mempersiapkan hal lainnya seperti perkuat kolaborasi internal dan persiapan mental yang harus tetap tenang di panggung,” imbuhnya.

Mahasiswa UKMF Wisma Gita UNEJ, Juara 2 iForte National Dance Competition 2026

Dalam penampilannya, mereka mengusung konsep kontemporer-tradisional yang memadukan pakem gerak tari klasik yang sarat makna dengan sentuhan koreografi modern yang dinamis dan energik. Harmonisasi ini tidak hanya menciptakan suguhan visual yang segar bagi juri dan penonton, tetapi juga menunjukkan bahwa akar budaya lokal dapat tetap relevan dan tampil memukau di tengah perkembangan zaman.

Mahasiswa UKMF Wisma Gita UNEJ, Juara 1 pada Festival Bogasari 2026

Keberhasilan yang diperoleh ini tidak diraih dengan instan, terdapat usaha dan pengorbanan yang telah mereka lalui. Namun di balik usaha tersebut pengorbanan tim mendapatkan buah hasil yang membanggakan. Kunci keberhasilan menurut Selsa yaitu kekompakan tim dari segi latihan yang disiplin, evaluasi rutin setiap anggota hingga mengetahui strategi penilaian dari juri.

“Selalu latihan yang konsisten, selalu evaluasi, koordinasi tim yang kuat, di sesi latihan tim harus mendalami wirasa, wiraga, dan wirama. Sebelum perlombaan kami juga harus mengetahui dan memahami kriteria penilaian dari juri, kemudian sesuaikan dengan tarian yang akan dibawakan, dan tidak lupa berdoa,” pungkas Selsa.

Penampilan mahasiswa UKMF Wisma Gita UNEJ pada Festival Bogasari 2026

Prestasi yang telah diraih pada 14 Januari 2026 ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi para anggota penerus generasi UKMF Wisma Gita, serta memberikan contoh yang baik kepada UKM lainnya di Universitas Jember bahwa kekompakan tim sangat mempengaruhi kualitas dari tim itu sendiri. (dil/adi)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Prestasi

]]>
UKM Marching Band Symphony Rama UNEJ Buktikan Prestasi Raih Juara 2 di Ajang Marching Band Bergengsi Internasional https://unej.ac.id/blog/2026/01/19/ukm-marching-band-symphony-rama-unej-buktikan-prestasi-raih-juara-2-di-ajang-marching-band-bergengsi-internasional/ Mon, 19 Jan 2026 03:54:48 +0000 https://unej.ac.id/?p=177759 Jember, 19 Januari 2026

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Marching Band Symphony Rama Universitas Jember (UNEJ) buktikan prestasi nyata dengan perolehan juara 2 melalui ajang kompetisi Jakarta Drum Corps Internasional. Prestasi ini merupakan bukti konsistensi dari UKM Marching Band UNEJ dalam menjaga kualitas latihan, serta menunjukkan bahwa mahasiswa UNEJ mampu berprestasi tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di ranah seni dan budaya.

Endah Kumala Sekar Arum salah satu anggota dari UKM Marching Band UNEJ menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan buah hasil dari proses latihan intensif dan kerja keras seluruh anggota. “Perolehan juara ini salah satunya karena komitmen seluruh anggota dalam menjalani proses latihan yang disiplin, terstruktur, dan konsisten sejak jauh sebelum lomba. Selain teknik dan musikalitas, kami juga menekankan kekompakan, komunikasi tim, serta kesiapan mental saat tampil di arena kompetisi,” katanya saat ditemui di Kampus UNEJ, Senin (19/01/2026).

UKM Marching Band Symphony Rama UNEJ foto bersama setelah awarding sebagai Juara 2 Jakarta Drum Corps Internasional

Endah juga menjelaskan faktor lain kemenangan ini, salah satunya penampilan dari UKM Marching Band UNEJ yang memberikan karakter unik dan berbeda dengan kompetitor lainnya. “Kami berupaya menghadirkan konsep penampilan yang matang baik dari segi musikal maupun visual, dengan karakter yang kuat dan berbeda dari kompetitor lain. Selain itu, kemampuan tim dalam menerima evaluasi, memperbaiki detail teknis, serta menjaga mental bertanding juga menjadi kunci penting yang membawa kami mampu bersaing dan memperoleh hasil terbaik di posisi Juara 2,” imbuh Endah.

Melalui prestasi yang diraih pada 21 Desember 2025 ini, UKM Marching Band UNEJ membuktikan kualitas dan keunggulannya sebagai unit kegiatan mahasiswa yang mampu bersaing dengan marching band papan atas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

UKM Marching Band Symphony Rama UNEJ berada di venue Jakarta Drum Corps Internasional

Kunci kemenangan yang berhasil diterapkan tim sekaligus tips dan trik dari tim salah satunya berawal dari latihan yang keras, konsisten, dan disiplin. Karena hal tersebut merupakan fondasi utama keberhasilan tim.

