Profil – Universitas Jember https://unej.ac.id Working in Harmony, Nurturing the Future Tue, 03 Mar 2026 08:01:47 +0000 en-US hourly 1 https://unej.ac.id/wp-content/uploads/2023/09/cropped-maskable-unej-icon-1-32x32.png Profil – Universitas Jember https://unej.ac.id 32 32 Lampu Menyala Sendiri, Penjaga Lari: Cerita Unik Prof. Bambang Marhaenanto Merintis Otomasi Pertanian di FTP UNEJ https://unej.ac.id/blog/2026/03/03/lampu-menyala-sendiri-penjaga-lari-cerita-unik-prof-bambang-marhaenanto-merintis-otomasi-pertanian-di-ftp-unej/ Tue, 03 Mar 2026 08:01:47 +0000 https://unej.ac.id/?p=178339 Jember, 3 Maret 2026

Sebuah kejadian unik mewarnai perjalanan karier Prof. Dr. Ir. Bambang Marhaenanto, M.Eng., IPM. ASEAN Eng., saat sedang menguji coba sistem smart greenhouse milik sebuah instansi di luar kota, ia mencoba mengendalikan lampu dan peralatan dari rumah melalui smartphone. Tak lama berselang, koneksi terputus. Usut punya usut, penjaga malam di lokasi tersebut panik dan langsung memutus aliran listrik (MCB) karena mengira terjadi korsleting saat melihat lampu dan kipas tiba-tiba menyala sendiri tanpa ada orang di sana.

Kisah “hantu” di greenhouse tersebut menjadi bumbu dalam perjalanan panjang Prof. Bambang yang resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Otomasi dan Informatika Pertanian di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Jember.

Eksperimen Prof. Bambang dengan teknologi jarak jauh sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum istilah Internet of Things (IoT) populer. Pada tahun 2010, saat menempuh studi di Thailand, dari jarak jauh ia sudah mampu memantau suhu, kelembaban, hingga menyiram tanaman di greenhouse Jember secara real-time.

Prof. Dr. Ir. Bambang Marhaenanto, M.Eng., IPM. ASEAN Eng., Guru Besar bidang Otomasi dan Informatika Pertanian di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Jember

Bermodalkan PC bekas, sistem operasi Windows, dan jaringan internet statis, inovasi “tangan dingin” ini sukses membawa karyanya mewakili institusi di ajang pameran internasional yang diselenggarakan Pemerintah Kerajaan Thailand di Bangkok pada tahun 2012. Kini, teknologi yang dulunya memerlukan komputer besar tersebut telah ia ringkas menjadi sistem berbasis mikrokontroler yang jauh lebih murah dan efisien.

Ketertarikan Prof. Bambang pada otomasi berakar dari hobinya memperbaiki perangkat elektronik sejak SMP. Meski menempuh jalur pendidikan pertanian, obsesinya menjadi “insinyur” tetap mengalir melalui skripsi alat sortasi buah otomatis hingga pendirian Laboratorium Instrumentasi di FTP UNEJ.

Dedikasinya tidak hanya menghasilkan gelar profesor, tetapi juga kontribusi nyata bagi institusi. Fasilitas Smart Greenhouse yang ia kembangkan menjadi salah satu faktor kunci yang mendukung Program Studi Teknik Pertanian UNEJ meraih akreditasi internasional dari lembaga ASIIN.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Implementasi Smart Greenhouse pada Budidaya Sayuran Hidroponik”, Prof. Bambang menekankan pentingnya adaptasi cepat terhadap teknologi informasi untuk meningkatkan produktivitas pangan. Di balik pencapaian akademik ini, ia mengakui peran besar keluarga sebagai sumber motivasi dan penyeimbang hidup.

“Tanpa dukungan moral, doa, dan pengertian keluarga terhadap waktu yang saya curahkan untuk penelitian, pencapaian ini tentu tidak akan terwujud dengan baik,” ungkapnya.

Melalui pengukuhan ini, Prof. Bambang berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi praktis bagi dunia pendidikan dan masyarakat, memastikan bahwa teknologi otomasi bukan sekadar teori di atas kertas, melainkan alat bantu nyata bagi masa depan pertanian Indonesia. (dil)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Profil

]]>
Meneruskan Estafet Sang Ayah: Prof. Evita Perkuat Posisi UNEJ sebagai Pionir Riset SDM Pertanian Berkelanjutan https://unej.ac.id/blog/2026/02/27/meneruskan-estafet-sang-ayah-prof-evita-perkuat-posisi-unej-sebagai-pionir-riset-sdm-pertanian-berkelanjutan/ Fri, 27 Feb 2026 08:15:45 +0000 https://unej.ac.id/?p=178317 Jember, 27 Februari 2026

Universitas Jember (UNEJ) terus memperkokoh posisinya sebagai pionir riset berbasis pertanian di Indonesia melalui penguatan sumber daya manusia akademiknya. Langkah strategis ini kembali ditegaskan dengan lahirnya pakar baru di bidang Ekonomi Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian, Prof. Dr. Ir. Evita Soliha Hani, M.P.. Kehadirannya tidak hanya menambah deretan guru besar berkualitas, tetapi juga membawa perspektif baru dalam menjawab tantangan krisis petani di era bonus demografi.

Pencapaian Prof. Evita di puncak karier akademik ini merupakan buah dari pendidikan karakter yang kuat di lingkungan keluarga. Tumbuh besar sebagai putri dari seorang Guru Besar di Fakultas Hukum UNEJ, Prof. Evita mewarisi nilai-nilai kedisiplinan dan kecintaan yang mendalam pada ilmu pengetahuan.

“Ayah saya adalah sosok yang tidak pernah lepas dari buku, baik di rumah maupun di area umum. Beliau mengajarkan bahwa dosen harus produktif menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi dan wajib meraih gelar guru besar sebagai wujud nyata kepakaran ilmu,” ungkap Prof. Evita. Baginya, gelar profesor ini adalah wujud penunaian amanah sang ayah untuk terus berkontribusi bagi dunia pendidikan.

Dalam kajian kepakarannya, Prof. Evita menyoroti paradoks yang dihadapi Indonesia saat ini melalui orasi ilmiah berjudul “Bonus Demografi atau Krisis Petani? Telaah Ekonomi Sumber Daya Manusia dalam Ketahanan Pangan Indonesia.” Ia menekankan bahwa meskipun Indonesia memiliki kelimpahan penduduk usia produktif, sektor pertanian justru terancam oleh penuaan populasi petani dan rendahnya minat generasi muda.

Prof. Evita memaparkan bahwa ia kagum dengan manusia sebagai makhluk ciptaan tuhan yang paling sempurna. Dengan memanfaatkan akal dan ide yang dimiliki, manusia mampu menciptakan dan mengoperasionalkan teknologi pertanian. Oleh karena itu, manusia disebut sebagai faktor utama pembangunan nasional, sehingga petani menjadi penentu keberhasilan tahan pangan.

“Sejak kecil, saya kagum dengan manusia sebagai ciptaan Allah yang paling sempurna. Kesempurnaan manusia dibanding dengan ciptaan Allah yang lainnya adalah manusia memiliki akal. Dengan adanya “akal” ini menjadikan manusia sebagai sumber daya terpenting. Dengan akalnya, manusia memiliki ide untuk terus menerus menghasilkan teknologi dan manusia juga yang mengoperasionalkan teknologi tersebut.” jelasnya.

Pada saat ini, Indonesia berada pada fase demographic dividend (bonus demografi) yang ditandai oleh kondisi dimana proporsi penduduk usia produktif melebihi jumlah penduduk usia non-produktif. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, maka akan menjadi beban ekonomi baru, pengangguran massal dan masalah sosial.

Prof. Dr. Ir. Evita Soliha Hani, M.P., Guru Besar Bidang Ekonomi Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian, Faperta Universitas Jember

Berdasarkan hasil penelitiannya, Prof. Evita mengungkapkan seorang petani dapat berkontribusi secara signifikan di sektor pendidikan dan penelitian melalui inovasi pertanian berkelanjutan, adopsi teknologi digital seperti smart farming dan pembaharuan metode budidaya dapat menjembatani teori akademik melalui praktik lapangan, menyediakan data empiris untuk penelitian lanjutan, serta meningkatkan efisiensi sumber daya.

“Hasil penelitian petani, khususnya pemuda tani berkontribusi signifikan pada dunia pendidikan dan penelitian melalui inovasi pertanian berkelanjutan, adopsi teknologi digital (smart farming) dan pembaruan metode budidaya. Mereka menjembatani teori akademik dengan praktik lapangan, menyediakan data empiris untuk penelitian lanjutan, serta meningkatkan efisiensi sumber daya,” ucapnya.

Dalam menelaah ekonomi sumber daya manusia dalam dunia pertanian, Prof. Evita mengakui dihadapi oleh beberapa tantangan. Mulai dari krisis regenerasi, penuaan populasi petani serta keterbatasan kompetensi teknologi digital dan manajerial.

“Tantangan utama dalam ekonomi sumber daya manusia (SDM) pertanian meliputi krisis regenerasi akibat rendahnya minat generasi muda, penuaan populasi petani, serta keterbatasan kompetensi teknologi digital dan manajerial,” imbuhnya.

Selain aktif dalam riset, Prof. Evita dikenal sebagai akademisi yang memiliki rekam jejak kepemimpinan yang kuat di UNEJ. Beberapa poin penting dalam perjalanan kariernya meliputi kepemimpinan akademik dengan menjabat sebagai KPS Agribisnis, Wakil Dekan II, hingga Wakil Dekan I. Prestasi internasional dengan meraih predikat Presenter Terbaik dalam seminar internasional di Universiti Putra Malaysia. Dedikasi pengabdian sebagai penerima Satyalancana Karya Satya (30 tahun) dan penulis 4 buku teks utama di bidang ekonomi pertanian.

Sementara itu, dukungan keluarga selalu menyertai proses Prof. Evita dalam meraih gelar doktor. Baik dalam bentuk materi maupun non materi, sehingga semua itu dapat lebih menguatkan. “Suami dan anak-anak sangat mendukung saya untuk meraih gelar profesor. Supporting mereka dalam bentuk material maupun non material. Semangat mereka membarakan semangat saya. Doa mereka menguatkan doa saya,” pungkasnya. (dil/rb)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Profil

]]>
Soroti Isu Kesehatan Mental, Duta Keperawatan UNEJ Kampus Kota Pasuruan Inisiasi Konseling Sebaya https://unej.ac.id/blog/2026/02/26/soroti-isu-kesehatan-mental-duta-keperawatan-unej-kampus-kota-pasuruan-inisiasi-konseling-sebaya/ Thu, 26 Feb 2026 15:09:47 +0000 https://unej.ac.id/?p=178313 Jember, 26 Februari 2026

Kesehatan mental menjadi isu krusial di lingkungan kampus, tak terkecuali bagi mahasiswa keperawatan yang dipersiapkan langsung terjun ke dunia kerja. Memahami beban berat tersebut, Duta Keperawatan Universitas Jember (UNEJ) Kampus Kota Pasuruan, Tio Yahya, menghadirkan inovasi berupa wadah berbagi keluh kesah berbasis teman sebaya. Langkah ini diambil Tio untuk mematahkan stigma dan memberikan ruang aman bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik maupun personal tanpa rasa takut dihakimi.

Tio menegaskan pentingnya peran duta kampus sebagai sosok panutan mahasiswa, baik dalam aspek akademik maupun nonakademik. Ia aktif mengambil peran sebagai figur panutan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga hadir secara nyata dalam mendukung kegiatan mahasiswa keperawatan.

Menurutnya, menjadi Duta Keperawatan UNEJ Kampus Kota Pasuruan bukan hanya sekadar gelar semata, melainkan sebagai sosok yang mengemban amanah serta tanggung jawab untuk mampu mendorong mahasiswa agar lebih berani berproses, aktif berprestasi, serta mengembangkan potensi diri di berbagai bidang.

“Duta kampus itu harus bisa menjadi contoh dan panutan, supaya teman-teman termotivasi untuk ikut aktif di berbagai sektor, baik akademik maupun nonakademik,” ujarnya.

Tio Yahya, Duta Keperawatan Universitas Jember Kampus Kota Pasuruan

Tio menyoroti kesehatan mental sebagai salah satu isu paling krusial yang banyak dihadapi mahasiswa, khususnya dalam konteks generasi Z. Padatnya beban akademik di Fakultas Keperawatan, ditambah tuntutan praktik lapangan karena program D3 Keperawatan dipersiapkan untuk siap kerja setelah lulus, dinilai berpotensi memengaruhi kondisi mental mahasiswa.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, Tio menggagas inovasi berupa ruang konseling kesehatan mental berbasis teman sebaya. Program ini dirancang sebagai wadah aman bagi mahasiswa untuk berbagi cerita, keluh kesah, dan tekanan tanpa rasa takut dihakimi. “Aku ingin jadi teman sharing. Jadi konsultasi itu tidak harus selalu ke dosen pembimbing akademik, tapi bisa juga ke aku sebagai teman sebaya supaya lebih santai, terbuka, dan relate,” jelasnya. Melalui ruang konseling ini, Tio berharap ikatan persaudaraan antar mahasiswa semakin hangat dan kuat tanpa sekat.