“Konsistensi latihan jangka panjang jauh hari sebelum lomba, disertai kedisiplinan, kekompakan, dan kesiapan mental seluruh anggota tim. Hal tersebut kami dukung melalui proses persiapan yang terstruktur, mulai dari penyusunan konsep musik dan visual, drill teknik instrument, evaluasi rutin bersama pelatih, penguatan komunikasi internal tim, hingga pengelolaan administrasi dan logistik keberangkatan. Dengan persiapan yang matang, keterbukaan terhadap masukan, serta komitmen untuk terus memperbaiki detail performa, tim dapat tampil lebih percaya diri dan siap bersaing di arena kompetisi,” jelas Endah.

Penampilan UKM Marching Band Symphony Rama UNEJ dalam Jakarta Drum Corps Internasional

Selain itu, dari pencapaian yang diraih ini diharapkan UKM Marching Band UNEJ dapat terus mempertahankan konsistensi prestasinya baik di tingkat nasional atau internasional. “Harapan untuk ke depan adalah agar Marching Band Symphony Rama semakin berkembang, solid, dan konsisten mempertahankan prestasi yang telah diraih, sekaligus terus melahirkan generasi anggota yang berdisiplin, berkarakter, dan siap membawa nama baik Universitas Jember di berbagai ajang kompetisi,” pungkasnya. (dil/adi)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Prestasi

]]>
Satpam UNEJ Kembali Raih Penghargaan Kapolres Jember atas Dedikasi dan Profesionalisme https://unej.ac.id/blog/2026/01/15/satpam-unej-kembali-raih-penghargaan-kapolres-jember-atas-dedikasi-dan-profesionalisme/ Thu, 15 Jan 2026 06:37:19 +0000 https://unej.ac.id/?p=177745 Jember,15 Januari 2026

Universitas Jember (UNEJ) kembali mencatatkan prestasi membanggakan melalui satuan pengamanan (Satpam) kampus. Satpam UNEJ menerima Piagam Penghargaan dari Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jember atas dedikasi, profesionalisme, dan kontribusinya dalam membantu tugas kepolisian serta menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolres Jember dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Satpam ke-45 Tahun 2025, sebagai bentuk apresiasi terhadap peran Satpam UNEJ yang dinilai konsisten, responsif, dan berprestasi dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.

Penerimaan penghargaan ini menjadi semakin istimewa karena merupakan penghargaan kedua yang diterima Satpam UNEJ dari Polres Jember. Hal ini menegaskan komitmen berkelanjutan Universitas Jember dalam membangun sistem keamanan kampus yang profesional, humanis, dan bersinergi dengan aparat penegak hukum.

Komandan Satpam UNEJ bersama perwakilan Satpam didampingi Wakil Rektor II dan Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan usai menerima penghargaan dari Kapolres Jember.

Penghargaan tersebut turut mendapat perhatian pimpinan Universitas Jember. Wakil Rektor II Universitas Jember, Prof. Dr. drg. Sri Hernawati, M.Kes., menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan peran strategis Satpam dalam mendukung kelancaran aktivitas akademik dan kemahasiswaan. “Keamanan merupakan fondasi penting bagi terselenggaranya tridarma perguruan tinggi. Penghargaan ini menunjukkan bahwa Satpam UNEJ bekerja secara profesional dan konsisten menjaga kampus tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Mohamad Jazuli, S.H., M.H. menekankan pentingnya sinergi antara Satpam dan seluruh unit kerja dalam menciptakan rasa aman bagi sivitas akademika. “Kami berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi Satpam UNEJ untuk terus meningkatkan kualitas layanan keamanan demi mendukung kegiatan akademik dan kemahasiswaan,” katanya.

Komandan Satpam UNEJ, Mahfud, S.A.P., menyambut apresiasi ini dengan rasa syukur namun tetap menekankan pentingnya kewaspadaan. Menurutnya, mempertahankan prestasi justru menjadi tantangan tersendiri di tengah dinamika keamanan kampus yang terus berkembang. “Di satu sisi kami sangat bersyukur mendapatkan apresiasi dari pembina kami, Binmas Polres Jember. Namun di sisi lain, prestasi ini tidak boleh membuat kami tinggi hati,” ujar Mahfud saat ditemui di Pos Induk Satpam UNEJ.

Untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan kampus, Satpam Universitas Jember dituntut bekerja ekstra seiring penerapan sistem kampus terbuka. Mahfud menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai upaya pengamanan, yang difokuskan pada pencegahan pencurian kendaraan bermotor, helm, serta barang di area parkir melalui pengamanan 24 jam, patroli rutin dengan intensitas yang disesuaikan tingkat kerawanan, respons cepat terhadap situasi mencurigakan, serta koordinasi aktif antarpetugas di setiap unit kerja dan fakultas agar pengawasan kampus berjalan optimal.

Menutup keterangannya, Mahfud berpesan kepada seluruh jajaran Satpam UNEJ agar tidak terlena dengan penghargaan yang diterima dua tahun berturut-turut ini. Ia berharap apresiasi dari Kapolres Jember justru menjadi pemacu untuk meningkatkan kinerja dan kewaspadaan.

“Jangan sampai penghargaan ini membuat kita sombong. Jadikan ini sebagai cambuk untuk terus meningkatkan kewaspadaan dalam melindungi seluruh sivitas akademika. Tujuannya satu, agar mahasiswa dan dosen merasa aman, nyaman, serta ketertiban kampus tetap terjaga,” pungkasnya. (qf)

]]>