“Aku bersyukur karena teman-teman angkatan sangat mendukung program ini, terutama adik tingkat. Menurut mereka, berbagi kesulitan dan pengalaman dengan kakak tingkat itu lebih terasa karena status yang sama-sama mahasiswa dan lebih memahami kondisi di lapangan,” tambahnya.

Tio Yahya ketika menjadi pembicara pada kegiatan Expo di UNEJ Kampus Kota Pasuruan

Selama menjabat sebagai duta, Tio juga aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan diri seperti wicara publik. Ia pernah terlibat dalam kegiatan public speaking seperti menjadi pembicara pada expo karya mahasiswa lintas angkatan hingga sosialisasi tentang keperawatan di dalam maupun luar kampus. Nilai karakter yang ia pegang teguh adalah disiplin dan ketangguhan, dua hal yang menurutnya mutlak dimiliki calon perawat untuk menghadapi tuntutan perkuliahan dan dunia kerja secara nyata.

Menutup pernyataannya, Tio menyampaikan pesan motivasi kepada rekan mahasiswa keperawatan, khususnya jenjang D3. Ia menegaskan bahwa tergabung dalam D3 bukanlah suatu kekurangan, melainkan keunggulan karena lulusan D3 setelah lulus akan dipersiapkan untuk langsung terjun ke lapangan.

“Jangan menyerah, perjalanan kita masih panjang. Jangan takut untuk berbagi beban, karena kalian tidak harus menanggungnya sendiri,” pesannya.

Tio turut menyampaikan harapannya agar Universitas Jember Kampus Kota Pasuruan dapat terus meningkatkan fasilitas penunjang mahasiswa. Ia juga mengapresiasi pembangunan auditorium baru di atas poliklinik yang saat ini tengah berlangsung, dan berharap fasilitas tersebut segera rampung serta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik mahasiswa. (dil/ajf)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Profil

]]>
Padukan Kecerdasan Buatan dan Nilai Spiritual, Guru Besar FT UNEJ Rintis Teknologi Asistif Ramah Disabilitas https://unej.ac.id/blog/2026/02/26/padukan-kecerdasan-buatan-dan-nilai-spiritual-guru-besar-ft-unej-rintis-teknologi-asistif-ramah-disabilitas/ Thu, 26 Feb 2026 07:42:22 +0000 https://unej.ac.id/?p=178298 Jember, 26 Februari 2026

Di tengah percepatan revolusi kecerdasan buatan dan otomasi global, Universitas Jember (UNEJ) kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan inovasi teknologi yang berdampak sosial tinggi. Hal ini tercermin dari kiprah Prof. Khairul Anam, Guru Besar bidang Instrumentasi dan Kontrol, yang dikukuhkan pada 12 Februari 2026 lalu. Ia mengembangkan sistem kendali cerdas berbasis kecerdasan buatan yang memanfaatkan sinyal biologis manusia seperti suara, sinyal otot (EMG), dan sinyal otak (EEG) untuk teknologi asistif bagi penyandang disabilitas.

Melalui orasi ilmiahnya yang bertajuk “Niat, Kecerdasan Buatan, dan Teknologi Asistif: Menuju Integrasi Manusia dan Mesin”, Prof. Anam menegaskan bahwa masa depan teknologi tidak hanya berbicara tentang presisi teknis, tetapi juga tentang bagaimana mesin mampu memahami niat manusia dan memperluas kapasitas hidup penggunanya.
Penelitian yang dikembangkan Prof. Anam berfokus pada sistem kendali berbasis niat manusia (human intention-based control system), di mana kecerdasan buatan berperan menerjemahkan sinyal biologis menjadi perintah yang dapat dijalankan mesin. Pendekatan ini membuka peluang besar bagi penyandang disabilitas untuk mengendalikan perangkat bantu secara lebih alami dan adaptif.

Ketertarikan Prof. Anam pada teknologi asistif tidak semata-mata lahir dari ruang laboratorium, melainkan dari interaksi langsung dengan masyarakat. Salah satu momen paling membekas adalah perjumpaannya dengan seorang penyandang disabilitas bernama Pak Kusbandono.

“Beliau menyampaikan rasa haru karena merasa masih ada pihak yang peduli dan memikirkan kebutuhan mereka. Pengalaman itu menyadarkan saya bahwa riset ini bukan sekedar persoalan teknis, melainkan menyangkut martabat dan harapan manusia,” ungkap Prof. Anam. Ia memegang teguh prinsip inklusivitas agar tidak ada satupun kelompok masyarakat yang tertinggal (no one left behind).

Selain pengembangan sistem kendali cerdas untuk teknologi asistif, Prof. Anam juga memperluas risetnya pada pengembangan robot terapi pascastroke untuk rehabilitasi tangan atas, serta sistem pengering kopi portabel berbasis AI dan Internet of Things (IoT) sebagai bagian dari penguatan teknologi tepat guna berbasis Industri 4.0.

Baca juga : Guru Besar UNEJ Rintis AI Ramah Disabilitas Berbasis Sinyal Otak

Tantangan terbesar dalam bidang ini, menurutnya, adalah kompleksitas manusia itu sendiri. Sinyal biologis sangat dinamis dan dipengaruhi berbagai faktor fisik maupun emosional. Di sisi lain, riset ini menuntut integrasi lintas disiplin, mulai dari teknik kontrol, kecerdasan buatan, ilmu saraf, kedokteran, keperawatan, hingga sosial humaniora dan etika.

Keunikan lain dari sosok Prof. Anam adalah rekam jejak akademik dan spiritualnya. Meski merupakan seorang pakar teknik, ia adalah seorang Hafidz Qur’an yang juga menempuh pendidikan Magister Studi Islam. Ia meyakini bahwa teknologi seharusnya tidak hanya mempermudah kehidupan fisik, tetapi juga menguatkan nilai-nilai keagamaan.

Kegelisahannya dalam menjaga hafalan Al-Qur’an, khususnya bagi orang dewasa dengan keterbatasan waktu dan pendamping murojaah, mendorongnya melakukan riset yang tak biasa.

“Melalui kajian Magister Studi Islam, saya meneliti pemanfaatan kecerdasan buatan sebagai pendamping pembelajaran tahfidz. AI ini dirancang untuk memprediksi kesalahan bacaan, memberikan umpan balik objektif, dan menjadi teman murojaah yang konsisten. Pengalaman ini memperkuat pandangan saya bahwa teknologi dan agama, ketika dikembangkan dengan niat yang benar, bukanlah dua hal yang berseberangan,” jelasnya.

Dalam perjalanan akademiknya, Prof. Anam membangun rekam jejak riset yang kuat melalui publikasi bereputasi internasional, perolehan paten dan hak kekayaan intelektual, serta berbagai penghargaan akademik nasional dan internasional. Ia juga aktif memperluas kolaborasi global, termasuk sebagai Global Research Fellow di Universiti Kuala Lumpur pada 2026.

Meski deretan prestasinya gemilang, Prof. Anam menegaskan bahwa gelar profesor ini bukanlah hasil usaha pribadinya semata. Doa, pengorbanan, dan kesabaran dari istri, anak-anak, serta kedua orang tuanya adalah fondasi utamanya. “Sejak awal, mereka senantiasa menanamkan nilai keikhlasan dan keyakinan bahwa ilmu harus diabdikan untuk kemaslahatan,” pungkasnya.

Pengukuhan ini semakin menegaskan posisi Universitas Jember sebagai kampus riset berdampak yang mengembangkan inovasi teknologi inklusif dan berorientasi pada kemaslahatan manusia. (qf)

]]>
Gempur Kandang Lawan! UKMO Tapak Suci UNEJ Sabet 10 Medali dan Rebut Juara Umum https://unej.ac.id/blog/2026/02/24/gempur-kandang-lawan-ukmo-tapak-suci-unej-sabet-10-medali-dan-rebut-juara-umum/ Tue, 24 Feb 2026 14:07:01 +0000 https://unej.ac.id/?p=178277 Jember, 24 Februari 2026

Rebut juara di kandang lawan, beginilah dominasi tim dari Unit Kegiatan Mahasiswa Olahraga (UKMO) Tapak Suci Universitas Jember (UNEJ) setelah berhasil sabet 10 medali sekaligus dan raih juara umum 1 kategori dewasa pada event UDINUS Tugu Muda Championship 2026. Adapun perolehan medali yang diraih terdiri dari empat medali emas, tiga medali perak, dan tiga medali perunggu.

UDINUS Tugu Muda Championship merupakan sebuah kejuaraan nasional pencak silat yang diselenggarakan oleh Universitas Dian Nuswantoro untuk mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Kejuaraan ini menjadi ajang bergengsi untuk mengukur kemampuan atlet di level nasional. Bagi UKMO Tapak Suci sendiri ajang ini merupakan kesempatan untuk meraih visi tim yaitu mengharumkan nama kampus.

UKMO Tapak Suci Universitas Jember, Juara Umum UDINUS Tugu Muda Championship 2026

”Tim kami tergabung dalam satu tim dengan visi yang sama untuk berprestasi sekaligus membawa nama baik kampus di tingkat nasional. Selain itu, kejuaraan ini kami ikuti sebagai persiapan untuk mengikuti pomprov tahun 2027 agar lebih siap,” ungkap Ustina Urfania selaku ketua umum UKMO Tapak Suci UNEJ saat diwawancarai di kampus Senin (23/02/2026) usai pulang dari kejuaraan yang diraih pada 8 Februari 2026 itu.

Keuletan kuda-kuda yang kokoh serta trik guntingan yang baik, dapat mengantarkan tim merebut juara umum. Berawal dari ketakutan yang dirasakan oleh tim, melihat tim lawan yang lihai dalam bertanding dan kejuaraan yang digelar dikandang lawan, membuat tim UKMO Tapak Suci ragu untuk bertanding. Namun, dari semangat juang yang tinggi membuat tim yakin untuk pulang dengan borong medali.

“Awalnya, kami dan tim melihat kejuaraan ini sebagai tantangan sekaligus peluang untuk menguji hasil latihan yang selama ini dijalani. Kebetulan kejuaraan ini saya pilih dari lima kejuaraan yang bersamaan karena salah satu kejuaraan yang berada di jawa tengah, dimana kami melihat jawa tengah sebagai kandang macan pesilat sehingga membuat kami jadi tertantang untuk bertanding,” ujar Urfania.

Urfania juga menjelaskan kerja keras dan disiplin tim dalam latihan, “Persiapan tim dilakukan melalui latihan intensif selama kurang lebih dua bulan dan mengorbankan waktu liburan, dengan peningkatan porsi latihan fisik, teknik, dan mental. Seluruh anggota tim berkomitmen penuh dalam proses ini,” imbuhnya.

Ahmad Rafif Nandra Utama, anggota UKMO Tapak Suci UNEJ dalam pertandingan UDINUS Tugu Muda Championship 2026

Melalui kemenangan ini selain dapat mengharumkan nama kampus, diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk buktikan prestasinya dalam bidang olahraga. “Semoga tim dapat terus konsisten dalam berprestasi, menjaga semangat berlatih, serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani berproses dan berjuang melalui olahraga,” pungkasnya. (dil/adi)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Prestasi

]]>
UNEJ Kampus Bondowoso Buka Tiga Program Studi di jalur SNBP dan SNBT 2026 https://unej.ac.id/blog/2026/02/24/unej-kampus-bondowoso-buka-tiga-program-studi-di-jalur-snbp-dan-snbt-2026/ Tue, 24 Feb 2026 03:49:10 +0000 https://unej.ac.id/?p=178264 Jember, 24 Februari 2026

Universitas jember (UNEJ) terus memperluas akses pendidikan tinggi di wilayah Tapal Kuda melalui penguatan peran UNEJ Kampus Bondowoso. Di tahun 2026 ini, tiga program studi kampus tersebut, yakni Agribisnis, Akuntansi, dan Pendidikan matematika, resmi dapat dipilih melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Kebijakan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya tarik UNEJ KAmpus Bondowoso sekaligus membuka peluang lebih luas bagi calon mahasiswa, khususnya dari Bondowoso dan daerah sekitarnya, untuk mengakses pendidikan tinggi berkualitas melalui jalur seleksi nasional.

Koordinator UNEJ Kampus Bondowoso, Adhitya Wardhono, S.E., M.Si., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa dibukanya tiga program studi tersebut melalui SNBP dan SNBT diharapkan dapat meningkatkan animo pendaftar sekaligus memperkuat ekosistem akademik di Kampus Bondowoso.

Adhitya Wardhono, Koordinator UNEJ Kampus Bondowoso, memberikan keterangan terkait pembukaan tiga program studi di jalur SNBP dan SNBT 2026.

“Kami optimis dengan dibukanya tiga program studi melalui jalur nasional, jumlah pendaftar akan meningkat dan semakin banyak putra-putri daerah yang melanjutkan studi di UNEJ Kampus Bondowoso. Ini menjadi momentum penting untuk penguatan pendidikan tinggi di wilayah Bondowoso,” ujarnya.

Selain membuka akses melalui jalur nasional, UNEJ Kampus Bondowoso juga terus berbenah dari sisi layanan dan fasilitas pembelajaran. Kampus ini didukung ruang kelas yang representatif, ruang seminar, unit kegiatan mahasiswa (UKM), serta ruang diskusi yang mendukung pengembangan akademik dan nonakademik mahasiswa.

Bagi mahasiswa yang memiliki minat di bidang olahraga, tersedia pula fasilitas lapangan basket, futsal, voli, gymnastic outdoor, serta mini sport garden. Fasilitas tersebut dihadirkan untuk menciptakan lingkungan kampus yang tidak hanya mendukung proses belajar mengajar, tetapi juga pengembangan bakat dan minat mahasiswa secara menyeluruh.

Tampak depan UNEJ Kampus Bondowoso yang menjadi pusat kegiatan akademik mahasiswa

“Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun pendampingan akademik oleh dosen. Kami ingin mahasiswa merasa nyaman dan berkembang secara optimal selama menempuh studi di kampus Bondowoso,” tambah Adhitya.

Dukungan tenaga pengajar yang kompeten juga menjadi kekuatan UNEJ Kampus Bondowoso. Para dosen, baik yang telah lama mengabdi maupun dosen baru, siap membimbing mahasiswa dalam proses pembelajaran hingga penyelesaian studi.

Sheila Ismi Aulia Karim, mahasiswa S1 Peternakan Kampus Bondowoso, mengaku merasakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif. Lingkungan kampus yang asri dengan latar pemandangan alam menjadi nilai tambah tersendiri.

Fasilitas lapangan olahraga di UNEJ Kampus Bondowoso yang mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa di bidang non akademik.

“Menurut saya, kuliah di Universitas Jember Kampus Bondowoso sangat nyaman dan asri, sehingga bisa menambah fokus ketika belajar,” ungkapnya.

Dengan dibukanya tiga program studi melalui jalur SNBP dan SNBT 2026, UNEJ Kampus Bondowoso optimistis dapat menjadi pilihan strategis bagi calon mahasiswa yang ingin memperoleh pendidikan tinggi berkualitas dengan suasana belajar yang nyaman dan fasilitas yang memadai.

Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen Universitas Jember dalam memperluas akses dan pemerataan pendidikan tinggi di daerah. (qf/Rb)

]]>
Transisi ke Coretax Jadi Mudah, Mahasiswa Tax Center UNEJ Dampingi Pelaporan Pajak https://unej.ac.id/blog/2026/02/23/transisi-ke-coretax-jadi-mudah-mahasiswa-tax-center-unej-dampingi-pelaporan-pajak/ Mon, 23 Feb 2026 06:23:13 +0000 https://unej.ac.id/?p=178257 Jember, 23 Februari 2026

Memasuki era baru administrasi perpajakan, masyarakat dan sivitas akademika kini tidak perlu lagi merasa kesulitan menghadapi transisi sistem dari DJP Online ke Coretax. Tangan-tangan terampil mahasiswa D3 Perpajakan yang tergabung dalam pengurus Laboratorium Tax Center FISIP Universitas Jember (UNEJ) hadir memastikan proses pelaporan SPT Tahunan 2026 menjadi lebih sederhana dan akurat.

Kesiapan mahasiswa UNEJ dalam mengawal sistem Coretax ini bukanlah tanpa alasan. Sejak Desember 2025, mereka telah terjun langsung ke lapangan sebagai garda terdepan dalam membantu wajib pajak melakukan aktivasi akun Coretax hingga validasi kode otorisasi. Pengalaman empiris di lapangan inilah yang menjadikan kualitas mahasiswa perpajakan UNEJ unggul dalam memberikan solusi teknis yang tepat sasaran.

Nurcahyaning Dwi Kusumaningrum, Kepala Laboratorium Tax Center FISIP UNEJ

Kepala Laboratorium Tax Center FISIP UNEJ, Nurcahyaning Dwi Kusumaningrum, S.E., M.A., menjelaskan bahwa transisi sistem tahun ini menuntut kompetensi yang lebih dalam dari sekadar teori di kelas.

“Kami memahami bahwa Coretax adalah hal baru bagi wajib pajak. Oleh karena itu, mahasiswa kami tidak hanya mendampingi, tetapi juga mengedukasi mengenai fitur-fitur baru seperti integrasi NIK menjadi NPWP. Mereka telah mendapatkan bekal langsung dari KPP Pratama Jember, sehingga setiap informasi yang disampaikan kepada wajib pajak dipastikan valid dan akurat,” ujar Nurcahyaning.

(kanan) Ketua Umum Tax Center FISIP UNEJ, Nifa Cahya Kusuma saat melakukan asistensi pelaporan pajak di FKIP UNEJ

Ketangguhan mahasiswa dalam menghadapi dinamika di lapangan juga terlihat dari program Goes to Faculty 2026. Selama dua minggu, para relawan menyisir seluruh fakultas dan unit kerja di lingkungan UNEJ untuk memastikan tidak ada sivitas akademika yang tertinggal dalam memenuhi kewajiban pajaknya.

Tidak hanya terbatas pada lingkungan internal kampus, dedikasi mahasiswa Tax Center UNEJ juga meluas hingga ke ruang publik. Guna memberikan kemudahan bagi masyarakat umum yang memiliki kesibukan di hari kerja, para mahasiswa juga melakukan aksi jemput bola dengan membuka layanan asistensi di Alun-Alun Jember pada hari libur. Kehadiran mahasiswa di tengah keramaian masyarakat ini bertujuan agar sosialisasi Coretax dan pelaporan SPT Tahunan dapat menjangkau seluruh lapisan warga Jember secara lebih inklusif dan santai.

Pengurus Tax Center FISIP UNEJ saat membuka layanan asistensi pelaporan pajak di Alun-Alun Jember

Bagi para mahasiswa, tantangan sistem baru ini justru menjadi ruang pembuktian kualitas diri. Ketua Umum Tax Center FISIP UNEJ, Nifa Cahya Kusuma, menyebutkan bahwa keterlibatan langsung dalam asistensi Coretax adalah bentuk praktik kerja yang sangat berharga.

“Tahun ini terasa berbeda karena kami benar-benar membantu wajib pajak beradaptasi dengan sistem yang baru lahir. Kami bangga dapat membantu lebih dari 900 wajib pajak dalam aktivasi akun dan mendampingi 700 lainnya hingga SPT mereka sukses terlaporkan. Jika ada kendala data atau status kurang bayar, kami dampingi hingga tuntas agar wajib pajak merasa tenang dan terbantu,” jelas Nifa.

Pengurus Tax Center FISIP UNEJ saat melakukan layanan asistensi pelaporan pajak di beberapa fakultas Universitas Jember

Masyarakat umum dan sivitas akademika yang membutuhkan pendampingan Coretax dapat mengunjungi lokasi berikut setiap Senin hingga Jumat:
– Tax Center Campus Centre: Pukul 08.00 – 15.00 WIB
– Tax Center Kampus Vokasi: Pukul 09.00 – 13.00 WIB
– Layanan Daring: Melalui Zoom Meeting bagi yang terkendala jarak.
Kegiatan yang berlangsung hingga akhir Maret 2026 ini diharapkan mampu mendongkrak kepatuhan pajak nasional sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa D3 Perpajakan UNEJ adalah lulusan yang siap kerja dan adaptif terhadap kemajuan teknologi perpajakan. (dil)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Profil

]]>
Inovasi Bioteknologi UNEJ Jawab Tantangan Infeksi Resisten Antibiotik https://unej.ac.id/blog/2026/02/04/inovasi-bioteknologi-unej-jawab-tantangan-infeksi-resisten-antibiotik/ Wed, 04 Feb 2026 09:52:37 +0000 https://unej.ac.id/?p=178072 Jember, 4 Februari 2026

Di tengah ancaman global resistensi antibiotik yang kian mengkhawatirkan, Universitas Jember (UNEJ) kembali menorehkan capaian akademik bersejarah. Dr. Riska Ayu Febrianti, S.Pd., M.Biotek., dosen dan peneliti muda dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ, berhasil menyelesaikan studi doktoralnya melalui riset bioteknologi yang menawarkan pendekatan baru dalam penanganan infeksi bakteri resisten antibiotik. Capaian ini menandai lahirnya generasi awal doktor Bioteknologi UNEJ yang mengusung riset berbasis dampak.

Riska merupakan salah satu dari tiga lulusan perdana Program Doktor Bioteknologi Universitas Jember. Ia juga tercatat sebagai lulusan termuda diantara rekannya, seiring dengan kontribusi risetnya dalam pengembangan terapi alternatif untuk menjawab krisis resistensi antibiotik yang kini menjadi isu kesehatan global.

Perjalanan akademik Riska tidak hanya ditandai oleh capaian studi, tetapi juga keberanian memilih tema riset strategis yang bersentuhan langsung dengan persoalan kesehatan masyarakat. Ketertarikannya pada bioteknologi, khususnya riset bakteriofag, tumbuh sejak jenjang sarjana hingga doktoral melalui pendampingan intensif para pembimbingnya di Universitas Jember.

Dr. Riska Ayu Febrianti, S.Pd., M.Biotek., saat memaparkan disertasi dalam Ujian Terbuka Program Doktor (S3) Bioteknologi Universitas Jember.

“Dorongan dari Prof. Erlia Narulita selaku pembimbing saya sejak S1 dan S2 sangat berarti. Beliau tidak hanya membimbing secara akademik, tetapi juga memberi ruang bagi saya untuk terus bermimpi dan berkembang. Dari diri saya sendiri, saya ingin menjadi ahli yang kompeten dan menghadirkan dampak nyata melalui inovasi sains, terutama di bidang bioteknologi dan riset bakteriofag,” ungkap Riska.

Disertasi yang dihasilkan Riska berangkat dari urgensi global infeksi Salmonella enterica yang menurut data tahun 2024 masuk dalam sepuluh besar penyebab kematian akibat penyakit bawaan pangan, sekaligus menjadi salah satu bakteri dengan tingkat resistensi antibiotik tertinggi di dunia. Ketergantungan pada antibiotik konvensional, sementara inovasi obat baru stagnan selama puluhan tahun, mendorong perlunya pendekatan terapi alternatif.

Melalui disertasinya, Riska mengembangkan terapi berbasis bakteriofag, yakni virus litik yang secara spesifik menargetkan dan menghancurkan bakteri patogen. Dengan memanfaatkan teknologi rekayasa genom CRISPR/Cas9, ia berhasil memodifikasi bakteriofag lokal agar memiliki kisaran inang yang lebih luas. Bakteriofag rekombinan hasil risetnya tidak hanya efektif melawan satu serovar Salmonella, tetapi juga mampu melisiskan beberapa serovar penting lain yang kerap menyebabkan infeksi klinis pada manusia.

Dr. Riska Ayu Febrianti, S.Pd., M.Biotek., tengah melakukan penelitian di laboratorium bioteknologi sebagai bagian dari riset doktoralnya.

“Krisis multiug resistant membuat terapi antibiotik menjadi semakin tidak efektif. Karena itu, riset ini berfokus pada bakteriofag sebagai agen terapeutik alternatif yang lebih presisi, tidak mudah resistan, dan aman bagi inang,” jelasnya saat memaparkan disertasi.

Keunggulan riset Riska tidak hanya terletak pada kebaruannya, tetapi juga pada rekam jejak akademik dan jejaring internasional yang telah ia bangun sejak dini. Hasil risetnya telah dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi hingga Scopus Q1, serta dipresentasikan dalam forum ilmiah internasional, termasuk 76th Annual Meeting Society for Biotechnology di Jepang dan konferensi biosains tingkat nasional dan internasional lainnya. Ia juga aktif dalam berbagai skema hibah riset dan kolaborasi luar negeri.

Di balik capaian ilmiah tersebut, Riska mengakui bahwa proses riset doktoral adalah perjalanan panjang yang menuntut ketekunan dan ketahanan mental.

Dr. Riska Ayu Febrianti, S.Pd., M.Biotek., saat mengikuti konferensi internasional biosains, menandai keterlibatannya dalam jejaring riset global di bidang bioteknologi.

“Salah satu momen paling berkesan adalah saat harus lembur di laboratorium hanya untuk mengamati pertumbuhan dan menganalisis sampel. Dari situ saya belajar bahwa bioteknologi bukan sekadar angka, tetapi tentang memahami kehidupan pada level molekuler yang sangat presisi,” tuturnya.

Capaian akademik Riska juga tidak terlepas dari dukungan keluarga yang menjadi fondasi perjalanan studinya.

“Bagi saya, orang tua adalah sistem pendukung utama. Doa dan pengertian mereka,termasuk ketika saya harus kehilangan banyak waktu bersama keluarga demi riset, menjadi kekuatan saya hingga menyelesaikan studi doktoral ini,” pungkasnya.

Kelulusan ini sekaligus menegaskan komitmen Universitas Jember sebagai kampus riset berdampak, yang tidak hanya mencetak lulusan unggul, tetapi juga melahirkan ilmuwan muda dengan kontribusi nyata bagi penyelesaian persoalan kesehatan global melalui sains dan inovasi. (qf)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Profil

]]>
Angkat Potensi Laut Selatan Jember ke Kancah Global, UNEJ Bangga Luluskan Doktor Bioteknologi Pertama dengan Riset Pionir Antikanker https://unej.ac.id/blog/2026/01/22/angkat-potensi-laut-selatan-jember-ke-kancah-global-unej-bangga-luluskan-doktor-bioteknologi-pertama-dengan-riset-pionir-antikanker/ Thu, 22 Jan 2026 12:04:54 +0000 https://unej.ac.id/?p=177899 Jember, 22 Januari 2026

Universitas Jember (UNEJ) kembali menegaskan posisinya sebagai institusi riset berdaya saing global melalui pencapaian Dr. apt. Endah Puspitasari, S.Farm., M.Sc., lulusan pertama Program Doktor Bioteknologi. UNEJ bangga memiliki akademisi yang mampu mengawinkan kekayaan biodiversitas lokal dengan standar metodologi riset internasional, khususnya dalam eksplorasi mikroorganisme laut sebagai kandidat obat kanker. Melalui kolaborasi riset lintas negara, studi ini tidak hanya berhasil memetakan potensi pesisir selatan Jember, tetapi juga mengungkap mekanisme molekuler kompleks dari bahan alam Indonesia, membuktikan kesiapan UNEJ sebagai garda terdepan dalam inovasi farmasi berbasis kelautan (marine pharmacy).

Disertasi Endah menyoroti potensi pesisir selatan Kabupaten Jember—yang meliputi pasir pantai, sedimen, hingga kayu lapuk—sebagai hotspot bioprospeksi mikroorganisme laut. Lingkungan laut yang ekstrem dan dinamis di wilayah ini mendorong mikroorganisme mengembangkan jalur biosintesis unik, menghasilkan metabolit sekunder dengan aktivitas biologis yang jarang ditemukan pada organisme darat.

Dr. apt. Endah Puspitasari, S.Farm., M.Sc., kala melakukan penelitian disertasinya.

Dalam penelitiannya, Endah berhasil mengisolasi dan mengkarakterisasi mikroorganisme yang relevan untuk pengembangan obat antikanker generasi baru. Riset ini mengidentifikasi 17 isolat fungi (didominasi genus Penicillium) dan 16 isolat bakteri stabil (termasuk Bacillus dan Vibrio) dari perairan tropis Indonesia yang selama ini kurang terekspos secara sistematis.

Melalui pendekatan teknologi tinggi yang melibatkan uji sitotoksisitas dan profil metabolomik untargeted UHPLC–HRMS, penelitian ini menemukan dua isolat unggulan, yaitu Fungi Aspergillus stromatoides SaH 1 yang menunjukkan aktivitas selektif terhadap sel kanker payudara. Kedua, Bakteri Vibrio orientalis WaN 2 yang menunjukkan aktivitas kemopreventif kuat terhadap sel kanker payudara (T47D), serviks (HeLa), dan kolon (WiDr).

Temuan V. orientalis dari perairan Indonesia dengan aktivitas kemopreventif ini merupakan kontribusi ilmiah yang bersifat pionir. Studi mekanistik menunjukkan bahwa ekstrak terpilih bekerja cerdas dengan memodulasi siklus sel dan menginduksi apoptosis (kematian sel terprogram) pada sel kanker, namun relatif aman bagi sel normal. Hasil ini menjadi fondasi penting bagi inovasi obat kemopreventif berbasis keanekaragaman hayati nasional.

Momen kebahagiaan Dr. apt. Endah Puspitasari, S.Farm., M.Sc. bersama para penguji seusai Ujian Terbuka Program Doktor (S3) Bioteknologi Universitas Jember.

Kualitas riset yang mendalam ini tidak lepas dari pengalaman Endah selama menjalani program supervisi dan riset kolaborasi di Jerman. Dosen Fakultas Farmasi UNEJ ini menyelesaikan studi doktoralnya melalui skema by research, yang menuntut kemandirian dan standar ilmiah tinggi.

“Skema by research menuntut kemandirian riset yang tinggi, mulai dari perencanaan kegiatan, pengumpulan data, hingga publikasi hasil penelitian. Sistem ini mengajarkan pentingnya disiplin waktu dan tanggung jawab terhadap capaian riset,” ujar Endah.

Kesempatan riset di Jerman membuka wawasan beliau terkait praktik riset berstandar internasional. Perbedaan budaya kerja dan tingkat ketelitian yang presisi menjadi pengalaman berharga yang meningkatkan kemampuan risetnya secara signifikan. Proses mengulang eksperimen berkali-kali hingga larut malam selama di laboratorium Jerman menjadi pembelajaran penting tentang arti ketekunan dan kecintaan terhadap proses ilmiah demi validitas data yang akurat.

Di balik capaian akademis dan pengalaman internasional tersebut, Endah mengakui bahwa perjalanan studi doktoralnya penuh dengan dinamika personal.

“Tantangan terbesar terletak pada bagaimana menjaga keseimbangan antara tanggung jawab sebagai peneliti, pendidik, dan anggota keluarga. Ada masa-masa sulit ketika riset tidak berjalan sesuai rencana atau hasil eksperimen yang belum memenuhi harapan,” ungkapnya.

Dr. apt. Endah Puspitasari, S.Farm., M.Sc. saat memaparkan disertasi dalam Ujian Terbuka Program Doktor (S3) Bioteknologi Universitas Jember.

Namun, dukungan dari pembimbing, rekan penelitian, dan keluarga menjadi bahan bakar utama. Baginya, keluarga adalah sumber kekuatan untuk terus melangkah.

Menjadi lulusan pertama Program Doktor Bioteknologi UNEJ dimaknai Endah sebagai sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab. Ia berharap capaiannya dapat menginspirasi peneliti muda untuk tidak ragu bermimpi besar.

“Dengan penguasaan ilmu, jejaring penelitian, serta semangat yang tak boleh pudar, jadikan pengetahuan sebagai sarana untuk memberi manfaat bagi masyarakat dan kemajuan bangsa,” pungkasnya. (dil/ajf)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Profil

]]>
Cerita Mahasiswa FEB UNEJ di Malaysia, Dari Kuliah Hingga Ikuti International Cultural Night https://unej.ac.id/blog/2026/01/20/cerita-mahasiswa-feb-unej-di-malaysia-dari-kuliah-hingga-ikuti-international-cultural-night/ Tue, 20 Jan 2026 08:50:08 +0000 https://unej.ac.id/?p=177789 Jember, 20 Januari 2026

Sebanyak enam belas mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember (UNEJ) sukses mengukir pengalaman berharga melalui International Credit Transfer Program (ICTP) di Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia. Program ini tidak hanya menjadi wadah akselerasi akademik lintas negara bagi para mahasiswa, tetapi juga bertransformasi menjadi perjalanan diplomasi budaya yang mendalam. Selama di Negeri Jiran, mereka tidak hanya berhadapan dengan standar ketat sistem perkuliahan internasional, namun juga aktif memperkenalkan identitas bangsa melalui ajang International Cultural Night hingga kegiatan kolaborasi seni bersama mahasiswa lokal.

Selama mengikuti ICTP di UniSZA, para mahasiswa menjumpai sejumlah perbedaan dalam sistem perkuliahan. Lingkungan akademik di kampus tersebut dinilai cenderung fleksibel dan memberikan ruang kebebasan bagi mahasiswa, namun tetap menerapkan standar penilaian yang ketat dan detail. “Kuliah tatap muka biasanya berakhir sampai sore. Kalau ada kelas malam, dilaksanakan secara daring melalui Webex,” ungkap Sausan Salma, salah satu mahasiswa ICTP dari FEB UNEJ.

Foto bersama usai kegiatan International Cultural Night sebagai bentuk perayaan malam budaya

Selain kegiatan akademik, para mahasiswa ICTP mengaku merasakan lebih banyak kegiatan non akademik yang menarik. Salah satunya adalah partisipasi dalam acara TerMOCA, di mana mereka diajak oleh local friends untuk melukis di atas kanvas besar yang kemudian dipamerkan dalam sebuah bazar seni.

Tak hanya itu, interaksi dengan mahasiswa lokal turut terjalin melalui kegiatan olahraga seperti voli dan badminton yang rutin dilakukan bersama. “Biasanya teman-teman lokal mengajak latihan sebelum pertandingan. Dari situ, kedekatan kami semakin terbangun,”

Pengalaman budaya semakin lengkap ketika para mahasiswa berpartisipasi dalam International Cultural Night yang digelar pada 12 Januari 2026 di Dewan Kuliah Utama (DKU), Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA). Acara ini merupakan kolaborasi antara mahasiswa exchange UNEJ dengan MARIM Student Chapter Club, UniSZA. Mahasiswa ICTP turut berkontribusi dalam merancang segala runtutan acara, mulai dari berkoordinasi dengan pihak Malaysia terkait penampilan tarian tradisional khas Terengganu hingga deklamasi sajak. Suasana malam budaya semakin meriah ketika mahasiswa UNEJ tampil sebagai penari lagu tradisional Indonesia seperti Sinanggar Tulo. Keterlibatan ini menjadi ajang ekspresi budaya sekaligus sarana memperkenalkan identitas Indonesia di panggung internasional.

Salah satu mahasiswa ICTP FEB UNEJ saat melukis pada kegiatan TerMOCA

Mengikuti ICTP memberikan perubahan yang cukup terasa dalam diri mereka. Seperti melatih kemandirian dan kebiasaan sehat yaitu berjalan kaki untuk beraktivitas di area yang luas. Untuk menghindari kesalahpahaman (mistranslation), mereka harus mengasah kemahiran mengekspresikan bahasa. Interaksi sehari-hari menuntut untuk beradaptasi dengan berbagai bahasa, mulai dari bahasa Indonesia dan daerah bersama sesama mahasiswa Indonesia, bahasa Inggris dengan dosen dan staf, hingga campuran Melayu-Inggris dengan mahasiswa lokal.

Dalam aspek akademik, perbedaan ketetapan nilai UniSZA dengan UNEJ sempat menjadi tantangan besar dan kekhawatiran, terutama saat mengerjakan berbagai assignment. Sistem penilaian di UniSZA tergolong lebih ketat dan detail, sehingga menuntut pemahaman materi yang benar-benar mendalam. Meski demikian, hal tersebut tidak menjadi penghambat semangat mereka.

Pada akhir cerita, mahasiswa ICTP membagikan pesan sederhana namun bermakna bagi mahasiswa Universitas Jember yang ingin mencoba program exchange ke luar negeri. Sausan Salma menyampaikan bahwa program ICTP memberikan pengalaman berharga dalam mengenal dunia akademik dan budaya internasional. Menurutnya, program ini layak untuk dicoba, dengan catatan mahasiswa perlu menyiapkan diri menghadapi perbedaan budaya, cara berpikir, serta sudut pandang.

Mahasiswa ICTP FEB UNEJ bersama mahasiswa lokal saat mengikuti kegiatan olahraga rutin di Universiti Sultan Zainal Abidin Malaysia

Sementara itu, Ismu Sofi Rahmawati menekankan bahwa keberanian untuk mencoba dan percaya pada proses merupakan langkah awal yang paling penting untuk memulai sebuah perjalanan mimpi. “Just try it and believe it. Ketika kita memiliki kemauan untuk mencoba, kita akan menemukan langkah pertama yang akan mengantarkan pada tujuan,” pungkasnya. (dil/ajf)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #Profil

]]>